BUMD Didorong Kelola Limbah Medis untuk Tingkatkan PAD Bangka Belitung
January 15, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong pengelolaan sampah, khususnya limbah medis, agar ditangani oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Ruwandi Gunawan, mengatakan kehadiran BUMD di sektor pengolahan limbah medis akan memudahkan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami sangat mendukung mitra-mitra kami di fasilitas pelayanan kesehatan dari mulai rumah sakit, puskesmas, klinik tidak lagi susah untuk menyalurkan dan mengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)-nya karena sekarang sudah ada BUMD. Nantinya juga akan bermuara pada peningkatan PAD daerah kita sendiri,” ujar Ruwandi, Kamis (15/1/2026).

Pihaknya mengakui untuk existing sekarang masih ada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan swasta.

"Tentunya juga itu kemungkinan juga, costnya akan lebih tinggi. Jadi ketika kita ada punya BUMD sendiri yang memang berusaha disitu, berarti kita bisa mengefisiensikan operasional yang ada," ucapnya.

Selain itu pihaknya mengatakan, untuk risiko lingkungan bila dikelola BUMD dalam hal ini PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera dapat lebih terjaga.

"Sementara kalau untuk limbah medis bervariasi jadi ada beberapa yang memang selama ini ada yang juga di insinerator yang sudah berizin, lalu ada juga yang memang yang masih disimpan di TPS," jelasnya.

Ruwandi mengungkapkan untuk limbah medis, memiliki berbagai dampak yang dapat membahayakan bagi kesehatan sehingga perlu diolah dengan tepat.

"Limbah medis apabila memang tidak dikelola dengan baik yang pasti akan berdampak terhadap tiga aspek, yakni kesehatannya, lingkungannya, serta berdampak terhadap akhirnya ke konsekuensi hukum," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.