Awal Mula 1 Pesan Suara Kejutkan Warga se-Bogor, Jadi Pembelajaran Bagi Para Pengguna Sosmed
January 15, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jani Nurjaman kaget bukan kepalang saat mendapati pesan suara luar biasa dari grup WhatsApp di ponselnya.

Kabar beredar itu menyebutkan bahwa 700 orang tewas dalam kecelakaan tambang ditambah video tambang emas di Nanggung, Kabupaten Bogor.

Seperti diketahui, di Nanggung, Kabupaten Bogor terdapat tambang emas PT. Antam.

Pantauan TribunnewsBogor.com ini juga ditandai dengan berdirinya tugu kujang bertuliskan Antam di Simpang Pongkor Sadeng Jalan Raya Kalong II.

Di tambah pula dengan adanya jalan yang bernama sama, jalan ini berada di pemukiman warga.

Kabar 700 orang tewas itu sulit dipercaya oleh Jani, yang merupakan Kepala Desa Kalongliud, salah satu desa dekat tambang emas PT. Antam di Nanggung.

Sebab angka korban yang disebutkan dalam kabar beredar berupa pesan suara itu begitu fantastis.

"Itu sangat luar biasa ya untuk informasi tersebut, pada kenyataannya memang tidak terjadi demikian," kata Jani kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (15/1/2026).

Jani menjelaskan awal mula pihaknya mendapatkan informasi itu di grup WhatsApp.

Informasi awalnya didapat dari sosial media kemudian disampaikan di grup WhatsApp kades-kades di Nanggung pada Rabu (14/1/2026) siang.

Kabar tersebut menyampaikan soal terjadinya kecelakaan asap di tambang sekitar Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung.

"Itu sekitar pukul 12.34 WIB kami mendapatkan informasi tersebut," kata Jani.

"Itu juga dapat ngambil dari media sosial, dalam hal ini Facebook yang di-share di beberapa media sosial," imbuhnya.

Setelah itu, muncul kembali informasi beredar selanjutnya yang juga masih grup-grup WhatsApp.

Salah satunya berupa pesan suara voice note yang isinya mengejutkan.

"Itu menginformasikan telah terjadinya kejadian pengasapan dengan korban 700 orang di sekitar Nunggul infonya, dan itu sangat luar biasa lah," kata Jani.

Jani mengaku sempat melakukan konfirmasi ke ke pihak Antam namun saat itu masih belum ada kabar pasti.

Dia juga mengumumkan di grup WhatsApp RT jika ada warganya yang menjadi korban, namun tak kunjung ada laporan.

Kabar pesan suara yang beredar ini pun membuat Bupati Bogor, Dandim Kabupaten Bogor, dan Kapolres Bogor langsung mendatangi Nanggung pada Rabu sore sambil membawa tim penyelamat.

Mereka bertemu langsung dengan pihak PT. Antam membicarakan kabar mengejutkan yang beredar luas itu yang ternyata menurut PT. Antam merupakan kabar soal 700 orang tewas itu tak benar.

"Bupati Bogor langsung turun kemarin bersama Pak Kapolres, Pak Dandim," katanya.

Sementara ini, kata Jani dirinya juga belum tahu dari mana dan siapa yang mengabarkan kabar mengejutkan itu.

Hal ini pun, jadi pelajaran bagi para pengguna media sosial maupun WhatsApp.

"Kami mengimbau lebih bijak dalam menggunakan media sosial, jangan sekali-kali men-share atau mempublikasikan hal-hal yang belum tentu, belum pasti," kata Jani.

"Karena itu akan jadi pemicu permasalahan, pemicu ketidakkondusifan. Pasa prinsipnya kita harus lebih bijak, jangan mempublikasikan hal-hal yang belum tentu pasti kebenarannya," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.