TRIBUNTRENDS.COM - Rival Altaf anak indigo yang ikut mencari pendaki hilang Syafiq Ali di Gunung Slamet menjadi sorotan.
Rival bersama sejumlah relawan turut serta menyisir area Gunung Slamet ketika Syafiq Ali pendaki asal Magelang itu hilang selama 17 hari.
Syafiq Ali akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).
Ia ditemukan di lereng berbatu sekitar 5 kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet.
Lokasi itu sesuai dengan ucapan Rival yang sempat menyebut Syafiq Ali berada di antara bebatuan.
Keterlibatan Rival dalam pencarian Syafiq Ali juga diungkap oleh seorang relawan bernama Amrul.
Baca juga: Sosok Rival Altaf, Anak Indigo yang Bantu Cari Syafiq Ali, Ungkap Misteri di Gunung Slamet
Ia mengatakan proses pencarian memang penuh kejanggalan.
"Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9, tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq," ungkap Amrul.
Menurutnya, lokasi ditemukannya Syafiq sudah disisir dan dilewati berulang kali, namun relawan tidak pernah melihatnya.
“Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” kata Amrul dikutip dari KOMPAS.COM, Kamis (15/1/2026).
Syafiq Ali baru ditemukan di hari ke-17 di titik yang sudah berkali-kali dilewati tim pencari.
“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat dan hanya menjelaskan orangnya dibalik bebatuan,” ujar Amrul.
Lantas benarkah Syafiq Ali tidak terlihat karena tertutup alam gaib?
Mengenai hal ini, relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Slamet Ardiyansyah memberikan penjelasan logis.
Slamet Ardiyansyah mengakui bahwa lokasi ditemukannya Syafiq bukanlah area baru.
Baca juga: Kesaksian Rival Anak Indigo yang Bantu Cari Syafiq Ali, Ortu Kaget Sampai Menjemput ke Gunung Slamet
Lokasi itu sudah masuk wilayah cakupan penyisiran tim sejak hari-hari sebelumnya.
Namun cuaca buruk menghambat pandangan tim untuk melihat lebih jelas.
Kabut tebal membuat jarak pandang sangat terbatas, apalagi area tersebut adalah area berbatu yang terjal.
“Lokasi ditemukannya korban sebenarnya sudah pernah kami sisir sebelumnya. Namun karena cuaca yang tidak bersahabat dan jarak pandang terbatas, korban baru bisa ditemukan hari ini,” ujar Slamet saat ditemui di Basecamp Gunung Malang, dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/1/2026) sore.
Ketika ditemukan, tubuh Syafiq Ali dalam posisi tengkurap, kaki terlipat posisi terduduk.
Sementara kondisi tangan ke belakang sehingga tubuhnya seperti sedang bersujud.
Tubuh Syafiq Ali juga berada di area terbuka, tidak tertimbun batu atau pasir.
Baca juga: 17 Hari Hilang, Syafiq Ali Diduga Baru Meninggal 5 Hari Terakhir, 12 Hari Sisanya Jadi Misteri
Ia masih mengenakan jaket warna hitam, namun celananya sudah terlepas separuh.
Temuan ini menandakan bahwa Syafiq Ali diduga sempat mengalami hipotermia.
"Survivor sempat melepas celananya. Kondisi hampir hipotermia," ujarnya dalam live Tiktok Kim Caraka, Rabu (14/1/2026).
Hipotermia adalah kondisi darurat saat tubuh tidak sanggup mengembalikan suhu panas tubuh karena suhunya turun secara drastis.
Afandi memastikan jika jenazah yang ditemukan merupakan Syafiq Ali.
Hal ini dikuatkan dengan penemuan dompet hitam berisi STNK motor.
"Ini sudah A1 survivor Ali. Ini dompetnya kami bilang A1 ada STNK. Ini barang yang dibawa sama adik Ali," ujarnya.
Selain dompet, juga ditemukan sepatu, senter, dan sarung tangan milik Ali.
Afandi menambahkan jika lokasi jenazah berada tak jauh dari lokasi Himawan dan Ali berpisah.
"Ali ditemukan di lereng tidak jauh dari lokasi Ali dan Himawan berpisah. Senter kami temukan pertama kali. Kondisi Ali tidak terkubur," ujarnya. (Tribun Trends/GPS)