TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) terus melakukan pengembangan wisata lokal berbasis sejarah.
Salah satu potensi yang tengah difokuskan adalah kawasan Banten Girang, yang dikenal sebagai kerajaan pertama di wilayah Banten sebelum berdirinya Kesultanan Banten Lama.
Kerajaan Banten Girang berada di wilayah Sempu, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang Kota Serang, Banten.
Kepala Disparpora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan Banten Girang memiliki nilai sejarah tinggi, karena menyimpan berbagai peninggalan masa lalu, mulai dari goa-goa bersejarah, artefak kerajaan, hingga bentang alam yang asri.
"Banten Girang ini lengkap artefaknya masih ada, ada goa nya juga. Jadi Banten Girang ini kerajaan pertama sebelum Banten Lama," ucapnya, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: Kota Serang Bakal Punya Wisata Baru, Susur Sungai Umbul Tengah Ditargetkan Launching Setelah Lebaran
Ia menjelaskan Banten Girang memiliki latar sejarah kepercayaan Hindu dan Buddha sebelum masuknya Islam yang dibawa Kesultanan Banten Lama dari Cirebon ke wilayah Banten.
Di kawasan Banten Girang terdapat empat goa bersejarah. Namun saat ini, baru dua goa yang dapat dikunjungi wisatawan.
Dua goa lainnya belum bisa dimasuki karena alasan kultural.
"Tentunya dari empat goa ini sementara yang bisa kita kunjungi hanya dua goa, karena dua goa yang lain memang dari ahli waris mengatakan masih belum bisa dimasuki, karena memang masih banyak mistik-mistiknya," jelas Zeka.
"Goa-goa ini masih menyimpan kisah-kisah kerajaan diukir di tembok-temboknya di zaman dulu," sambungnya.
Selain goa, artefak peninggalan Hindu dan Buddha seperti patung serta bukti-bukti kejayaan kerajaan masih tersimpan dengan baik oleh ahli waris.
Ke depan, seluruh potensi tersebut akan diintegrasikan menjadi satu kawasan wisata sejarah terpadu.
Disparpora Kota Serang juga berencana menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam pengembangan Banten Girang sebagai destinasi wisata sejarah.
"Tentunya ini wisata sejarah. Kemudian kita melihat bahwa ada sejarah tentang goa-goa, dan ini menjadi rangkaian menguatkan bahwa Kota Serang itu sebagai kota city of heritage. Jadi kota yang berbasis sejarah kerajaan," ujar Zeka.
"Nanti masyarakat bisa datang melihat alamnya, alamnya juga bagus, sungainya masih ada, artefak ada," tambahnya.
Dengan pengembangan tersebut, Banten Girang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah serta menjadi rujukan wisata sejarah di Provinsi Banten.
"Sehingga ini bisa menjadi referensi kunjungan wisatawan dalam kota atau di luar kota yang akan datang ke Banten Girang," pungkasnya.