TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, menargetkan produksi ikan tangkap tahun 2026 sebanyak 6.724,9 ton.
Sementara produksi ikan budidaya ditargetkan 4.122,69 ton.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, mengatakan tenget produksi ikan tangkap mengalami kenaikan 100 ton atau 0,5 persen, sedangkan ikan budidaya 1,3 persen kenaikannya pertahun.
"Itu target produksi ikan tangkap dan ikan budidaya tahun ini," ujarnya dalam sambungan telepon, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: Penantian Warga Lebakgedong, Pemkab Lebak Lakukan Pematangan Lahan Hunian Tetap Mulai 26 Januari
Winda mengklaim, target produksi ikan tangkap dan ikan budidaya tahun 2025 tercapai.
"Sudah tercapai. Ikan tangkap 6.886,25 ton, ikan budidaya 4.089,15 ton," ucapnya.
Adapun ikan tangkap tersebut, Winda menyebut, di antaranya meliputi ikan tongkol, tuna, cakalang, kerapu, layur dan lainya.
Ikan budidaya meliputi, lele, emas dan nilai.
Menurutnya, pendapatan ikan tangkap akan turun apabila cuaca sedang tidak baik.
"Jelas berdampak, karena ikan tangkap tidak terlepas dari cuaca. Tapi Alhamdulillah kalau target tercapai," ujarnya.
Ia mengaku, pihaknya selalu memberikan fasilitas kepada para nelayan, mulai dari alat tangkap, perahu, jaring dan lainya.
Terlebih, tahu ini akan ada rehab Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Sukahujan.
"Nah kalau ikan budidaya tahun ini tidak ada hibah, hanya kita ada pembinaan ke kelompok-kelompok budidaya, agar pendapatan mereka meningkat," ujarnya.
Ia berharap, produksi ikan tangkap dan ikan budidaya tahun 2026 bisa tercapai.