TRIBUNPEKANBARU.COM - Warga Dusun Rimba Cempedak, Kampung Kerinci Kanan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, masih hidup tanpa aliran listrik.
Hingga kini, dusun tua yang telah ada sejak sebelum kemerdekaan itu mengandalkan lampu minyak dan genset untuk penerangan malam hari.
Keterbatasan listrik berdampak pada aktivitas harian warga.
Anak-anak belajar dengan penerangan seadanya, sementara sebagian besar kegiatan masyarakat harus diselesaikan sebelum malam tiba.
Meski demikian, warga tetap bertahan dan menjaga lingkungan sekitar yang masih alami.
Bupati Siak Afni Z untuk pertama kalinya berkunjung ke sana. Mungkin selama usia dusun yang terpelosok itu, Afnilah bupati yang pertama sekali datang. Sebelumnya tidak pernah.
Baca juga: Polres Siak Ungkap Bandar Sabu di Kandis, 201,80 Gram Diamankan
Baca juga: Geger Penemuan Mayat Perempuan di Parit Desa Garut Siak: Terungkap Sosok Korban yang Dikenal Warga
Milhaini, warga yang telah lebih dari 20 tahun tinggal di Dusun Rimba Cempedak, berharap kunjungan bupati menjadi awal perubahan bagi kampungnya.
Ia lebih memikirkan nasib generasinya, yang tentu saja, mendapat jatah pembangunan dari APBD. Baik infrastruktur dasar, listrik dan lain sebagainya.
“Harapan kami dengan kehadiran Ibu Bupati ke kampung kami, semoga ke depan kampung kami bisa terang seperti kampung-kampung lain,” kata Milhaini, Jumat (16/1/2026).
Jalan tanah di dalam perkebunan sawit sudah biasa mereka lalui. Dulu sekali, kampung itu rindang alami. Kini, kampung itu dikepung perkebunan kelapa sawit yang sangat luas.
Ya, milik PT Perkebunan Nusantara VI.
Jika warga hendak ke ibukota kecamatan, harus menempuh perjalanan tanah berbatu di dalam perkebunan sawit lebih satu jam lamanya.
Afni Z hadir di sana dan berdialog bersama warga.
Warga senang. Mereka berharap listrik. Serempak warga menyampaikan bahwa listrik menjadi kebutuhan paling mendesak.
Afni mengatakan, ia baru mengetahui secara langsung kondisi Dusun Rimba Cempedak yang belum dialiri listrik. Ia berjanji akan memperjuangkan agar dusun tersebut segera mendapatkan akses listrik.
“Saya baru pertama kali datang ke Dusun Rimba Cempedak. Saya mendapat informasi dusun tua ini belum dialiri listrik. Insyaallah, saya bersama camat dan penghulu akan berjuang agar dusun ini secepatnya mendapatkan aliran listrik,” kata Afni.
Menurut Afni, upaya tersebut akan dilakukan dengan berkoordinasi ke tingkat provinsi. Ia juga akan bermohon kepada Gubernur Riau dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
Selain ketiadaan listrik, Afni juga mencungkil status lahan Dusun Rimba Cempedak yang berada di dalam kawasan PTPN VI. Padahal, dusun tersebut telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Yang paling penting adalah bagaimana status lahan ini. Dusun tua yang sudah ada jauh sebelum kemerdekaan ternyata berada dalam kawasan PTPN. Ini akan kita perjuangkan bersama jajaran dengan bermohon kepada PTPN VI agar desa tua ini dapat dilepaskan melalui mekanisme adendum dengan luasan tertentu,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Siak juga meninjau kawasan hutan alam di sekitar Dusun Rimba Cempedak yang masih terjaga. Pemerintah daerah menilai kawasan tersebut memiliki potensi lingkungan yang perlu dilindungi, seiring dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Dusun Rimba Cempedak, satu titik dusun kecil yang dihuni orang Melayu, yang selama ini tersembunyi. Kini, lewat Afni, tersembunyinya dusun itu mulai disingkap pelan-pelan. Hanya saja, keberadaan mereka dianggap di dalam kawasan perkebunan milik BUMN.
( Tribunpekanbaru.com/mayonal putra )