Camping di Lembah Ollon Toraja Yuk, Ini Panduan Menuju Ollon Menggunakan Angkutan Umum dari Makassar
January 16, 2026 07:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM - Lembah Ollon Toraja menjadi salah satu destinasi wisata alam yang kian diminati wisatawan.

Nah, pada long weekend akhir pekan ini, Jumat-Minggu (16-18/1/26), Lembah Ollon salah satu alternatif mengisi liburan. 

Lembah Ollon menawarkan hamparan savana hijau, perbukitan berlapis, serta aliran sungai yang membelah lembah sehingga sangat ideal untuk berkemah dan melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

Secara administratif, Lembah Ollon berada di Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Jaraknya sekitar 39 kilometer dari pusat Kota Makale, ibukota Tana Toraja, dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bagi wisatawan dari Makassar yang ingin berkunjung tanpa kendaraan pribadi, perjalanan dapat ditempuh menggunakan angkutan umum.

Dari Terminal Daya Makassar, bisa naik bus atau travel tujuan Tana Toraja dengan waktu tempuh sekitar 8–10 jam.

Tarif perjalanan berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per orang.

Setibanya di Tana Toraja, perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Bonggakaradeng menggunakan ojek atau angkutan lokal.

Dari Bonggakaradeng, pengunjung masih harus menempuh perjalanan sekitar 2–3 jam menuju Ollon dengan medan jalan pegunungan yang menantang.

Sementara bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, rute yang umum dilalui adalah Makassar–Barru–Enrekang–Toraja, kemudian mengikuti petunjuk arah ke Bonggakaradeng hingga tiba di Ollon.

Pengendara disarankan memastikan kondisi kendaraan prima karena jalur yang dilalui cukup berliku dan menanjak.

Pada Minggu (21/12/2025), reporter Tribun Toraja, Anastasya Saidong Ridwan, berkunjung langsung ke Lembah Ollon.

Sepanjang perjalanan, akses jalan tergolong cukup baik, meski setelah memasuki wilayah Bonggakaradeng masih ditemukan sejumlah ruas jalan rusak dan berlubang.

Beberapa titik juga dipenuhi material proyek drainase berupa kerikil dan pasir, sehingga pengendara perlu ekstra waspada.

Salah satu tantangan utama adalah “tanjakan cinta”, tanjakan curam sebelum jembatan kayu sederhana yang tersusun dari batang pinus.

Meski demikian, penunjuk arah menuju Ollon telah terpasang dengan cukup jelas sehingga memudahkan wisatawan.

Memasuki kawasan wisata, Ollon terbagi menjadi dua jalur utama.

Jalur kanan mengarah ke puncak Bukit Ollon dengan tanjakan tajam dan menjadi spot favorit untuk berfoto dengan latar perbukitan hijau dan aliran sungai.

Sementara jalur kiri mengarah ke savana yang relatif datar, dilengkapi gazebo, dan sering dimanfaatkan untuk camping serta bermain ATV.

Keindahan alam Ollon menjadi daya tarik utama.

Bukit-bukit hijau berundak, lembah luas, dan sungai jernih menciptakan suasana tenang yang cocok untuk berkemah.

Saat senja, wisatawan juga dapat menikmati panorama matahari terbenam dengan langit yang berubah warna di atas hamparan savana.

Salah seorang pengunjung, Priska Barrang, mengaku perjalanan yang menantang terbayar lunas dengan panorama alam Ollon.

“Perjalanannya memang cukup menguras tenaga karena banyak tanjakan dan turunan, tapi pemandangannya luar biasa,” ujarnya.

Dengan panorama alam yang masih asri dan suasana yang menenangkan, Lembah Ollon Toraja menjadi pilihan tepat bagi pencinta alam yang ingin camping, trekking, atau sekadar menikmati ketenangan di dataran tinggi Toraja.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.