Berubah Sikap, Guru Agus Saputra Akhirnya Laporkan Siswa Pelaku Pengeroyokan ke Polda Jambi
January 16, 2026 07:54 PM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Perkara Agus Saputra, guru dikeroyok siswa di SMK 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, memasuki babak baru.

Agus sebelumnya enggan melaporkan sejumlah siswa pelaku pengeroyokan ke polisi. Alasannya, para siswa itu merupakan anak didiknya dan secara psikologis butuh bimbingan.

Namun, Agus kemudian berubah sikap. Ia akhirnya melayangkan laporan ke Polda Jambi. 

Dalam laporan itu, Agus melampirkan barang bukti berupa hasil visum.

Guru mata pelajaran Bahasa Inggris itu sudah menjalani pemeriksaan hingga Kamis (15/1/2026) malam.

Lebih kurang 5 jam, Agus Saputra diperiksa sambil didampingi kakak kandungnya, Nasir.

Agus melaporkan aksi kekerasan dan penganiayaan yang dialaminya.

Agus mengaku mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya seperti muka, tangan dan punggung. Ia juga merasa trauma.

Kakak kandung Agus, Nasir mengatakan bahwa langkah hukum ini diambil karena adiknya merasa dirugikan terlebih secara mental setelah kasus ini viral di sosial media.

"Kondisi adik saya sedikit pusing, kita bikin laporan dari jam  empat sore. Adik saya dirugikan secara mental dan sikis terlebih di medsos. Karena kita warga negara kita berhak melapor," kata Nasir pada Kamis (15/1/2026) malam.

Ia mengatakan bahwa pasca kejadian Agus telah melakukan visum. Di mana ada beberapa luka lebam di tubuhnya yang juga akan menjadi bukti untuk pihak kepolisian.

"Sudah ada visum dan ada bekas lebam," ujarnya.

Sementara itu, Agus yang juga hadir ke Polda Jambi enggan memberikan banyak komentar atas kejadian ini.

Diketahui laporan tersebut ditujukan ke beberapa siswa dalam video yang viral di sosial media. Nasir mengatakan ada lebih dari satu orang yang dilaporkan.

Siswa Minta Maaf

Update terakhir video viral pengeroyokan guru SMK oleh siswanya, Ketua OSIS SMKN 3 Berbak menyampaikan permintaan maaf.

Selain permintaan maaf, Ketua OSIS itu menyebutkan jika para siswa meminta guru yang ada dalam video viral dipindahkan.

"Di sini saya sebagai Ketua OSIS di SMK 3 Tanjung Jabung Timur ingin menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat, dengan tersebarnya video pengeroyokan terhadap guru," kata dia.

Sebut Agus Kerap Menindas

Kata perwakilan siswa itu, pengeroyokan itu terjadi karena guru sering menindas siswanya.

"Hal tersebut terjadi karena oknum tersebut sering  menindas kami di SMK Negeri 3 Tajung Jabung Timur," lanjutnya.

"Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain, karena kami tidak nyaman beliau ada di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini," ujarnya.

Awal Mula Kejadian

Insiden pengeroyokan guru bermula pada Selasa pagi (13/1/2026). Saat itu, Agus yang sedang berjalan di lingkungan sekolah merasa dilecehkan secara verbal oleh salah seorang siswa.

Ia mendengar kata-kata yang dianggap sangat tidak sopan dan merendahkan martabatnya sebagai tenaga pendidik. 

Menurutnya, siswa tersebut sedang mengikuti mata pelajaran olahraga.

"Guru olahraganya juga ada pada saat itu. Pada saat itu juga saya datang ke kelasnya. Saya tanya, siapa yang meneriakkan saya dengan kata-kata yang tidak pantas itu," katanya.

Dia menuturkan, secara refleks, satu di antara siswa tersebut mengaku.

"Refleks dia bilang saya, kemudian saya tampar satu kali," tuturnya.

Agus menjelaskan, pada jam istirahat dirinya ditantang kembali oleh siswa tersebut.

Kejadian tersebut berlarut hingga pukul 13.00 sampai 16.00 WIB.

"Terjadi mediasi sebelum ada pengeroyokan terhadap saya. Saya sudah berusaha tenang. Pada saat itu saya masih berada di dalam kantor dengan ada CCTV sebagai pembuktian," jelasnya.

Agus menerangkan, saat mediasi, dirinya menanyakan apa keinginan siswa.

"Mereka minta agar saya meminta maaf untuk hal yang tidak saya lakukan. Kemudian saya memberi alternatif kepada mereka," terangnya.

"Saya minta mereka membuat petisi, kalau seandainya mereka tidak menginginkan saya lagi untuk mengajar di sana. Atau, mereka mengubah perangai mereka menjadi lebih baik lagi dari sekarang," sambungnya.

Agus menambahkan, dirinya sempat diajak komite sekolah seusai mediasi.

"Saya diajak komite masuk ke ruang kantor, di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh anak kelas 1, kelas 2, kelas 3," ucapnya.

Dia mengatakan, kejadian tersebut segera diamankan aparat keamanan.

"Ada aparat datang ke tempat saya, alhamdulillah kooperatif dengan segala macam, tentunya guru-guru juga ada yang membantu," katanya.

Akibat kejadian tersebut, Agus mengaku mengalami cedera di beberapa bagian tubuhnya.

Dia menegaskan, dirinya tidak menganiaya siswa tersebut. 

"Jadi, mungkin nanti bisa dilihat saya dikeroyok saja. Saya tidak melawan dan tidak membalas mereka, boleh cek di videonya, saya hanya membela," terangnya. (*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.