BANGKAPOS.COM - Veri Waldi (22), seorang pelaku begal payudara di Pangkalpinang akhirnya ditangkap polisi usai 18 kali beraksi.
Veri ditangkap di tempat kerjanya di kawasan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, setelah terlibat dalam belasan aksi begal payudara yang meresahkan warga.
Belakangan terungkap, pelaku yang bekerja sebagai petugas satuan pengamanan (satpam) yang bernama Veri ini punya modus mengincar wanita cantik yang baru keluar dari minimarket.
Polisi menyebtu penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban pada 12 November 2025 lalu.
Pelaku dilaporkan melakukan tindak pidana pencabulan dengan kekerasan.
Berdasarkan pengakuannya, pelaku biasanya beraksi saat dalam perjalanan pulang kerja menggunakan sepeda motor.
Ia mendekati korban secara tiba-tiba, meremas payudara korban dengan tangan kanan secara paksa, lalu langsung melarikan diri.
18 Kali Sejak 2022
Dalam konferensi pers di Aula SAR, Kamis (15/1/2026) sore, Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, mengungkapkan bahwa pelaku telah beraksi di banyak tempat.
"Kami mengungkap 18 TKP (Tempat Kejadian Perkara) tindak pidana pencabulan, di depan umum dengan cara modus melakukan begal payudara," kata Kombes Pol Max Mariners.
Meski sempat terkendala minimnya alat bukti dan identitas pelaku karena korban sering kali tidak sempat melihat wajah pelaku di tengah kondisi jalan yang sepi, tim kepolisian akhirnya berhasil mengidentifikasi tersangka sebagai Veri Waldi alias Veri (22), warga Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah.
"Awal mula laporan polisi itu ada dua laporan polisi sudah dilaporkan oleh korban ke Polresta Pangkalpinang, memang pelaku ini mengincar target seorang wanita dan modusnya ketika di jalan sepi korban dibuntuti hingga pelaku mendekati korban dan memeras payudara korban," ungkap Kapolresta.
Modus dan Motif Pelaku
Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap fakta mengejutkan bahwa pelaku sudah melakukan aksi bejatnya selama bertahun-tahun dengan kriteria korban tertentu.
"Pelaku mengakui perbuatannya di 18 TKP, dia melakukannya sejak tahun 2022 dan pelaku suka atau menyukai wanita cantik dan mempunyai payudara yang sedikit montok sehingga mengundang birahi pelaku melakukan hal itu," jelas Kombes Pol Max.
Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai security di sebuah gudang ini mengaku sering mengincar wanita yang baru keluar dari minimarket dan melancarkan aksinya di tempat sepi pada malam hari.
Bahkan, ada korban yang menjadi sasaran hingga berkali-kali.
"Ada korban yang dibegal pelaku sebanyak 6 kali, rata-rata korbannya wanita semua dan pelaku merupakan security yang bertugas di salah satu gudang di Pangkalpinang," tegasnya.
Meski mengaku sempat merasa menyesal setelah beraksi, hasrat menyimpang tersebut membuatnya terus mengulangi perbuatannya.
Kini, Veri beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Pangkalpinang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. (bangkapos.com/ Adi Saputra)