Jejak Capt Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR 400 Berfoto Seragam Patroli Laut Kementerian Kelautan
January 17, 2026 09:20 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS -- Rekam rekam Capt Andy Dahananto pilot pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport.

Capt Andy Dahananto menerbangkan pesawat ATR 400 dari Yogyakarta menuju Makassar Sabtu (17/1/2026).

Belum sempat mendarat di tujuan, pesawat ATR 400 dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 13.00 Wita.

PADa 17 Desember 2025, tepat sebulan lalu, Capt Andy Dahananto berfose mengenakan seragam Patroli Laut logo Kementerian Kelautan dan Perikanan di kabin pilot PK-THT, pesawat yang loss contact di pegunungan Bulusaraung, perbatasan Pangkep-Maros dan Bone

Penelusuran Tribun Timur, Capt Andy Dahananto arek Suroboyo.

Ia lulusan Juanda Flying School Surabaya.

Adapun pendikan menengah ditempuh di SMA 66 Jakarta.

Capt Andy Dahananto pilot senior berumur 52 tahun dan penyuka anjing.

Di laman Facebooknya, tanggal 17 Desember 2025, dia berfoto dengan seragam Patroli Udara. 

Tercatat, pesawat dengan nomor lambung PK-THT, ATR _ 400 ini, sudah dipiloti sejak 2016 atau 10 tahun lalu.

Ia tercatat sebagai kapten surveylance Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebulan sebelum pesawat yang diterbangkan hilang kontak, Capt Andy Dahananto sempat mengunggah foto di akun Facebook miliknya pada 17 Desember 2025 lalu.

Andy Dahananto bersama 7 kru lainnya serta 3 penumpang berangkat dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta menuju Kota Makassar.

Pesawat ATR 400 dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 Wita.

Pesawat ATR 400 yang dipiloti Andy Dahananto dilaporkan hilang kontak di Wilayah Leang Leang, Kabupaten Maros.

Dilansir dari laman resmi Indonesia Air, Andy Dahananto menjabat sebagai Direktur Operasi sejak Juni 2019.

Ia merupakan lulusan dari Juanda Flying School, pada tahun 1987.

Saat ini tim gabungan terus berjuang mencari pesawat ATR 400 dan para penumpang dan kru.

Area pencarian pesawat ATR  42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar diperluas, Sabtu (17/1/2026). 

Pesawar ini awalnya terakhir kontak di Kelurahan Leang-leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Perluasan area pencarian dilakukan setelah diterimanya laporan dari masyarakat terkait penemuan serpihan di Puncak Gunung Bulusarang, Kabupaten Pangkep.

"Namun kami belum bisa memastikan apakah serpihan tersebut adalah ATR yang hilang kontak ini," bebernya.

Sekitar 400 personel gabungan telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian di Bulu Saraung maupun di Leang-leang.

"Posko tetap disini, karena titik merah yang kami cek pertama, kalau kita lihat memang tersambung jalurnya dengan bulu saraung," tutupnya.

Selain penyisiran darat, pencarian juga dilakukan menggunakan drone.

“Kami sudah melakukan pencarian menggunakan drone. Selain itu, ada keterangan dari warga yang mengaku mendengar suara dengungan di sekitar lokasi,” ungkap Andi Sultan.

Namun, kondisi cuaca menjadi kendala dalam proses pencarian.

“Saat drone diterbangkan, kabut cukup tebal dan disertai hujan sehingga menghalangi jarak pandang. Kami menunggu cuaca membaik untuk kembali mendekat ke titik koordinat terakhir,” katanya.

Ia mengatakan, jarak dari posko menuju titik terakhir lost contact diperkirakan sekitar 16 kilometer dengan medan pegunungan.

“Medannya cukup berat, kawasan pegunungan, estimasi waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam dari posko,” ujarnya.

Selain tim darat dan drone, TNI Angkatan Udara juga ikut membantu pencarian dengan mengerahkan helikopter.

“Dari TNI AU melakukan pencarian udara menggunakan helikopter,” tambahnya.

Sebelumnya, Data manifest penerbangan pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya dirilis, Sabtu (17/1/2026).

Total penumpang tercatat mencapai 11 orang di dalam pesawat ini.

Berdasarkan manifest yang beredar, pesawat tersebut membawa delapan kru penerbangan dan tiga penumpang.

Delapan kru penerbangan terdiri atas Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya, yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita sebagai awak kabin, dan Esther Aprilita S. yang juga bertugas sebagai awak kabin.

Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifest masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.