Salah Satu Penumpang Pesawat Hilang di Maros Ternyata Warga Bekasi, Begini Kondisinya
January 18, 2026 12:51 PM

Laporan Wartawan Tribunbekasi Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI---- Salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) ternyata warga Bekasi. 

Penumpang itu bernama Ferry Rawan yang juga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ferry menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Keluarga Ferry masih menantikan kabar terbaru setelah dikabarkan menjadi salah satu penumpang.

Pantauan Tribun Bekasi pada Minggu (18/1/2026), sejumlah kerabat berkumpul di kediaman orangtua Ferry di Jalan H. Kunen, RT 04 RW 05, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan, sejumlah warga tengah memasang tenda di jalanan depan rumahnya.

Sejumlah kerabat maupun tamu pun silih datang ke rumah orangtua Ferry.

Seorang kerabat Ferry, Tohorin (50) mengungkapkan, sejak semalam keluarga berdatangan, termasuk dari Wakil Menteri KKP datang ke rumah orangtua Ferry.

Selain dikabarkan melalui telepon, dari KKP juga datang mengabarkan langsung.

"Iya sudah dapat informasi dihubungi dari KKP bahwa saudara Ferry ikut dalam pesawat yang dikabarkan hilang kontak," katanya saat diwawancarai pada Minggu (18/1/2026).

Ia menyebut, keluarga masih berharap ada keajaiban terkait kondisi Ferry. Sehingga, keluarga belum memasang bendera kuning karena menunggu kepastian dari kementerian.

Untuk pemasangan tenda agar tamu yang datang tidak kehujanan.

"Iya tenda dipasang karena kondisinya kan hujan terus tamu banyak yang datang biar tidak kehujanan," jelasnya.

Ferry Irawan merupakan analis kapal pengawas pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sejak 2024. 

Saat kejadian, ia bersama dua pegawai KKP lainnya menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara di wilayah pengelolaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain Ferry yang berpangkat Penata Muda Tingkat I, dua pegawai KKP lain di dalam pesawat yakni Deden Mulyana (Penata Muda Tingkat I), pengelola badan milik negara, serta Yoga Noval, operator foto udara.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport bernomor registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto Jogjakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel, Sabtu (17/1/2026), pukul 13.17 Wita.

Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan bertolak dari Yogyakarta menuju Makassar. 

Baca juga: Sempat Dikabarkan Hilang, Pesawat ATR 42-500 Disebut Ditemukan di Kaki Gunung Bulusaraung Pangkep

Informasi awal menyebutkan pesawat mengangkut 10 orang yang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang, dengan pilot in command Capt Andy Dahananto. 

Namun viral salah satu pendaki merekam serpihan pesawat di atas gunung.

Pendaki itu merekam potongan terpihan pesawat yang terbakar.

Tim BPBD Pangkep menerjunkan 6 anggota ke lokasi pesawat.

"Tim sudah berangkat sejak satu jam yang lalu," kata Herianti Tualle dari BPBD Pangkep.

“Kami menuju ke lokasi (diduga tempat hilang kontak pesawat) di sekitaran Leang Leang, Maros. Sudah diberangkatkan 5 orang pertama untuk assesment, kemudian kedua 15 orang lagi. Kemudian 40 orang sesuai potensi yang ada," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Basarnas juga menerbangkan 1 drone untuk pencarian.

Informasi diterima Basarnas dari Kantor Pelayanan Navigasi, AirNav Indonesia Cabang MATSC, di Makassar, pesawat tersebut hilang kontak di titik koordinat 04*57’08” S 119*42’54”E.

Pesawat mengangkut 3 penumpang dan 8 kru.(MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.