Sejarah Nasi Rames, Kuliner Populer di Solo yang Konon Pernah jadi Makanan Pemersatu saat Penjajahan
January 18, 2026 02:12 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Nasi rames merupakan salah satu kuliner yang terkenal di Solo, Jawa Tengah.

Meski tampil sederhana, sepiring nasi rames menyimpan kekayaan rasa sekaligus sejarah yang panjang.

Hingga kini, asal-usul pasti nasi rames memang belum tercatat secara jelas, namun sejumlah teori menarik mencoba menjelaskan kemunculannya.

Baca juga: Tahok Pak Citro, Kuliner Khas Tionghoa Saksi Sejarah Bandar Dagang Pasar Gede Solo

Asal-Usul Nasi Rames yang Masih Misterius

Tidak adanya catatan sejarah tertulis membuat nasi rames kerap disebut sebagai kuliner rakyat yang tumbuh secara alami.

Hidangan ini dipercaya berasal dari Jawa Timur, lalu menyebar luas ke berbagai daerah di Indonesia seiring mobilitas masyarakat dan berkembangnya budaya makan di warung.

Salah satu teori paling populer menyebutkan bahwa istilah “rames” berasal dari singkatan bahasa Jawa, yaitu ora mesti, yang berarti “tidak mesti” atau “tidak selalu sama”.

Maknanya, nasi rames adalah nasi putih yang disajikan dengan lauk pauk yang fleksibel dan bisa berbeda-beda setiap hari, tergantung ketersediaan.

Baca juga: Sejarah Kolak Biji Salak, Takjil Populer di Solo yang Ternyata Ada Kaitan dengan Kisah Nabi Musa AS

Teori ini dianggap masuk akal karena hingga kini konsep nasi rames memang identik dengan kebebasan memilih lauk, mulai dari ayam, telur, tempe, tahu, sambal, hingga sayur pendamping.

Lontong opor dan Nasi Langgi di Warung Mbah Bhet di Wonogiri.
KULINER LEGENDARIS - Nasi Langgi di Warung Mbah Bhet di Wonogiri. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Jejak Nasi Rames di Masa Penjajahan Belanda

Teori lain menyebut nasi rames mulai dikenal luas pada masa penjajahan Belanda.

Pada masa itu, masyarakat dari berbagai latar belakang budaya berkumpul di Indonesia.

Dibutuhkan sebuah hidangan praktis yang dapat diterima banyak selera.

Baca juga: Sejarah Sego Gudang, Kuliner Legendaris dari Klaten yang Hadir dalam Berbagai Ritual

Nasi dengan beragam lauk dianggap sebagai solusi tepat karena mampu menyesuaikan cita rasa masing-masing individu.

Dari sinilah konsep nasi rames sebagai hidangan “serba ada” diyakini mulai berkembang.

Nasi Rames di Masa Kini

Hingga saat ini, nasi rames tetap menjadi favorit masyarakat Indonesia.

Hidangan ini mudah ditemukan, mulai dari warung makan sederhana, rumah makan padang, warteg, hingga restoran modern yang menyajikannya dengan sentuhan inovasi.

Popularitas nasi rames membuktikan bahwa kuliner ini mampu bertahan lintas generasi.

Bukan sekadar makanan pengganjal lapar, nasi rames telah menjadi simbol keberagaman budaya, kebersamaan, dan sejarah panjang bangsa Indonesia.

Baca juga: Sejarah Krengsengan, Kuliner Legendaris Solo yang Terinspirasi dari Belanda

Rekomendasi Nasi Rames di Solo

Bagi pencinta nasi rames di Solo, Warteg Bolodewe bisa menjadi pilihan menarik.

Salah satu menu andalannya adalah Nasi Rames Bali dengan sambal matah yang dikenal pedas dan segar.

Di sini tersedia beragam varian nasi rames, seperti Rames Solo, Rames Bali, Rames Tegal, Rames Padang, hingga Nasi Langgi Solo.

Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, mulai dari Rp18 ribu hingga Rp25 ribu.

Warteg Bolodewe berlokasi di  Jl. MT Haryono No. 15, Manahan, Banjarsari, Solo.

Buka setiap hari pukul 07.00–23.00 WIB.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.