TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Hujan deras yang terus-menerus mengguyur kawasan di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sejak kurun waktu sepekan terakhir. Dampaknya, masyarakat yang tinggal di dibantaran Sungai Komering harus waspada.
Yang terbaru, sejumlah rumah di kawasan Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, OKI kebanjiran.
Pantauan di lapangan luapan air sungai mulai memasuki pemukiman rumah masyarakat dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter.
Dikatakan Lurah Kedaton, Ahmad Deni tinggi muka air (TMA) Sungai Komering menyentuh angka 12,00 mdpl.
Kenaikan berdampak langsung dengan aktivitas masyarakat dan puluhan rumah dekat dengan bibir sungai mulai tergenang luapan air.
"Hingga saat ini, sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) diwilayah RT 06 dilaporkan mulai terdampak oleh luapan air. Kami terus memantau perkembangan di titik tersebut," ungkap Ahmad Deni saat meninjau langsung lokasi Minggu pada (18/1/2026) siang.
Baca juga: BNPB Salurkan Bantuan Perahu Karet Hingga Sembako ke Korban Banjir di OKI
Baca juga: Banjir di 11 Desa Lempuing OKI Surut, Petugas Kesehatan Diminta Siaga, Warga Mulai Bersihkan Rumah
Dalam upaya antisipasi potensi kenaikan air secara tiba-tiba, tim gabungan Kelurahan Kedaton melakukan patroli menyisir daerah aliran sungai (DAS) Komering.
Menurutnya, patroli bertujuan mengecek kondisi bantaran sungai dan memastikan kesiapsiagaan warga menghadapi kemungkinan evakuasi.
"Status siaga 1 ditetapkan karena intensitas hujan masih cukup tinggi. Ada potensi kenaikan permukaan air secara mendadak, sehingga monitoring langsung ke titik-titik rawan menjadi prioritas saat ini," ungkapnya.
Meski genangan sudah mulai memasuki pemukiman di beberapa titik, pihak kelurahan menyatakan situasi secara umum terkendali.
"Belum ada laporan warga mengungsi, namun masyarakat diimbau untuk tetap siaga, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas lebat," tandasnya.
Selain Kelurahan Kedaton, beberapa daerah lainnya yang berada di Kecamatan Kayuagung juga diminta untuk terus waspada dan berhati-hati. Karena ketinggian air sungai Komering sewaktu-waktu dapat meningkat.
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com