Pramugari Florencia Wibisono, Baru 3 Bulan Tugas di ATR 42-500, Rencana Menikah dengan Pilot ‎
January 18, 2026 08:22 PM

‎TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini sosok Florencia Lolita Wibisono.

Ia merupakan pramugari di pesawat ATR 42-500.

Diketahui pesawat tersebut dilaporkan mengalami insiden jatuh di wilayah Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kabar Florencia Lolita Wibisono dinantikan pihak keluarga.

Keluarga menantikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden pesawat tersebut.

Bagaimana sosok Ollen, panggilan akrab Florencia, Simak selengkapnya di sini.

Sosok Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang mengalami insiden jatuh.

Ollen dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan.

‎Florencia atau Olen, sapaan akrabnya, diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport. 

‎Informasi tersebut disampaikan oleh Ramos, anggota keluarga Florencia, saat ditemui di rumah orang tua korban di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).

‎“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos saat diwawancarai.

‎Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

‎“Kurang lebih 13 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos.

‎Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Olen juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung. 

‎Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior.

‎“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” sambungnya.

‎Hingga kini, pihak keluarga masih menantikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden pesawat tersebut.

‎Florencia Lolita Wibisono merupakan salah satu kru pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Suasana rumah keluarga Florencia

‎Suasana penantian tampak terlihat di rumah keluarga Florencia Lolita Wibisono, salah satu kru pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang mengalami insiden jatuh saat mengudara.

‎Pantauan di lokasi pada Minggu (19/1/2026) pukul 14.00 Wita, rumah tersebut berada di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Florenciimur, Kabupaten Minahasa.

‎Saat tim tiba dilokasi, suasana di bagian luar rumah tampak sepi.

‎Di bagian teras, ada beberapa sepeda motor yang terparkir. 

‎Sementara di dalam rumah, beberapa anggota keluarga terlihat berkumpul.

‎Ada yang di ruang tamu, ada juga di ruang tengah.

Mereka terlihat saling berkomunikasi.

‎Rumah tersebut diketahui milik orang tua Florencia, Nelce Maramis. 

‎Lokasinya berada sekitar 100 meter dari Gedung Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Baitani Taler.

‎Salah satu anggota keluarga, Ramos (48), menyampaikan bahwa kedua orang tua Florencia telah berangkat menuju Bandara Sam Ratulangi Manado untuk melanjutkan perjalanan ke Makassar.

‎“Tadi sekitar jam satu siang, mereka sudah berangkat, karena ada informasi pihak keluarga dipanggil untuk menuju ke sana,” ungkap Ramos.

‎Ia mengatakan, hingga saat ini pihak keluarga masih menunggu informasi resmi terkait kondisi Florencia, yang akrab disapa Olen.

‎“Kami tetap berharap, sambil menunggu informasi resmi dari pihak berwajib,” ujarnya.

‎Diketahui sebelumnya, Florencia Lolita Wibisono merupakan salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport dengan rute Yogyakarta-Makassar yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

‎Nama Florencia tercantum dalam daftar kru pesawat tersebut.

Rencana menikah

‎Informasi terbaru kembali terungkap terkait Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami insiden jatuh di Sulawesi Selatan.

‎Florencia diketahui telah memiliki rencana untuk menikah.

‎Hal tersebut diungkapkan oleh Yanti (46), salah satu anggota keluarga, saat ditemui di rumah keluarga korban di Tondano, Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).

‎“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti.

‎Menurutnya, calon pasangan Florencia atau Olen, sapaan akrabnya, diketahui berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.

‎Meski demikian, pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Olen, seiring proses pencarian yang masih berlangsung.

‎“Kami tetap berharap Olen bisa segera ditemukan,” ucap Yanti.

‎Diketahui, Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun.

‎Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.

Tim temukan serpihan

‎Tim gabungan pencarian badan dan korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 bernomor registarasi PK-THT berhasil menemukan serpihan badan pesawat pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026) pagi.

Data penemuan itu dilaporkan pada pukul 08.30 WITA.

Sementara itu belum ada kabar penemuan 10 kru dan penumpang.

Berdasarkan konferensi pers pada Minggu 18 Januari 2026 siang di Media Center, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel, serpihan Pesawat ATR 42-500 ditemukan.

“Serpihan jendela, ekor, badan pesawat. Ditemukan di sebelah utara, barat, selatan lokasi koordinat pencarian. Temuannya berpencar,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, M Arif.

Lokasi penemuan di sekitar 04°55’45,2” S 119°4'52,91”E.

“Tim Pasgat TNI AU berjumlah 6 orang melakukan air landed di puncak untuk menjangkau serpihan yang ditemukan,” kata Arif di akhir konferensi pers.

Konferensi pers ini juga dihadiri Capt Edwin dari Direksi Indonesia Air Transport, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Minggus ET Ganduguai, Dankodaeral VI, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Ini merupakan konferensi pers pertama yang dihadiri pemimpin stakeholders terkait.

Namun, dalam konferensi pers itu, belum ada kabar penemuan korban.

Pesawat yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan ini mengangkut 10 orang yang terdiri 7 crew dan 3 penumpang.

Data kru dan penumpang:

 1.⁠ ⁠Capt Andy Dahananto

 2.⁠ ⁠SIC FO M Farhan Gunawan

 3.⁠ ⁠FOO Hariadi

 4.⁠ ⁠EOB Restu Adi P

 5.⁠ ⁠EOB Dwi Murdiono

 6.⁠ ⁠Flight attendant Florencia Lolita

 7.⁠ ⁠Flight attendant Esther Aprilitas

 8.⁠ ⁠Deden dari KKP

 9.⁠ ⁠Ferry dari KKP

10.⁠ ⁠Yoga dari KKP

Sebelumnya, sebuah pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat dalam penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT itu diketahui mengangkut 10 orang yang terdiri dari awak dan penumpang.

Pesawat turboprop tersebut selama ini digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung kegiatan patroli maritim.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian sekaligus verifikasi di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

Basarnas menegaskan bahwa fokus utama operasi saat ini adalah menemukan titik pasti keberadaan pesawat serta memastikan kondisi seluruh awak dan penumpang.

Proses pencarian dihadapkan pada tantangan medan yang sulit, mengingat lokasi didominasi kawasan pegunungan dan hutan lebat.

Berdasarkan data awal AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, dengan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53) tahun ini berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung perbatasan Maros - Pangkep dan Bone.

Gunung Bulusaraung ketinggian 1.353 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL).

Kawasan ini berjarak sekitar 21 km sebelah timur Pangkajene, ibu kota Pangkep dan sekitar 26 km tenggara Maros. 

Kawasan ini masuk Taman Nasional Bantimurung dan hutan vegetasi basah Karaengta.

Akses ke kawasan pendakian favorit anak pencinta alam ini bisa dari kawasan Leang-leang, Jalan Poros Maros - Bone. 

Dari Pangkep bisa diakses dari Jalan Poros Makassar-Pangkep km 49, melewati eks Pabrik Semen Tonasa 1 di Balocci ke timur.

(TribunManado.co.id)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.