Sosok Ferry Irawan, Warga Bogor Korban Pesawat ATR 42-500, Baik dan Aktif Bergaul di Masyarakat
January 18, 2026 09:17 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Ferry Irawan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu korban pesawat ATR 42-500 ternyata warga Komplek Perumahan Mina Bhakti Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Sampai saat ini kabar Ferry yang menjadi korban pesawat masih belum jelas.

Berdasarkan data yang dihimpun, Ferry sendiri merupakan kelahiran bulan Februari tahun 1985 atau saat ini berusia 40 tahun.

Dalam data yang dilihat, dia bertugas sebagai Analis Kapal Pengawas di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Meski begitu, Sosok Ferry sendiri masih dikenang walaupun ia sendiri saat ini sibuk dipekerjaannya.

Ketua RT 006 Perumahan Mina Bhakti Ari Fakhrizal mengatakan, Ferry sendiri merupakan sosok yang baik dan aktif bergaul.

“Pak Ferry adalah orang yang baik yang selama ini bergaul di wilayah kami. Ia juga aktif bermasyarakat,” kata Ari kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (18/1/2026).

Namun, semenjak bekerja di KKP, Ferry sudah jarang bergaul.

Hampir setiap minggu, sambung Ari, ia pergi keluar daerah.

“Jadi untuk bertemu juga agak kurang dengan kami. Paling liburan aja kaya Minggu itupun sorenya udah berangkat lagi,” ujarnya.

Sebelum diangkat sebagai pengawas, Ferry sangat aktif di masyarakat.

Pada perayaan Idul Adha beberapa tahun ke belakang, Ferry sendiri pernah menjadi sebagai Ketua Panitia Kurban.

“Cuma tadi pas diangkat jadi pengawas agak berkurang,” ujarnya.

Ia berharap, Ferry segera ditemukan pasca menjadi korban.

“Kami sangat berharap mudah mudahan dalam kondisi apapun kami sebagai tetangga dekat sangat berharap bisa ditemukan,” tandasnya.

Baca juga: Chat Terakhir Deden Sebelum Jadi Korban Pesawat ATR Jatuh, Ayah Nangis: Mudah-mudahan Ada Keajaiban

Diketahui sebelumnya, Ferry Irawan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu korban pesawat ATR 42-500.

Pesawat ini ditumpangi Ferry bersama beberapa orang lainnya dan hilang kontak di Maros Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026) kemarin.

TribunnewsBogor.com pun pada Minggu (18/1/2026) menelusuri kediaman Ferry.

Ferry sendiri ternyata merupakan warga yang tinggal di Komplek Perumahan Mina Bhakti, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Rumahnya sendiri berada di ujung komplek tepatnya di wilayah RT 006 RW 003.

Rumah Ferry bernomorkan 150 dengan cat warna abu-abu yang luntur serta gerbang berwarna hitam.

Lampu rumah ini menyala namun terlihat tidak ada aktifitas sama sekali.

Beberapa barang terlihat berceceran dilantai dekat pintu rumah.

Kabar Ferry menjadi salah satu korban pesawat ternyata sudah didengar warga dan juga Ketua RT setempat Ari Fakhrizal.

Ari sendiri sudah mengetahui informasi ini.

“Informasi yang kami dapatkan itu di Hari Sabtu malam. Dari petinggi KKP disini yang kebetulan tetangga kami disini. Kebetulan di komplek kami itu berisi beberapa pegawai KKP. Jadi informasinya cepat,” kata Ari kepada TribunnewsBogor.com di Komplek Mina Bhakti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.