TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah proses evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, sebuah temuan benda berwarna oranye sempat memicu harapan besar pada Minggu (18/1/2026).
Banyak yang menduga benda tersebut adalah black box atau kotak hitam yang menjadi kunci misteri penyebab jatuhnya pesawat milik Indonesia Air Transport itu.
Namun, setelah diteliti lebih lanjut, fakta berkata lain.
Benda oranye mencolok tersebut bukanlah black box, melainkan ELT.
Lantas, apa itu ELT dan mengapa warnanya sangat mirip dengan kotak hitam?
Baca juga: 7 Mantan Pacar Aurelie Moeremans Sebelum Dinikahi Tyler Bigenho, Termasuk Marcello Tahitoe
Kabar penemuan black box sempat tersiar luas setelah konferensi pers digelar di Pos AJU Basarnas, Desa Tompobulu.
Komandan Korem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, awalnya sempat mengonfirmasi temuan perangkat krusial tersebut.
"Barusan saya tadi sudah menyampaikan bahwa dikonfirmasi telah ditemukannya black box," kata Rumbayan dalam konferensi pers, Minggu malam.
Namun, suasana seketika berubah saat pihak Basarnas Pusat melakukan pengecekan mendalam.
Meskipun warnanya sama-sama oranye terang, perangkat tersebut ternyata memiliki fungsi yang berbeda total dari alat perekam penerbangan.
"Tapi ternyata setelah dicek kembali, itu ternyata bukan black box walaupun warnanya sama," lanjut Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan dengan tegas.
Baca juga: 7 Pria Mantan Pacar Aurelie Moeremans: Roby Tremonti, Marcello Tahitoe hingga Giorgino Abraham
Benda oranye yang ditemukan tim SAR tersebut adalah ELT atau Emergency Locator Transmitter.
Jika black box bertugas merekam suara dan data mesin, ELT memiliki tugas "berteriak" meminta tolong.
ELT adalah pemancar sinyal darurat yang akan aktif secara otomatis saat pesawat mengalami benturan keras (crash).
Sinyal radio dari ELT inilah yang ditangkap oleh satelit untuk menuntun tim SAR menuju titik koordinat jatuhnya pesawat di tengah hutan lebat.
Mungkin banyak yang bertanya, kenapa namanya black box tapi warnanya oranye? Begitu pula dengan ELT.
Alasannya sangat sederhana namun vital, Visibilitas.
Warna oranye internasional (jingga terang) dipilih agar benda-benda penting ini mudah terlihat oleh mata manusia di tengah puing-puing pesawat, pepohonan hijau, atau tanah cokelat di area pegunungan seperti Bulusaraung.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)