Gerhana Matahari Total 'Abad Ini' 2 Agustus 2027, Bisa Disaksikan di Kota Medan
January 19, 2026 12:11 PM

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Beberapa sumber menyebutkan, bahwa fenomena alam gerhana matahari total yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027 termasuk fenomena yang berlangsung lebih lama.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Setyoajie Prayoedhie mengatakan, gerhana matahari total tersebut akan berlangsung selama 6 menit 23 detik.

Baca juga: Apa Itu Kabut Adveksi, Fenomena Alam yang Menyelimuti Bali, Simak Penjelasannya

Ketika fenomena alam ini terjadi pada puncaknya, maka wilayah yang terdampak akan berubah menjadi gelap.

"Secara teknis, Gerhana Matahari 2 Agustus 2027 adalah salah satu yang terlama, tapi bukan yang paling lama di seluruh abad ke-21," kata Setyoajie Prayoedhie, Minggu (18/1/2026) dikutip dari Kompas.com.

Setyo bilang, bahwa gerhana matahari total terlama ini sudah pernah terjadi di tahun 2009 lalu.

FENOMENA ALAM- Pada 2 Agustus 2027 nanti akan terjadi fenomena alam gerhana matahari total. Namun, di Indonesia tidak akan bisa dilihat atau disaksikan.
FENOMENA ALAM- Pada 2 Agustus 2027 nanti akan terjadi fenomena alam gerhana matahari total. Namun, di Indonesia tidak akan bisa dilihat atau disaksikan. (Pinterest/Ashtara)

Baca juga: 21 Desember Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Peringatan Soal Fenomena Alam

"Pemegang rekor Gerhana Matahari terlama di abad ini sebenarnya jatuh pada 22 Juli 2009 dengan durasi 6 menit 39 detik," terang Setyoajie.

Meski begitu, banyak orang menjuluki fenomena alam kali ini sebagai "Eclipse of the Century", karena hanya terjadi sekali dalam seumur hidup manusia.

"Gerhana tahun 2027 dijuluki 'Eclipse of the Century' bagi banyak orang karena merupakan gerhana dengan durasi lebih dari 6 menit yang melintasi daratan yang sangat luas dan mudah diakses, sehingga menjadikannya fenomena sekali seumur hidup yang sangat epik," jelas Setyoajie.

Baca juga: Fenomena Alam Langka Mirip Tornado Terjadi di Tengah Danau Toba, BMKG Silangit Berikan Penjelasan

Disaksikan di Kota Medan

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Setyoajie Prayoedhie mengatakan hanya ada beberapa wilayah di Indonesia yang dapat menyaksikan fenomena alam ini.

Satu diantara wilayah itu adalah Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: Tembagapura Papua Turun Hujan Salju, BMKG Sebut Ini Fenomena Alam Langka yang Terjadi di Indonesia

Selain Kota Medan, Aceh, Jakarta dan Sumatera Barat juga berpotensi bisa menyaksikan fenomena alam 'abad ini'.

"Bisa (disaksikan di Indonesia), tapi hanya sebagian kecil dan sangat tipis," ucapnya.

Tampilan Gerhana Matahari Total
Tampilan Gerhana Matahari Total (TRIBUN MEDAN/HO)

Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

  • Gerhana Matahari akan terlihat lebih signifikan dibandingkan wilayah lain.

Medan

  • Obscuration (penutupan) bisa mencapai sekitar 37 persen.

Jakarta

  • Gerhana ini akan sangat tipis (kurang dari 1 persen) dan terjadi tepat saat matahari terbenam atau sekitar pukul 17:52 WIB).

Akibatnya, akan sangat sulit untuk menyaksikan fenomena tersebut tanpa alat bantu dan ufuk barat yang sangat bersih.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di Indonesia bagian Timur tampaknya tidak dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari 2027 karena saat gerhana terjadi di pusatnya, wilayah tersebut sudah memasuki waktu malam hari.

(tribun-medan.com)

 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.