TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan ke Kabupaten Sleman yang menjadi wilayah paling terdampak akibat hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (17/1/2026).
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan, bantuan yang dikirimkan berupa paket logistik dan terpal sesuai dengan permintaan dari BPBD Kabupaten Sleman.
“Hanya 30 paket logistik dan 25 terpal sesuai permintaan Sleman, kami kirimkan ke Pusdalops Sleman di Pakem,” ujar Agustinus.
Agustinus menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi sejak sekitar pukul 14.00 WIB hingga malam hari tersebut mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik.
Dari seluruh kabupaten dan kota di DIY, Kabupaten Sleman mencatat dampak paling luas.
“Ada 91 titik terdampak di 2 kapanewon yakni Pakem dan Cangkringan,” bebernya.
Dampak bencana di Sleman meliputi 65 pohon tumbang, 11 akses jalan terganggu, 3 jaringan listrik rusak, 64 rumah rusak, 2 unit mobil rusak, 2 pos ronda terdampak, serta 3 kandang ternak mengalami kerusakan.
Meski demikian, BPBD DIY menyatakan kondisi di wilayah tersebut saat ini telah aman dan terkendali.
“Saat ini sudah mandali (aman terkendali),” paparnya.
Selain Sleman, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD DIY, di Kabupaten Gunungkidul terjadi tanah longsor pada tebing di Bolang RT 05/RW 06, Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus. Kejadian tersebut mengancam tiga rumah dengan total enam jiwa.
“Tagana Dinsos Gunungkidul melakukan assesmen dan suplai logistik serta kerja bakti oleh warga,” ujar Agustinus.
Di Kabupaten Kulon Progo, terdapat dua titik tanah longsor di Kapanewon Samigaluh yang berdampak pada saluran irigasi di pinggir Jalan Provinsi Girimulyo.
Kejadian tersebut mengancam satu rumah warga dan berpotensi terjadi longsor susulan.
“Pohon tumbang di Kokap menimpa rumah warga. BPBD sudah menyalurkan logistik,” tandasnya.
Sementara itu, di Kabupaten Bantul, tebing longsor menyebabkan batu berukuran besar menutup jalan raya dan mengganggu akses jalan di Banjarrejo 2, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo.
Proses evakuasi di lokasi tersebut membutuhkan alat pemecah batu.
Adapun di Kota Yogyakarta, BPBD mencatat kejadian di tiga kemantren, yakni Gedongtengen, Tegalrejo, dan Gondokusuman.
Dampak yang ditimbulkan meliputi satu pohon tumbang, empat kejadian tanah bergerak berupa tebing dan talud, serta satu rumah tergenang air.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, BPBD DIY mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta memahami langkah-langkah evakuasi jika diperlukan, memastikan saluran air di lingkungan rumah bebas dari sampah, serta melakukan pemangkasan dahan pohon yang berpotensi membahayakan.