Pemkot Malang Siap Distribusikan Becak Elektrik, Nantinya akan Dikolaborasikan dengan PHRI
January 19, 2026 03:35 PM

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang dijadwalkan akan mendistribusikan 200 becak elektrik kepada pengemudi pada 20 Januari 2026, Selasa, besok.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi menjelaskan becak elektrik tersebut merupakan pemberian Prabowo Subianto secara pribadi. 

Baca juga: Dinsos Kota Malang Verifikasi 100 Calon Pengemudi Becak Elektrik

Baihaqi mengatakan, alokasi dana yang digunakan untuk pengadaan becak elektrik merupakan uang pribadi presiden Prabowo Subianto.

"Besok didistribusikan ke pengemudi. Rencananya di Balai Kota Malang," ujar Baihaqi pada SURYAMALANG.COM, di sela-sela sosialisasi pengoperasian becak elektrik kepada para calon penerima di Islamic Centre, Senin (19/1/2026).

"Ini bukan APBN atau APBD, pemberian pribadi dari Prabowo Subianto," jelasnya.

Becak elektrik diharapkan dapat membantu para pengemudi meningkatkan pendapatan mereka. 

 

Didorong Bentuk Paguyuban

Disporapar juga akan mendorong para pengemudi becak elektrik untuk membentuk paguyuban. 

Paguyuban itu akan dikolaborasikan dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang.

Tujuannya, agar memudahkan akses wisatawan menjangkau becak elektrik.

"Jadi kalau ada wisatawan ingin naik becak elektrik, hotel bisa langsung menghubungi paguyuban," ujar Baihaqi.


Baihaqi juga mengatakan akan mendampingi paguyuban.

Pengemudi akan dilatih untuk memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, termasuk diberi pembelajaran bahasa Inggris.

"Biasanya juga yang naik becak kan wisatawan mancanegara," terangnya. 

Para pengemudi becak akan mendapatkan masing-masing satu unit becak elektrik.

Becak yang sebelumnya mereka kemudian akan diserahkan ke Pemkot Malang. Baihaqi melarang becak lama dijual.

"Jadi tidak boleh dijual. Becak yang lama akan diserahkan ke Pemkot Malang," paparnya.

 

Berharap Pendapatan Naik karena Pengeluaran Bertambah untuk Listrik 


Madhuri, seorang pengemudi becak yang mengikuti sosialisasi di Islamic Centre mengungkapkan kebahagiaannya akan menerima becak elektrik.

Selama ini, ia sering melayani warga yang pergi atau pulang dari Pasar Kebalen.

"Kalau mengangkut wisatawan belum pernah," katanya.

Madhuri sudah mengemudi becak selama 30 tahun lebih.

Dalam sehari, biasanya ia menerima pemasukan antara Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu.

Ketika nantinya mengendarai becak elektrik, Madhuri berharap pendapatannya bisa bertambah.

Ia juga telah memperhitungkan pengeluaran listrik ketika mengoperasikan becak elektrik.

"Kan nanti ada penggunaan listrik, jadi bisa bertambah juga pengeluaran," ungkapnya.

Selama 30 tahun lebih mengemudi becak konvensional, Madhuri berharap kehadiran becak elektrik bisa menunjang pekerjaannya.

Baginya, yang terpenting adalah dapat meningkatkan pendapatan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. (Benni Indo)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.