Rahmat, mertua dari Deden Mulyana, pegawai KKP yang menjadi korban pesawat ATR 42-500, buka suara pada Minggu (18/1).
Menurut Rahmat, menantunya sempat menunjukkan perilaku berbeda tiga hari sebelum tragedi pesawat hilang.
Saat itu Deden berkunjung ke rumah dengan mengucapkan salam tak sepertia biasanya. Ketika ditanya apa yang terjadi, Deden hanya tersenyum tanpa memberikan penjelasan.