Harta Kekayaan dan Isi Garasi Wali Kota Madiun Maidi yang Terjaring OTT KPK
January 19, 2026 06:33 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Harta kekayaan dan isi garasi Wali Kota Madiun, Maidi.

Maidi kini terjerat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Madiun, Jawa Timur, pada Senin (19/1/2026). 

Penangkapan Maidi sudah dibenarkan oleh KPK.

Maidi yang memiliki gelar lengkap Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd, lahir di Kabupaten Magetan, 12 Mei 1961.

Baca juga: Wali Kota Madiun Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Diamankan, 9 Orang Dibawa ke Jakarta

Usianya kini 64 tahun.

 Saat ini, ia menjabat sebagai Wali Kota Madiun periode 2025-2030, bersama wakilnya, F Bagus Panuntun.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Madiun periode 2019-2024, berpasangan dengan Inda Raya Ayu Miko Saputri.

Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun dan didukung lima partai, yakni PDI-P, Demokrat, PAN, PKB dan PPP dalam Pilkada Madiun 2018.

PAN, PKB dan PPP dalam Pilkada Madiun 2018.

Riwayat Pekerjaan:

Guru Geografi SMAN 1 Madiun 1989-2002;

Kepala SMAN 2 Madiun 2002;

Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun, 7 Juli 2002;

Pj Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun, 7 Juli 2003;

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun, 6 Desember 2005;

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun 2006;

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun 2009- Februari 2018;

Walikota Madiun Periode 2019-2024.

Harta Kekayaan Wali Kota Madiun Maidi

Mengutip dari e-LHKPN KPK, Maidi diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 18.414.126.698.

Laporan harta kekayaan Maidi yang terbaru diterbitkan pada 1 September 2024.

Adapun rincian kekayaan Maidi yakni sebagai berikut seperti dilansir Tribunnews.com:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 16.074.000.000                                    

1. Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/126 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 235.000.000                                    

2. Tanah Seluas 481 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 1.200.000.000            

3. Tanah dan Bangunan Seluas 280 m2/54 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 450.000.000                                    

4. Tanah dan Bangunan Seluas 546 m2/401 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 845.000.000                                    

5. Tanah dan Bangunan Seluas 872 m2/600 m2 di KAB / KOTA MADIUN, WARISAN Rp 2.500.000.000                                    

6. Tanah dan Bangunan Seluas 346 m2/82 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000                                    

7. Tanah dan Bangunan Seluas 104 m2/60 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 145.000.000                                    

8. Tanah dan Bangunan Seluas 696 m2/600 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 2.300.000.000                         

9. Tanah dan Bangunan Seluas 472 m2/600 m2 di KAB / KOTA MADIUN, WARISAN Rp 1.875.000.000                                    

10. Tanah dan Bangunan Seluas 665 m2/240 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000                                    

11. Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/2250 m2 di KAB / KOTA MAGETAN, HASIL SENDIRI Rp 2.250.000.000                         

12. Tanah dan Bangunan Seluas 1140 m2/900 m2 di KAB / KOTA NGAWI, HASIL SENDIRI Rp 2.000.000.000                         

13. Tanah dan Bangunan Seluas 608 m2/400 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 400.000.000                            

14. Tanah Seluas 49 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 75.000.000

15. Tanah dan Bangunan Seluas 190 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 200.000.000                            

16. Tanah dan Bangunan Seluas 90 m2/80 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 70.000.000                              

17. Tanah dan Bangunan Seluas 349 m2/423 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 590.000.000                            

18. Tanah Seluas 364 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 89.000.000

19. Tanah dan Bangunan Seluas 185 m2/240 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000.

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 667.000.000                        

1. MOTOR, TOSSA TSZ200-2 Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp 12.000.000

2. MOTOR, HONDA C 70 Tahun 1980, HASIL SENDIRI Rp 3.000.000                           

3. MOBIL, NISSAN GRAND LIVINA XV AT Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 110.000.000                          

4. MOBIL, MITSUBISHI MOBIL PENUMPANG Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp 65.000.000                    

5. MOBIL, HONDA CR-V Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp 225.000.000

6. MOTOR, HONDA PCX Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 32.000.000                         

7. MOBIL, TOYOTA KIJANG INNOVA REBORN Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp 220.000.000.

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 95.825.000                                   

D. SURAT BERHARGA Rp 0                                  

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 3.347.681.487                               

F. HARTA LAINNYA Rp 0                          

Sub Total Rp 20.184.506.487.

Maidi tercatat memiliki hutang sebesar Rp 1.770.379.789, sehingga total kekayaan yang dimiliki saat ini mencapai Rp 18.414.126.698.

Riwayat Organisasi:

Pengurus PGRI 2000-2005

Ketua KORPRI 2009-2018

Kwarcab Kota Madiun

Pendidikan:

SD Ngancar 1974

SMP Negeri Plaosan 1977

SMA Negeri 3 Madiun 1981

S1 IKIP Surabaya, Sarjana Pendidikan Geografi 1985 [8] (Drs)

S1 Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, Sarjana Ilmu Hukum 1996 (S.H)

S2 Universitas Satyagama Jakarta, Magister Manajemen 1999 (M.M)

S2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Magister Teknologi Pendidikan 2002[1] (M.Pd)

S3 Universitas Terbuka Surabaya, Doktor Administrasi Publik 2023 (Dr).

Perolehan suara

Sementara itu, dalam Pilkada Serentak 2024, pasangan Maidi–Panuntun berhasil meraih suara terbanyak di Kota Madiun.

Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota, pasangan ini memperoleh 65.583 suara atau sekitar 56 persen.

Maidi–Panuntun unggul di tiga kecamatan yang ada di Kota Madiun. Pasangan ini diusung oleh 11 partai politik, yakni PSI, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.

Dugaan kasus

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa tim penindakan KPK telah melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah tersebut sejak pagi tadi.

"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur," kata Budi dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Budi menjelaskan bahwa OTT ini diduga kuat berkaitan dengan praktik rasuah dalam pelaksanaan proyek dan dana sosial perusahaan di wilayah Kota Madiun.

"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," jelas Budi.

Dalam kegiatan ini, tim KPK juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai. 

Meski belum merinci jumlah pastinya, Budi menyebut nilai uang tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Dari total 15 orang yang diamankan di lokasi, KPK memilah 9 orang untuk langsung dibawa ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Budi secara spesifik membenarkan bahwa orang nomor satu di Kota Madiun termasuk dalam rombongan yang dibawa ke Jakarta.

"Selanjutnya 9 orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya wali kota Madiun," ujarnya.

Rombongan dijadwalkan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin malam ini dalam rentang waktu pukul 22.00 hingga 23.00 WIB.

Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan tersebut, apakah akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka atau tidak.

Sederet kontroversi

Maidi, sempat menjadi sorotan setelah melarang hajatan menyajikan makanan secara prasmanan.

Aturan ini diterbitkan untuk mengurangi sampah di Kota Madiun, Jawa Timur.

Sebab, saat ini tempat pembuangan akhir (TPA) di Kelurahan Winongo sudah overload dan menggunung dengan ketinggian mencapai 20 meter.

"Hari ini banyak yang gengsi. Mau pernikahan besar-besaran. Akhirnya yang sisa (makanannya) banyak."

"Kondisi budaya seperti ini harus diubah. Insyaallah saya buat perwal di Madiun."

"Hajatan boleh di gedung, tetapi jangan prasmanan. Pakai kardus saja," katanya.

Menurutnya, penyajian makanan secara prasmanan cenderung boros karena bersisa.

Sementara dengan model penyajian kardus memungkinkan tamu membawanya pulang untuk dinikmati bersama keluarga.

"Kalau dibawa ke rumah tidak menyisakan makanan dan TPA kita tidak berkelebihan. Kalau prasmanan banyak sisa," ungkapnya.

Pada 2023 lalu, Maidi pernah mengimbau soal sistem prasmanan yang sebaiknya tidak dilakukan di Madiun.

Kala itu, penerapan makanan dengan nasi kotak pada hajatan diperlukan agar warga menghemat penggunaan beras.

Terlebih, ketika itu, harga beras mengalami kenaikan.

“Di Madiun kalau orang mantu (hajatan) saya minta untuk tidak prasmanan. Harus pakai boks Kenapa pakai kotak makan agar bisa dibawa pulang untuk dimakan se-rumah. Jadi hemat. Sehingga beras yang sudah jadi nasi dan lauk tidak dibuang,” kata Maidi, Senin (11/9/2023), dikutip dari TribunJatim.com.

 Masih di tahun yang sama, Maidi menjadi sorotan setelah melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Perintah Kota Madiun menggunakan gas LPG subsidi.

Maidi menilai, seharusnya PNS merasa malu saat menggunakan LPG subsidi.

"PNS sudah tidak boleh lagi gunakan elpiji bersubsidi. Malulah (kalau masih gunakan)," katanya, Rabu (16/8/2023).

Maidi bahkan mengancam akan memotong gaji PNS yang ketahuan menggunakan LPG subsidi.

"Saya akan cek langsung ke dapur para ASN. Kalau ketahuan (gunakan elpiji subsidi) langsung potong gaji," tambah Maidi. (Tribunnews.com/TribunJatim)

Harta Kekayaan Wali Kota Madiun Maidi

Mengutip dari e-LHKPN KPK, Maidi diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 18.414.126.698.

Laporan harta kekayaan Maidi yang terbaru diterbitkan pada 1 September 2024.

Adapun rincian kekayaan Maidi yakni sebagai berikut seperti dilansir Tribunnews.com:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 16.074.000.000                                    

1. Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/126 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 235.000.000                                    

2. Tanah Seluas 481 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 1.200.000.000            

3. Tanah dan Bangunan Seluas 280 m2/54 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 450.000.000                                    

4. Tanah dan Bangunan Seluas 546 m2/401 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 845.000.000                                    

5. Tanah dan Bangunan Seluas 872 m2/600 m2 di KAB / KOTA MADIUN, WARISAN Rp 2.500.000.000                                    

6. Tanah dan Bangunan Seluas 346 m2/82 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 350.000.000                                    

7. Tanah dan Bangunan Seluas 104 m2/60 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 145.000.000                                    

8. Tanah dan Bangunan Seluas 696 m2/600 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 2.300.000.000                         

9. Tanah dan Bangunan Seluas 472 m2/600 m2 di KAB / KOTA MADIUN, WARISAN Rp 1.875.000.000                                    

10. Tanah dan Bangunan Seluas 665 m2/240 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000                                    

11. Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/2250 m2 di KAB / KOTA MAGETAN, HASIL SENDIRI Rp 2.250.000.000                         

12. Tanah dan Bangunan Seluas 1140 m2/900 m2 di KAB / KOTA NGAWI, HASIL SENDIRI Rp 2.000.000.000                         

13. Tanah dan Bangunan Seluas 608 m2/400 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 400.000.000                            

14. Tanah Seluas 49 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 75.000.000

15. Tanah dan Bangunan Seluas 190 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 200.000.000                            

16. Tanah dan Bangunan Seluas 90 m2/80 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 70.000.000                              

17. Tanah dan Bangunan Seluas 349 m2/423 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 590.000.000                            

18. Tanah Seluas 364 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 89.000.000

19. Tanah dan Bangunan Seluas 185 m2/240 m2 di KAB / KOTA KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 250.000.000.

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 667.000.000                        

1. MOTOR, TOSSA TSZ200-2 Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp 12.000.000

2. MOTOR, HONDA C 70 Tahun 1980, HASIL SENDIRI Rp 3.000.000                           

3. MOBIL, NISSAN GRAND LIVINA XV AT Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp 110.000.000                          

4. MOBIL, MITSUBISHI MOBIL PENUMPANG Tahun 2008, HASIL SENDIRI Rp 65.000.000                    

5. MOBIL, HONDA CR-V Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp 225.000.000

6. MOTOR, HONDA PCX Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 32.000.000                         

7. MOBIL, TOYOTA KIJANG INNOVA REBORN Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp 220.000.000.

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 95.825.000                                   

D. SURAT BERHARGA Rp 0                                  

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 3.347.681.487                               

F. HARTA LAINNYA Rp 0                          

Sub Total Rp 20.184.506.487.

Maidi tercatat memiliki hutang sebesar Rp 1.770.379.789, sehingga total kekayaan yang dimiliki saat ini mencapai Rp 18.414.126.698.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.