Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Banjir yang merendam lintasan rel kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah memaksa ratusan penumpang melanjutkan perjalanan dengan bus dari Cirebon, Minggu (18/1/2026) malam.
Bus-bus pengganti disiagakan untuk memastikan penumpang tetap bisa sampai ke tujuan dengan aman.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon mencatat sembilan perjalanan kereta api terpaksa menghentikan perjalanan dan menurunkan penumpang di Stasiun Cirebon serta Stasiun Cirebon Prujakan pada Minggu malam.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan langkah penurunan penumpang dilakukan sebagai bentuk pelayanan di tengah kondisi operasional yang belum sepenuhnya pulih.
“Pada Minggu malam, kami terpaksa melakukan overstappen penumpang di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan. Penumpang dari sembilan perjalanan kereta api itu kemudian kami alihkan menggunakan transportasi lain,” ujar Muhibbuddin saat diwawancarai media, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Bos Persib Buka Suara dan Beri Kode Soal Layvin Kurzawa, Sebut Eks PSG Bisa Bawa Keuntungan
Untuk mendukung pengalihan tersebut, PT KAI menyiapkan 11 unit bus dan dua kendaraan minibus jenis Innova.
Delapan bus diberangkatkan menuju Brebes, Tegal dan Pekalongan dengan mengangkut sekitar 464 penumpang.
Sementara tiga bus lainnya melayani rute menuju Jakarta dengan membawa sekitar 148 penumpang.
“Selain bus, kami juga menyiapkan dua unit minibus untuk penumpang prioritas dan kelas luksuri,” ucapnya.
Muhibbuddin menjelaskan, pengalihan penumpang ini dilakukan agar perjalanan tetap dapat dilanjutkan meski operasional kereta api di lintasan terdampak banjir belum sepenuhnya normal.
Seiring dengan mulai pulihnya kondisi rel, pola perjalanan memutar dari jalur utara ke jalur selatan kini sudah tidak lagi diberlakukan.
Senin pagi, lintasan di petak jalan Pekalongan sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas sekitar 30 kilometer per jam.
“Kereta dari Jakarta ke Semarang sudah mulai bisa melanjutkan perjalanan, meskipun dengan kecepatan sangat terbatas. Saat ini perjalanan kereta api di lokasi terdampak tetap dijalankan dengan pembatasan kecepatan,” jelas dia.
Ia menegaskan, PT KAI masih terus melakukan penanganan dampak banjir hingga perjalanan kereta api kembali normal dan aman.
Berbagai langkah antisipasi disiapkan, termasuk pengalihan penumpang, demi menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Baca juga: Detik-detik Pemotot Teror Pengguna Mobil di Cimahi, Kaca Pecah Dilempar Botol
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur pesisir utara Jawa Tengah sejak Jumat (16/1/2026) sore menyebabkan luapan air menggenangi lintasan rel di petak Pekalongan–Sragi.
Sekitar pukul 23.10 genangan setinggi 9 hingga 20 sentimeter mulai menutup bantalan rel, membuat laju kereta api di jalur Pantura mendadak melambat.
Dalam kondisi tersebut, PT KAI mengambil langkah cepat demi keselamatan penumpang dengan melakukan penyesuaian pola operasi, mulai dari pengalihan rute hingga pembatalan sejumlah perjalanan. (*)