Ketua DPRD Provinsi Jambi Minta Disdik Mediasi Konflik Guru-Siswa SMKN 3 Berbak
January 19, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - DPRD Provinsi Jambi telah mendalami pertikaian antara guru dan murid di SMKN 3 Berbak Tanjung Jabung Timur.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, mengatakan insiden tersebut terdapat dua penjelasan yang berbeda dari kedua belah pihak.

“Dari pihak siswa, saya sudah mengikuti. katanya memang pernah ditampar di kelas sudah itu pernah dipukul juga satu kali,” katanya, Senin (19/1/2026)

Anggota Fraksi PAN DPRD Provinsi Jambi itu menyayangkan insiden tersebut.

Menurutnya, penamparan atau pemukulan tidak dapat dibenarkan di dunia pendidikan.

Hal tersebut diperparah dengan beredarnya video sang guru yang sempat membawa sajam.

"Apalagi beredar video sang guru juga sempat membawa senjata tajam untuk diacung-acungkan kepada murid. Nah, ini kita sayangkan,” ujarnya. 

“Tapi, dari sudut pandang lain juga Pak Guru juga menyampaikan bahwa dia  mendapatkan pernyataan-pernyataan yang tidak baik,” lanjutnya.

Sebab itu, Hafiz meminta pihak Disdik Provinsi Jambi melalui kepala sekolah atapun Kabid SMK Disdik Provinsi Jambi segera menengahi kasus tersebut.

Hal itu dilakukan sebelum kasus tersebut berkembang lebih lanjut di ranah hukum.

Hafiz berharap insiden itu menjadi catatan dan pembelajaran bersama.

“Ke depannya dunia pendidikan kita dapat dievaluasi dan juga pembentukan karakter dan juga peningkatan sumber daya manusia di Provinsi Jambi dapat berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya. 

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Ahmad Kausari, saat dihubungi Tribunjambi.com via telepon seluler.

Dia menekankan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sebenarnya, mediasi sudah dilakukan oleh kawan-kawan Dinas Pendidikan. Namun, saya rasa ini perlu lebih diperdalam lagi, lebih didetailkan lagi, agar masalah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan, secara baik-baik kan,” katanya.

Terkait hal tersebut, Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jambi itu turut prihatin atas insiden tersebut.

Sebab itu, dia menyarankan Disdik Provinsi Jambi agar mengevaluasi pendidikan Jambi.

Hal itu bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Terus, tentu ini tadi ada bahasanya sudah saling lapor-melapor ya. Saya meminta kepada dinas pendidikan karena untuk melakukan evaluasi,“ ujarnya.

Sementara itu, Ahmad berpesan agar guru dan siswa yang bertikai bisa menahan ego mereka masing-masing.

“Tentu harus bisa nahan ego masing-masing, sehingga masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik dan secara kekeluargaan,” ucapnya.

“Masalahnya ini pendidikan, harus memberi contoh lah. Karena ini kalau sudah main lapor-melapor, pasti punya kesalahan masing-masing,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Hasil Gubernur Cup 2025, Muaro Jambi Ambil Risiko Imbang 3-3 atas Merangin

Baca juga: Cuaca Ekstrem 3 Kabupaten di Jambi Malam ini, BMKG Rilis Peringatan Dini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.