TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Sudah sepekan ini di pusat kota Malinau, Kalimantan Utara ramai pedagang yang menjual durian di pinggir jalan. Aroma Durian masak sangat terasa dan menandakan musim Durian telah tiba.
Aroma Durian menyengat yang menggoda selera inilah yang memicu antusiasme warga Malinau, sehingga istilah "berburu" atau "hunting" durian lagi trending di kalangan warga lokal.
Tak puas hanya membeli di pasar, banyak warga yang akhirnya memutuskan untuk berangkat langsung ke sumbernya di wilayah Kecamatan Lumbis, Nunukan.
Jarak dari pusat kota Malinau ke wilayah penghasil sebenarnya tak begitu jauh, sekira 40 KM atau hampir satu jam perjalanan.
Baca juga: Bulungan Kaltara Musim Durian, Modal Rp 10.000 Sudah Bisa Menikmati Durian Lokal yang Legit dan Enak
Dari sinilah sebagian besar Durian yang beredar di pusat kota Malinau berasal. Ada juga dari kebun lokal, namun jumlahnya tak sebanyak di wilayah Mansalong, Nunukan.
Wahyuni, salah satu warga Malinau Kota mengakui telah beberapa kali merasakan serunya berburu buah berduri tajam tersebut.
Selain sensasi mencari buah segar, faktor harga merupakan pertimbangan utama bagi kaum perempuan.
"Harganya mungkin, karena kalau kita ambil di pasar, bedanya bisa dua kali lipat. Kalau di daerah Desa Mansalong, bisa dapat tiga," ungkapnya, Senin (19/1/2026).
Perempuan sekaligus tenaga pendidik ini mengatakan asal buah ini biasanya banyak diperoleh di daerah yang disebut sebagai Kampung Beringin, tak jauh dari pusat keramaian Desa Mansalong.
Baca juga: 8 Manfaat Buah Durian bagi Kesehatan, Perbaiki Kualitas Tidur hingga Turunkan Risiko Depresi
Harga buah biasanya tergantung ukuran, mulai dari Rp20 ribu sampai Rp70 ribu untuk ukuran paling besar.
Untuk ukuran sedang, biasanya dibanderol dengan harga ramah di kantong, empat buah Rp100 ribu.
Jika dibeli lewat tangan ketiga, seperti di pusat kota Malinau saat ini, nilainya rata-rata dua kali lebih tinggi.
Warga Kecamatan Lumbis, Nunukan, biasanya menggunakan perahu panjang atau long boat untuk mengangkut hasil panen.
Harga yang diperoleh pembeli yang langsung menawar ke pemilik buah sebanding jika dihitung ongkos angkut dan tenaga.
Warga Beringin sekaligus pedagang Durian, Gunawan, mengaku kedatangan banyak warga dari luar daerah selama musim buah.
"Kebanyakan dari Malinau. Biasanya mereka beli untuk jual kembali di kota. Tapi banyak juga yang untuk makan saja," kata pria yang akrab disapa Gun.
Menurutnya, musim durian kali ini memang hasilnya melimpah dan merata hampir di seluruh wilayah Kalimantan.
Mengingat hampir dua tahun lamanya musim buah baru benar-benar maksimal dibanding tahun sebelumnya.
(*)
Penulis: Mohammad Supri