Donald Trump Kesal Tak Raih Nobel Perdamaian Hingga Mau Rebut Greenland
January 19, 2026 08:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Terungkap alasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar mau merebut Greenland dari Denmark hingga membuat Uni Eropa memanas. 

Pernyataan Donald Trump baru-baru ini membuat Uni Eropa panas lantaran mengaku mau merebut Greenland dari kekuasaan Denmark. 

Trump beralasan bahwa Denmark tidak bisa menjaga Greenland dari ancaman Rusia dan Tiongkok. 

Pernyataan itu disampaikan Trump sesaat dirinya melakukan operasi penculikan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Namun baru-baru ini bocor surat yang diduga dikirim Donald Trump kepada Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre.

Donald Trump mengaitkan ancaman berulang-ulangnya untuk merebut kendali Greenland karena kesal tak kunjung mendapatkan nobel perdamaian.

Dimuat The Guardian, dalam surat tersebut Presiden AS itu mengatakan bahwa setelah gagal memenangkan hadiah nobel tersebut, ia tidak lagi merasa perlu untuk memikirkan perdamaian.

Surat itu keasliannya dikonfirmasi oleh Støre kepada surat kabar Norwegia VG pada hari Senin (19/1/2026).

Trump merasa dirinya layak menerima Nobel Perdamaian karena telah menghentikan delapan perang.

“Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian karena telah menghentikan 8 Perang PLUS, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan Perdamaian,” katanya, menambahkan bahwa sekarang ia dapat “memikirkan apa yang baik dan pantas” untuk AS.

Støre mengatakan kepada VG bahwa surat itu berasal dari tanggapan atas pesan singkat yang  dikirimkan olehnya sebagai kepala pemerintahan Norwegia kepada Trump sebagai Presiden AS. 

Pesan untuk Trump itu dikirimkan atas nama negara Norwegia dan Presiden Finlandia, Alexander Stubb.

Baca juga: Ambisi Donald Trump Caplok Greenland Tak Didukung Senator AS

Dalam suratnya kepada Støre, Trump mengatakan Denmark "tidak dapat melindungi" Greenland dari Rusia atau China.

Dia juga menambahkan Denmark tidak memiliki hak atas Greenland hanya karena kapalnya mendarat di pulau tersebut.

Presiden AS mengatakan bahwa ia telah berbuat lebih banyak untuk NATO daripada siapapun sejak didirikan.

Sehingga sekarang NATO harus berbuat sesuatu untuk Amerika Serikat". 

Sebagai informasi Hadiah Nobel Perdamaian dianugerahkan oleh Komite Nobel Norwegia, sebuah badan swasta beranggotakan lima orang yang sebagian besar adalah politisi pensiunan, yang diangkat oleh parlemen Norwegia, tetapi keputusannya independen dari pemerintah.

Baru-baru ini, musuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro, María Corina Machado menuai kontroversi karena menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian Miliknya kepada Donald Trump.

Namun demikian pihak panitia Nobel Perdamaian pun memastikan bahwa piagam itu tidak bisa dipindah tangan atau pun dijual. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.