100 Contoh Teks Negosiasi Singkat, Pengertian Teks Negosiasi, Tujuan, Unsur, Ciri, Struktur, Jenis
January 19, 2026 08:17 PM

Baca juga: 25 Contoh Teks Persuasi Berbagai Topik, Pengertian Teks Persuasi, Ciri-ciri, Struktur, Teknik, Topik

Baca juga: 100 Contoh Interaksi Sosial dan Pengertian Interaksi Sosial serta Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari, warga Riau pastinya seringkali terlibat dalam proses negosiasi, baik secara sadar maupun tidak.

Negosiasi adalah cara untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan antara pihak-pihak yang memiliki perbedaan kepentingan.

A. Pengertian Teks Negosiasi

Secara istilah, pengertian teks negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi sebagai media untuk mencapai penyelesaian atau kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang memiliki perbedaan kepentingan.

Dalam negosiasi, pihak-pihak yang terlibat berinteraksi untuk mencari solusi yang tidak merugikan salah satu pihak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi memiliki dua pengertian:

- Proses tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang berbeda kepentingan (kelompok atau organisasi).

- Penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersengketa.

Menurut Agnesia (2014:14) mendefinisikan, pengertian teks negosiasi adalah teks yang berbentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencari kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.

B. Tujuan Teks Negosiasi

Tujuan utama dari teks negosiasi adalah mencapai kesepakatan yang memberikan hasil terbaik dan keuntungan bersama bagi semua pihak yang terlibat.

Hal ini dapat dicapai melalui:

- Kesamaan persepsi

- Penyatuan perbedaan pendapat

- Solusi dari masalah yang dihadapi

C. Unsur-Unsur Teks Negosiasi

Teks negosiasi memiliki beberapa unsur yakni : 

- Partisipan: Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi.

- Perbedaan Kepentingan: Adanya perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak.

- Pengajuan dan Penawaran: Proses pengajuan dan penawaran dari masing-masing pihak.

- Persetujuan dan Kesepakatan: Hasil akhir berupa persetujuan dan kesepakatan.

D. Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Berikut ciri-ciri teks negosiasi : 

1. Melibatkan Dua Pihak atau Lebih:

- Negosiasi selalu melibatkan minimal dua pihak, bisa individu, kelompok, atau organisasi.

- Setiap pihak memiliki kepentingan dan tujuan yang (setidaknya sebagian) berbeda.

2. Adanya Perbedaan Kepentingan:

- Perbedaan kepentingan adalah motor penggerak negosiasi. Jika tidak ada perbedaan, tidak ada yang perlu dinegosiasikan.

- Perbedaan ini bisa berupa harga, waktu, kondisi, atau hal lainnya.

3. Adanya Proses Tawar-Menawar (Bargaining):

- Tawar-menawar adalah inti dari negosiasi. Setiap pihak berusaha untuk mendapatkan hasil yang paling menguntungkan bagi dirinya, sambil tetap mempertimbangkan kepentingan pihak lain.

- Proses ini melibatkan pengajuan (offering) dan penawaran (counter-offering).

4. Mencari Kesepakatan (Agreement):

- Tujuan akhir dari negosiasi adalah mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat.

- Kesepakatan ini harus saling menguntungkan (win-win solution) atau setidaknya tidak merugikan salah satu pihak.

5. Mengutamakan Kepentingan Bersama:

- Meskipun setiap pihak memiliki kepentingan sendiri, negosiasi yang baik selalu mengutamakan kepentingan bersama.

- Hal ini dilakukan agar kesepakatan yang dicapai bersifat berkelanjutan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

6. Komunikasi Langsung (Biasanya):

- Negosiasi umumnya dilakukan secara langsung, baik tatap muka maupun melalui media komunikasi lainnya (telepon, video conference, dll.).

- Komunikasi langsung memungkinkan para pihak untuk saling memahami, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan strategi negosiasi.

7. Bahasa yang Persuasif:

- Dalam negosiasi, bahasa yang digunakan harus persuasif, yaitu mampu meyakinkan pihak lain untuk menerima tawaran atau argumen yang diajukan.

- Penggunaan bahasa yang sopan, santun, dan logis sangat penting untuk menciptakan suasana negosiasi yang positif.

8. Berorientasi pada Tujuan Praktis:

- Negosiasi selalu berorientasi pada tujuan praktis, yaitu mencapai kesepakatan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

- Kesepakatan yang dicapai harus jelas, terukur, dan dapat dievaluasi.

E. Faktor Penentu Keberhasilan Negosiasi

Negosiasi dianggap berhasil jika mencapai tahap kesepakatan.

Faktor-faktor penentu keberhasilan negosiasi meliputi:

- Kesediaan semua pihak untuk berkompromi.

- Tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

- Alasan yang memengaruhi pihak lain.

- Kesepakatan yang praktis dan dapat dilakukan.

F. Struktur Teks Negosiasi

Secara umum, struktur teks negosiasi terdiri dari :

- Orientasi: Pembukaan atau awalan negosiasi (salam, sapa).

- Pengajuan: Permintaan dari salah satu pihak.

- Penawaran: Proses tawar-menawar.

- Persetujuan: Kesepakatan atas hasil penawaran.

G. Jenis-Jenis Teks Negosiasi

Teks negosiasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis :

- Teks Negosiasi Lisan: Berbentuk dialog.

- Teks Negosiasi Gabungan: Gabungan narasi dan dialog.

- Teks Negosiasi Tulisan: Berupa surat penawaran, permintaan, atau kerjasama.

H. Contoh Teks Negosiasi

Berikut 50 contoh teks negosiasi singkat tentang jual beli, negosiasi gaji, meminta izin orang tua, tawar menawar di pasar, meminjam uang ke teman, negosiasi harga kontrakan, meminta diskon, negosiasi jam lembur, meminta bantuan, menawar jasa, negosiasi tugas kelompok, meminta kelonggaran waktu, negosiasi jadwal pertemuan, membeli mobil bekas, negosiasi harga tiket, meminta izin menggunakan fasilitas, negosiasi pembagian warisan dan meminta bantuan saat terlambat masuk kerja serta negosiasi harga jasa perbaikan rumah :

1. Jual Beli Sepeda Bekas

Pembeli: Selamat siang, Mas. Sepedanya masih ada?
Penjual: Siang, Mbak. Iya, masih ada.
Pembeli: Harganya berapa ya?
Penjual: Saya buka harga 500 ribu, Mbak.
Pembeli: Wah, bisa kurang, Mas? 400 ribu saya ambil.
Penjual: Belum bisa, Mbak. Naik sedikit jadi 450 ribu, deh.
Pembeli: Oke deh, Mas. Saya setuju 450 ribu.

2. Negosiasi Gaji

Karyawan: Selamat pagi, Pak. Saya ingin membahas tentang gaji saya.
Manajer: Pagi. Silakan.
Karyawan: Saya merasa gaji saya saat ini belum sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab saya.
Manajer: Kami memahami itu. Tapi, kondisi perusahaan saat ini sedang kurang baik.
Karyawan: Mungkin ada solusi lain, Pak? Misalnya, kenaikan bertahap atau bonus kinerja?
Manajer: Baik, akan kami pertimbangkan. Kami akan evaluasi kinerja kamu dalam 3 bulan ke depan.

3. Meminta Izin Orang Tua

Anak: Bu, aku boleh ikut teman-teman camping ke gunung?
Ibu: Camping? Wah, Ibu khawatir. Di sana kan bahaya.
Anak: Tenang aja, Bu. Aku janji akan hati-hati. Semua perlengkapan juga sudah disiapkan.
Ibu: Ya sudah, tapi janji ya, jaga diri baik-baik. Jangan lupa kabari Ibu terus.
Anak: Siap, Bu! Makasih banyak!

4. Tawar Menawar di Pasar

Pembeli: Bu, harga mangganya berapa sekilo?
Penjual: 20 ribu, Bu.
Pembeli: Wah, mahal sekali. 15 ribu boleh, Bu?
Penjual: Belum bisa, Bu. Ini mangga kualitas bagus.
Pembeli: Ya sudah, saya ambil 2 kilo, tapi harganya 18 ribu sekilo ya, Bu.
Penjual: Oke deh, Bu. Boleh.

5. Meminjam Uang ke Teman

A: Bro, lagi bokek nih. Boleh pinjam duit, gak?
B: Mau pinjam berapa, Bro?
A: 500 ribu aja, buat akhir bulan.
B: Waduh, lagi pas-pasan juga nih. Ada 300 ribu, mau?
A: Ya udah deh, Bro. Gak apa-apa. Makasih banget ya.

6. Negosiasi Harga Kontrakan

Penyewa: Pak, saya mau perpanjang kontrakan. Tapi, bisa kurang gak ya harganya?
Pemilik: Harga normalnya 15 juta setahun.
Penyewa: Wah, berat juga ya, Pak. Saya sudah lama ngontrak di sini. 13 juta gimana, Pak?
Pemilik: Ya sudah, untuk langganan, saya kasih 14 juta deh.
Penyewa: Oke, Pak. Deal!

7. Meminta Diskon

Pembeli: Mbak, saya beli baju ini, tapi ada diskon gak?
Penjual: Maaf, Mas. Baju ini lagi gak diskon.
Pembeli: Wah, sayang sekali. Kalau beli dua, ada potongan harga?
Penjual: Boleh, Mas. Beli dua, diskon 10 persen.
Pembeli: Oke deh, Mbak. Saya ambil dua.

8. Negosiasi Jam Lembur

Karyawan: Pak, saya keberatan kalau harus lembur terus setiap hari.
Atasan: Tapi, pekerjaan sedang banyak, Mas.
Karyawan: Mungkin bisa diatur jadwal lembur, Pak? Jadi, tidak setiap hari saya harus lembur.
Atasan: Baik, nanti saya coba atur jadwalnya.

9. Meminta Bantuan

A: Bro, bisa bantu aku pindahan besok?
B: Waduh, besok aku ada acara keluarga, Bro.
A: Yah, gimana dong? Penting banget nih.
B: Ya udah, aku usahain deh. Tapi, gak bisa lama-lama ya.
A: Siap, Bro! Makasih banyak!

10. Menawar Jasa

Pelanggan: Mas, bisa benerin AC saya?
Tukang AC: Bisa, Bu. Tapi, biayanya lumayan ya.
Pelanggan: Kira-kira berapa, Mas?
Tukang AC: 300 ribu, Bu.
Pelanggan: Wah, mahal juga. 250 ribu bisa, Mas?
Tukang AC: Oke deh, Bu. Boleh.

11. Negosiasi Tugas Kelompok

A: Guys, gimana pembagian tugas kelompok?
B: Aku bagian presentasi aja deh.
C: Aku bagian cari materi.
A: Oke, berarti aku yang buat makalah ya?
B: Berat banget itu, A. Gimana kalau kamu bantu cari materi juga?
A: Ya udah deh, aku bantu cari materi, tapi bagian buat kesimpulan ya.

12. Meminta Kelonggaran Waktu

Siswa: Pak, tugasnya boleh dikumpulkan minggu depan?
Guru: Kenapa? Memang ada kendala apa?
Siswa: Banyak tugas dari mata pelajaran lain juga, Pak.
Guru: Ya sudah, Bapak beri kelonggaran sampai hari Rabu depan ya.
Siswa: Terima kasih banyak, Pak!

13. Negosiasi Jadwal Pertemuan

A: Kapan kita bisa meeting untuk bahas proyek ini?
B: Aku bisanya hari Kamis atau Jumat.
A: Kamis aku ada acara, Jumat juga agak padat.
B: Gimana kalau Sabtu pagi?
A: Oke, Sabtu pagi jam 10 ya.

14. Membeli Mobil Bekas

Pembeli: Pak, saya tertarik dengan mobil ini.
Penjual: Silakan, Mas. Kondisinya masih bagus.
Pembeli: Harganya berapa, Pak?
Penjual: 120 juta, Mas.
Pembeli: Wah, bisa kurang? 110 juta saya ambil.
Penjual: Belum bisa, Mas. Naik sedikit jadi 115 juta deh.

15. Negosiasi Harga Tiket

Pembeli: Mbak, tiketnya masih ada?
Penjual: Masih, Mas. Mau yang kelas apa?
Pembeli: Yang ekonomi aja. Harganya berapa?
Penjual: 200 ribu, Mas.
Pembeli: Bisa kurang gak, Mbak? Saya pelajar.
Penjual: Ya sudah, saya kasih 180 ribu deh.

16. Meminta Izin Menggunakan Fasilitas

A: Pak, boleh saya pinjam ruang aula untuk acara kampus?
B: Untuk tanggal berapa?
A: Tanggal 20 bulan depan, Pak.
B: Wah, tanggal segitu sudah ada yang pesan.
A: Yah, sayang sekali. Mundur sehari bisa, Pak?
B: Coba saya cek dulu ya... Oke, bisa.

17. Negosiasi Pembayaran

A: Pak, saya mau bayar tagihan, tapi boleh dicicil gak?
B: Biasanya tidak bisa, Mas.
A: Saya lagi ada kesulitan keuangan, Pak. Mohon bantuannya.
B: Ya sudah, kali ini saya izinkan. Tapi, bulan depan harus lunas ya.

18. Meminta Maaf

A: Aku minta maaf ya, kemarin aku salah paham.
B: Iya, gak apa-apa. Tapi, lain kali jangan diulangi lagi ya.
A: Janji deh. Makasih sudah mau maafin aku.

19. Negosiasi Waktu Kerja

Karyawan: Bu, saya mau minta keringanan jam kerja.
Manajer: Kenapa? Ada keperluan mendesak?
Karyawan: Saya harus mengurus anak saya, Bu.
Manajer: Ya sudah, tapi pekerjaan harus tetap selesai ya.

20. Membeli Barang di Toko Online

Pembeli: Kak, barangnya ready?
Penjual: Ready, Kak. Silakan diorder.
Pembeli: Ongkirnya mahal ya. Ada promo gratis ongkir?
Penjual: Kebetulan lagi ada promo, Kak. Minimal belanja 100 ribu, gratis ongkir.

21. Negosiasi Deadline Tugas

Mahasiswa: Bu, deadline tugasnya bisa diperpanjang?
Dosen: Kenapa? Ada kendala?
Mahasiswa: Tugasnya cukup banyak, Bu, dan materinya sulit.
Dosen: Baik, Ibu perpanjang 3 hari ya. Manfaatkan waktu sebaik mungkin.

22. Meminta Izin Libur

Karyawan: Pak, saya mau mengajukan cuti.
Atasan: Kapan?
Karyawan: Minggu depan, Pak, selama 3 hari.
Atasan: Wah, pas lagi banyak kerjaan. Apa tidak bisa diundur?
Karyawan: Sudah saya rencanakan jauh-jauh hari, Pak.
Atasan: Baiklah, tapi pastikan semua pekerjaan sudah selesai sebelum cuti.

23. Negosiasi Harga Jasa Freelance

Klien: Mas, saya mau pesan desain logo. Harganya berapa?
Freelancer: Desain logo standar 500 ribu, Mas.
Klien: Wah, mahal juga ya. 300 ribu bisa?
Freelancer: Maaf, Mas, belum bisa. Itu sudah harga standar.
Klien: Ya sudah, saya tambah budget jadi 400 ribu, tapi revisi unlimited ya.
Freelancer: Oke, deal!

24. Membeli Pakaian di Butik

Pembeli: Mbak, baju ini bagus, tapi harganya kok mahal ya?
Penjual: Ini memang kualitasnya bagus, Mbak, bahan premium.
Pembeli: Kalau saya beli dua, bisa dapat harga khusus?
Penjual: Boleh, Mbak. Saya kasih diskon 15 persen untuk pembelian dua item.

25. Negosiasi Pembayaran Hutang

Peminjam: Bro, maaf banget, aku belum bisa bayar hutang sekarang.
Pemberi Pinjaman: Kenapa? Ada masalah apa?
Peminjam: Usahaku lagi sepi banget.
Pemberi Pinjaman: Ya sudah, gak apa-apa. Bayarnya dicicil aja ya, semampunya.

26. Meminta Bantuan Tetangga

A: Bu, maaf mengganggu. Boleh minta tolong jagain rumah sebentar? Saya mau ke pasar.
B: Oh, iya boleh, Bu. Kebetulan saya lagi santai di rumah.

27. Negosiasi Pembagian Warisan

Anak 1: Kita harus adil dalam membagi warisan ini.
Anak 2: Iya, tapi aku merasa lebih berhak karena aku yang merawat orang tua selama ini.
Anak 3: Kita bicarakan baik-baik ya, supaya tidak ada yang merasa dirugikan. Bagiamana kalau dibagi rata, tapi yang merawat orang tua dapat bagian lebih besar?
Anak 1 & 2: Setuju!

28. Memesan Makanan di Restoran

Pembeli: Mas, saya mau pesan nasi goreng, tapi jangan pedas ya.
Pelayan: Baik, Pak. Tidak pedas sama sekali?
Pembeli: Iya, sama sekali tidak pedas.

29. Negosiasi Penggunaan Fasilitas Umum

Warga: Pak, kami ingin menggunakan lapangan desa untuk acara Agustusan.
Kepala Desa: Boleh, tapi jangan sampai merusak fasilitas ya.
Warga: Siap, Pak. Kami akan menjaganya dengan baik.

30. Meminta Bantuan Saat Kesulitan

A: Bro, aku lagi ada masalah nih. Bisa bantu aku?
B: Masalah apa? Coba cerita.
A: Aku lagi butuh uang cepat, tapi gak tau harus pinjam ke siapa lagi.
B: Mau pinjam berapa?
A: Sebenarnya butuh 2 juta, tapi kalau ada 1 juta juga udah lumayan membantu.
B: Oke, aku usahakan ya. Kebetulan aku juga lagi ada sedikit rezeki. Nanti aku transfer.
A: Wah, makasih banget, Bro! Kamu memang teman terbaik. Kapan aku bisa balikin?
B: Santai aja, Bro. Balikinnya pas kamu udah ada rezeki lebih aja. Yang penting kita saling bantu.
A: Siap, Bro! Aku gak akan lupa kebaikanmu.

31. Membeli Peralatan Elektronik Bekas

Pembeli: Mas, laptopnya masih bagus? Harganya berapa?
Penjual: Masih bagus, Mbak. Saya jual 2 juta.
Pembeli: Wah, mahal juga ya. Bisa kurang gak?
Penjual: Boleh, Mbak. Mau nawar berapa?
Pembeli: 1,5 juta gimana, Mas?
Penjual: Aduh, belum bisa, Mbak. Itu terlalu rendah.
Pembeli: Ya udah, 1,7 juta deh, Mas. Gimana?
Penjual: Oke deh, Mbak. Deal!

32. Negosiasi Kontrak Kerja

Calon Karyawan: Selamat siang, Pak. Terima kasih atas tawarannya.
HRD: Selamat siang. Bagaimana, Anda tertarik dengan posisi ini?
Calon Karyawan: Iya, Pak. Saya tertarik. Tapi, saya ingin menegosiasikan beberapa hal.
HRD: Silakan.
Calon Karyawan: Mengenai gaji, saya ingin meminta sedikit lebih tinggi dari yang ditawarkan.
HRD: Maaf, untuk posisi ini, kami sudah menetapkan standar gaji.
Calon Karyawan: Mungkin ada benefit lain yang bisa ditawarkan? Misalnya, tunjangan transportasi atau kesehatan?
HRD: Baik, akan kami pertimbangkan.

33. Meminta Bantuan Saudara

A: Kak, aku mau minta tolong, bisa?
B: Minta tolong apa?
A: Aku lagi butuh dana buat biaya kuliah. Bisa pinjamin aku sedikit?
B: Mau pinjam berapa?
A: Sebisanya aja, Kak. Yang penting bisa buat bayar uang kuliah semester ini.
B: Oke, nanti Kakak transfer ya. Tapi, kamu harus janji belajar yang rajin.
A: Siap, Kak! Makasih banyak!

34. Negosiasi Harga Bahan Bangunan

Pembeli: Pak, saya mau beli semen, pasir, dan batu bata. Harganya berapa?
Penjual: Semen satu sak 60 ribu, pasir satu truk 1 juta, batu bata satu biji 2 ribu.
Pembeli: Wah, mahal juga ya. Bisa kurang gak, Pak? Saya beli banyak nih.
Penjual: Boleh, Pak. Kalau beli banyak, saya kasih diskon 5 persen .
Pembeli: Oke deh, Pak. Saya ambil semuanya.

35. Meminta Izin Berpergian

Anak: Ayah, Ibu, aku boleh pergi ke konser sama teman-teman?
Ayah: Konser? Jauh gak tempatnya?
Anak: Gak terlalu jauh kok, Yah. Di kota sebelah aja.
Ibu: Pulangnya naik apa? Jangan sampai kemalaman ya.
Anak: Tenang aja, Bu. Nanti aku nebeng teman yang bawa mobil. Janji deh gak akan kemalaman.
Ayah: Ya udah, boleh. Tapi, hati-hati ya. Jangan lupa kabari kalau sudah sampai di rumah.

36. Negosiasi Harga Sewa Kendaraan

Penyewa: Mas, saya mau sewa mobil untuk tiga hari. Harganya berapa?
Pemilik: Harga sewanya 300 ribu per hari.
Penyewa: Wah, mahal juga ya. Bisa kurang gak?
Pemilik: Maaf, Mas, itu sudah harga standar.
Penyewa: Ya udah, saya sewa 5 hari, tapi harganya 250 ribu per hari ya.
Pemilik: Oke deh, Mas. Boleh.

37. Meminta Keringanan Biaya Pendidikan

Mahasiswa: Bu, saya mau mengajukan permohonan keringanan biaya kuliah.
Bagian Keuangan: Kenapa? Ada masalah keuangan?
Mahasiswa: Iya, Bu. Orang tua saya baru saja terkena PHK.
Bagian Keuangan: Baik, silakan isi formulir pengajuan keringanan biaya. Nanti akan kami pertimbangkan.

38. Negosiasi Harga Jasa Kebersihan

Klien: Mbak, saya mau pesan jasa bersih-bersih rumah. Harganya berapa?
Penyedia Jasa: Harga jasa kami 200 ribu per jam.
Klien: Wah, mahal juga ya. Rumah saya gak terlalu besar kok.
Penyedia Jasa: Ya udah, saya kasih harga 150 ribu per jam deh. Tapi, minimal 3 jam ya.

39. Meminta Bantuan Saat Sakit

A: Bro, aku lagi sakit nih. Badan rasanya gak enak semua.
B: Sakit apa? Udah minum obat?
A: Belum nih. Gak ada siapa-siapa di rumah. Boleh minta tolong beliin obat di apotek?
B: Oke deh, Bro. Kirim alamatnya ya. Nanti aku beliin sekalian makanan.

40. Negosiasi Harga Jasa Fotografi

Klien: Mas, saya mau pesan jasa fotografi untuk acara pernikahan. Harganya berapa?
Fotografer: Paket pernikahan kami mulai dari 5 juta.
Klien: Wah, mahal juga ya. Saya budgetnya terbatas.
Fotografer: Mungkin bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Paket yang paling sederhana harganya 3 juta, tapi fasilitasnya juga terbatas.
Klien: Oke deh, saya ambil paket yang 3 juta.

41. Meminta Tambahan Waktu Istirahat

Karyawan: Pak, jam istirahatnya bisa ditambah sedikit?
Atasan: Kenapa? Memang kurang?
Karyawan: Iya, Pak. Waktunya terlalu singkat untuk makan siang dan sholat.
Atasan: Ya sudah, saya tambah 15 menit ya. Tapi, jangan sampai terlambat masuk kerja lagi.

42. Negosiasi Harga Jasa Les Privat

Orang Tua: Mbak, saya mau pesan jasa les privat untuk anak saya. Harganya berapa?
Guru Les: Harga les privat saya 100 ribu per jam.
Orang Tua: Wah, mahal juga ya. Anak saya masih SD.
Guru Les: Ya udah, saya kasih harga 75 ribu per jam deh. Tapi, minimal 2 jam ya.

43. Meminta Bantuan Saat Terjebak Macet

A: Bro, aku lagi kejebak macet parah nih.
B: Dimana?
A: Di jalan Sudirman. Kayaknya bakal telat banget nih sampai kantor.
B: Ya udah, nanti aku kabarin atasanmu. Bilang kamu lagi ada kendala di jalan.

44. Negosiasi Harga Jasa Desain Interior

Klien: Mbak, saya mau pesan jasa desain interior untuk rumah saya. Harganya berapa?
Desainer Interior: Harga jasa kami tergantung luas rumah dan tingkat kesulitan desain.
Klien: Rumah saya тип 36. Desainnya minimalis aja.
Desainer Interior: Oke, perkiraan biayanya sekitar 15 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Desainer Interior: Mungkin bisa dinegosiasikan beberapa item, misalnya pemilihan material yang lebih ekonomis.

45. Meminta Bantuan Saat Ban Mobil Bocor

A: Bro, aku lagi apes nih. Ban mobilku bocor di jalan tol.
B: Waduh, di mana?
A: Di KM 20 arah Jakarta.
B: Ya udah, aku coba hubungi teman yang punya bengkel keliling ya. Tunggu sebentar.

46. Negosiasi Harga Catering

Klien: Mbak, saya mau pesan catering untuk acara ulang tahun anak saya.
Penyedia Catering: Baik, Bu. Berapa jumlah tamu undangannya?
Klien: Sekitar 50 orang.
Penyedia Catering: Paket catering kami mulai dari 30 ribu per orang.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya? Saya budgetnya terbatas.
Penyedia Catering: Mungkin bisa disesuaikan menunya, Bu. Misalnya, mengurangi beberapa item yang mahal.

47. Meminta Bantuan Saat Kehilangan Dompet

A: Bro, aku lagi panik nih. Dompetku hilang!
B: Hah? Hilang di mana?
A: Kayaknya tadi jatuh pas lagi di mall.
B: Ya udah, coba lapor ke security mall dulu. Kalau gak ketemu, nanti aku bantu pinjamin uang buat ongkos pulang.

48. Negosiasi Harga Jasa Penerjemah

Klien: Mas, saya mau pesan jasa penerjemah dokumen. Berapa harganya per lembar?
Penerjemah: Harga jasa saya tergantung jenis dokumen dan tingkat kesulitan.
Klien: Dokumennya akta kelahiran.
Penerjemah: Oke, untuk akta kelahiran, harganya 50 ribu per lembar.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Penerjemah: Maaf, itu sudah harga standar. Tapi, kalau pesan banyak, saya kasih diskon.

49. Meminta Bantuan Saat Terlambat Masuk Kerja

Karyawan: Pak, maaf saya terlambat masuk kerja.
Atasan: Kenapa terlambat?
Karyawan: Tadi jalanan macet parah, Pak.
Atasan: Lain kali usahakan berangkat lebih pagi ya. Jangan sampai terulang lagi.

50. Negosiasi Harga Jasa Perbaikan Rumah

Pemilik Rumah: Mas, saya mau pesan jasa perbaikan atap rumah yang bocor. Berapa biayanya?
Tukang: Biayanya tergantung tingkat kerusakan dan jenis material yang digunakan.
Pemilik Rumah: Coba dicek dulu, Mas.
Tukang: (Setelah mengecek) Oke, perkiraan biayanya sekitar 2 juta.
Pemilik Rumah: Wah, bisa kurang gak ya?
Tukang: Mungkin bisa dinegosiasikan jenis materialnya. Ada material yang lebih murah tapi kualitasnya tetap bagus.

51. Membeli Motor Baru

Pembeli: Selamat siang, Mas. Saya mau lihat-lihat motor.
Sales: Selamat siang, Pak. Silakan, mau lihat tipe apa?
Pembeli: Saya tertarik sama yang ini, berapa harganya?
Sales: Ini harganya 25 juta, Pak.
Pembeli: Bisa kurang, Mas?
Sales: Maaf, Pak, itu sudah harga promo.
Pembeli: Kalau kredit gimana, Mas?
Sales: Bisa, Pak. DP minimal 20%, cicilan tergantung tenor.
Pembeli: Kalau DP 30%, cicilannya berapa per bulan?
Sales: Sebentar saya hitungkan... sekitar 1,5 juta per bulan selama 3 tahun.
Pembeli: Oke deh, Mas. Saya pikir-pikir dulu.

52. Negosiasi Kontrak Kerjasama Bisnis

Direktur A: Selamat pagi, Pak. Senang bisa bertemu dengan Anda.
Direktur B: Selamat pagi. Senang bertemu dengan Anda juga.
Direktur A: Saya sudah membaca draf kontrak kerjasama yang Anda kirimkan.
Direktur B: Bagaimana, Pak? Apakah ada yang perlu diklarifikasi?
Direktur A: Ada beberapa poin yang ingin saya diskusikan. Terutama mengenai pembagian keuntungan dan tanggung jawab.
Direktur B: Silakan, Pak.
Direktur A: Saya ingin pembagian keuntungan 60:40 untuk perusahaan saya, mengingat investasi awal kami lebih besar.
Direktur B: Maaf, Pak. Tapi, menurut perhitungan kami, pembagian 55:45 lebih adil.
Direktur A: Baik, akan saya pertimbangkan. Tapi, saya ingin tanggung jawab operasional sepenuhnya berada di tangan perusahaan saya.
Direktur B: Oke, Pak. Kami setuju dengan itu.

53. Meminta Bantuan Teman Sekamar

A: Bro, aku mau minta tolong.
B: Tolong apa?
A: Aku ada urusan mendadak, gak bisa jagain kosan. Bisa tolong jagain barang-barangku?
B: Sampai kapan?
A: Sampai besok sore.
B: Oke deh, gak masalah. Tapi, jangan lupa bawain aku oleh-oleh ya.
A: Siap, Bro! Makasih banget!

54. Negosiasi Harga Tanah

Pembeli: Selamat siang, Pak. Saya tertarik dengan tanah yang Bapak jual.
Penjual: Selamat siang. Silakan, Mas.
Pembeli: Berapa harganya per meter?
Penjual: 5 juta per meter, Mas.
Pembeli: Wah, mahal juga ya. Bisa kurang, Pak?
Penjual: Maaf, Mas. Itu sudah harga pasaran di daerah sini.
Pembeli: Kalau saya beli semua, ada diskon?
Penjual: Boleh, Mas. Saya kasih diskon 2,5%.

55. Meminta Izin Atasan untuk Mengikuti Pelatihan

Karyawan: Selamat pagi, Pak. Saya ingin mengajukan permohonan untuk mengikuti pelatihan.
Atasan: Pelatihan apa?
Karyawan: Pelatihan tentang digital marketing, Pak.
Atasan: Kapan pelaksanaannya?
Karyawan: Minggu depan, Pak, selama 3 hari.
Atasan: Apakah tidak mengganggu pekerjaan?
Karyawan: Saya sudah koordinasi dengan rekan kerja, Pak. Pekerjaan saya akan di-cover selama saya mengikuti pelatihan.
Atasan: Baik, saya izinkan. Tapi, setelah pelatihan, Anda harus berbagi ilmu dengan rekan-rekan yang lain.
Karyawan: Siap, Pak! Terima kasih banyak!

56. Negosiasi Harga Jasa Tukang Bangunan
Pemilik Rumah: Mas, saya mau bangun pagar rumah. Berapa biayanya?
Tukang: Biayanya tergantung panjang pagar dan jenis material yang digunakan, Bu.
Pemilik Rumah: Pagarnya sekitar 10 meter. Materialnya bata merah aja.
Tukang: Oke, perkiraan biayanya sekitar 5 juta, Bu.
Pemilik Rumah: Wah, mahal juga ya. Bisa kurang?
Tukang: Maaf, Bu. Itu sudah termasuk biaya material dan ongkos kerja.
Pemilik Rumah: Ya udah, saya kasih 4,5 juta deh. Gimana?
Tukang: Oke deh, Bu. Boleh.

57. Meminta Maaf Kepada Teman Karena Tidak Bisa Hadir

A: Bro, maaf banget ya, aku gak bisa datang ke acara ulang tahunmu.
B: Kenapa? Ada urusan mendadak?
A: Iya, Bro. Ibuku sakit, jadi aku harus jagain beliau di rumah.
B: Oh, gitu. Gak apa-apa, Bro. Yang penting ibumu cepat sembuh.
A: Makasih ya, Bro. Nanti aku nyusul kasih kado.

58. Negosiasi Harga Jasa Laundry

Pelanggan: Mbak, saya mau laundry pakaian. Berapa harganya per kilo?
Penyedia Jasa: Harga laundry kami 10 ribu per kilo.
Pelanggan: Wah, mahal juga ya. Laundry di sebelah harganya cuma 8 ribu.
Penyedia Jasa: Tapi, kami menggunakan deterjen yang berkualitas dan setrika uap, Mbak.
Pelanggan: Ya udah, saya laundry 5 kilo, tapi harganya 9 ribu per kilo ya.
Penyedia Jasa: Oke deh, Mbak. Boleh.

59. Meminta Izin Menggunakan Kendaraan Kantor

Karyawan: Pak, saya mau pinjam mobil kantor untuk keperluan pribadi.
Atasan: Keperluan apa?
Karyawan: Saya mau menjenguk keluarga di kampung, Pak.
Atasan: Kapan rencananya?
Karyawan: Besok pagi, Pak. Pulangnya lusa sore.
Atasan: Hmm, mobilnya lagi dibutuhkan untuk operasional kantor.
Karyawan: Mohon bantuannya, Pak. Ini penting sekali.
Atasan: Ya udah, boleh. Tapi, kamu harus bertanggung jawab penuh atas mobil tersebut.

60. Negosiasi Harga Jasa Kursus Bahasa Inggris

Calon Siswa: Mbak, saya mau daftar kursus bahasa Inggris. Berapa biayanya?
Admin: Biaya kursus kami 500 ribu per bulan.
Calon Siswa: Wah, mahal juga ya. Saya masih pelajar.
Admin: Mungkin bisa ambil program yang lebih murah, tapi jam belajarnya lebih sedikit.
Calon Siswa: Berapa biayanya?
Admin: 300 ribu per bulan.
Calon Siswa: Oke deh, saya ambil yang itu.

61. Meminta Dispensasi Tugas Kuliah

Mahasiswa: Bu, maaf saya tidak bisa mengumpulkan tugas tepat waktu.
Dosen: Kenapa?
Mahasiswa: Saya sedang sakit, Bu.
Dosen: Sudah periksa ke dokter?
Mahasiswa: Sudah, Bu. Ini surat dokternya.
Dosen: Ya sudah, Ibu beri waktu tambahan 3 hari.

62. Negosiasi Harga Jasa Pijat Refleksi

Pelanggan: Mas, saya mau pijat refleksi. Berapa biayanya?
Terapis: Biayanya 80 ribu per jam.
Pelanggan: Wah, bisa kurang gak?
Terapis: Maaf, Mas. Itu sudah harga standar.
Pelanggan: Ya udah, saya pijat 2 jam, tapi harganya 70 ribu per jam ya.
Terapis: Oke deh, Mas. Boleh.

63. Meminta Bantuan Saat Kehabisan Bensin

A: Bro, aku lagi sial nih. Bensin motorku habis di tengah jalan.
B: Di mana?
A: Di jalan Diponegoro.
B: Ya udah, aku beliin bensin eceran ya. Tunggu di situ.

64. Negosiasi Harga Jasa Pembuatan Website

Klien: Mas, saya mau pesan jasa pembuatan website untuk toko online saya. Berapa biayanya?
Web Developer: Biayanya tergantung fitur dan desain yang Anda inginkan.
Klien: Saya mau website yang sederhana aja, tapi bisa untuk transaksi online.
Web Developer: Oke, perkiraan biayanya sekitar 5 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya? Saya baru mulai usaha.
Web Developer: Mungkin bisa disesuaikan fiturnya. Misalnya, fitur live chat-nya dihilangkan.

65. Meminta Izin Tidak Masuk Kerja Karena Urusan Keluarga

Karyawan: Pak, maaf saya tidak bisa masuk kerja besok.
Atasan: Kenapa?
Karyawan: Ada urusan keluarga yang sangat penting, Pak.
Atasan: Urusan apa?
Karyawan: Ibu saya sakit, Pak. Saya harus mengantar beliau ke rumah sakit.
Atasan: Ya sudah, tidak apa-apa. Tapi, pastikan semua pekerjaan Anda sudah selesai atau didelegasikan ke rekan kerja.

66. Negosiasi Harga Jasa Servis Komputer

Pelanggan: Mas, komputer saya rusak. Bisa diservis?
Tukang Servis: Bisa, Bu. Kerusakannya apa?
Pelanggan: Komputernya sering mati sendiri.
Tukang Servis: Oke, perkiraan biayanya sekitar 300 ribu.
Pelanggan: Wah, bisa kurang gak ya?
Tukang Servis: Maaf, Bu. Itu sudah termasuk biaya spare part dan ongkos kerja.
Pelanggan: Ya udah, saya kasih 250 ribu deh. Gimana?
Tukang Servis: Oke deh, Bu. Boleh.

67. Meminta Bantuan Saat Terkunci di Luar Rumah

A: Bro, aku lagi apes banget nih. Aku terkunci di luar rumah. Kuncinya ketinggalan di dalam.
B: Waduh, gimana ceritanya?
A: Aku tadi buru-buru keluar, gak sadar kalau kuncinya ketinggalan.
B: Ya udah, aku coba cari tukang kunci ya. Tunggu di situ.

68. Negosiasi Harga Jasa Pembuatan Undangan Pernikahan

Klien: Mbak, saya mau pesan undangan pernikahan. Berapa harganya per lembar?
Penyedia Jasa: Harga undangan kami tergantung jenis kertas dan desain.
Klien: Saya mau yang sederhana aja, tapi tetap elegan.
Penyedia Jasa: Oke, perkiraan biayanya sekitar 5 ribu per lembar.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya? Saya pesan banyak nih, sekitar 500 lembar.
Penyedia Jasa: Boleh, Mbak. Kalau pesan 500 lembar, saya kasih harga 4 ribu per lembar.

69. Meminta Bantuan Saat Ban Sepeda Motor Kempis

A: Bro, aku lagi kena musibah nih. Ban motorku kempis di jalan.
B: Di mana?
A: Di jalan Gajah Mada.
B: Ya udah, aku bawain pompa ban ya. Tunggu di situ.

70. Negosiasi Harga Jasa Les Privat Musik

Orang Tua: Mas, saya mau pesan jasa les privat piano untuk anak saya. Berapa biayanya?
Guru Musik: Biaya les privat saya 150 ribu per jam.
Orang Tua: Wah, bisa kurang gak ya? Anak saya baru mulai belajar.
Guru Musik: Ya udah, saya kasih harga 125 ribu per jam deh. Tapi, minimal 2 jam ya.
Orang Tua: Oke deh, Mas. Boleh.

71. Meminta Izin Menggunakan Fasilitas Kantor untuk Acara Pribadi

Karyawan: Pak, saya mau pinjam ruang meeting kantor untuk acara arisan keluarga.
Atasan: Kapan acaranya?
Karyawan: Hari Sabtu depan, Pak.
Atasan: Hmm, biasanya hari Sabtu ruang meeting dipakai untuk kegiatan internal.
Karyawan: Mohon bantuannya, Pak. Ini penting sekali bagi keluarga saya.
Atasan: Ya sudah, boleh. Tapi, pastikan ruangan tetap bersih dan rapi setelah digunakan.

72. Negosiasi Harga Jasa Jahit Pakaian

Pelanggan: Mbak, saya mau jahit baju. Berapa biayanya?
Penjahit: Biayanya tergantung model dan jenis bahan.
Pelanggan: Saya mau jahit gamis sederhana. Bahannya dari saya.
Penjahit: Oke, perkiraan biayanya sekitar 200 ribu.
Pelanggan: Wah, bisa kurang gak ya?
Penjahit: Maaf, Mbak. Itu sudah harga standar.
Pelanggan: Ya udah, saya kasih 175 ribu deh. Gimana?
Penjahit: Oke deh, Mbak. Boleh.

73. Meminta Bantuan Saat Mobil Mogok

A: Bro, aku lagi apes nih. Mobilku mogok di jalan.
B: Di mana?
A: Di jalan Tol Jagorawi.
B: Ya udah, aku coba hubungi derek mobil ya. Tunggu di situ.

74. Negosiasi Harga Jasa Pembuatan Taman

Klien: Mas, saya mau pesan jasa pembuatan taman di rumah saya. Berapa biayanya?
Tukang Taman: Biayanya tergantung luas taman dan jenis tanaman yang digunakan.
Klien: Taman saya tidak terlalu luas, sekitar 50 meter persegi.
Tukang Taman: Oke, perkiraan biayanya sekitar 10 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Tukang Taman: Mungkin bisa disesuaikan jenis tanamannya. Ada tanaman yang lebih murah tapi tetap bagus.

75. Meminta Bantuan Saat Kehilangan Kunci Motor

A: Bro, aku lagi panik nih. Kunci motorku hilang!
B: Hilang di mana?
A: Kayaknya tadi jatuh pas lagi parkir.
B: Ya udah, coba cari tukang kunci ya. Nanti aku bantu pinjamin motor buat pulang.

76. Negosiasi Harga Jasa Catering Pernikahan

Klien: Mbak, saya mau pesan catering untuk acara pernikahan. Berapa harganya per porsi?
Penyedia Catering: Harga catering kami tergantung menu dan jumlah porsi.
Klien: Saya mau pesan untuk 300 orang. Menunya standar aja.
Penyedia Catering: Oke, perkiraan biayanya sekitar 40 ribu per porsi.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Penyedia Catering: Mungkin bisa disesuaikan menunya. Misalnya, mengurangi beberapa item yang mahal.

77. Meminta Bantuan Saat Terjebak Banjir

A: Bro, aku lagi kena musibah nih. Rumahku kebanjiran!
B: Di mana?
A: Di daerah Kemang.
B: Ya udah, aku coba cari bantuan ya. Kamu tetap tenang dan jaga diri baik-baik.

78. Negosiasi Harga Jasa Pembuatan Skripsi

Mahasiswa: Mas, saya mau pesan jasa pembuatan skripsi. Berapa biayanya?
Penyedia Jasa: Biayanya tergantung jurusan dan tingkat kesulitan.
Mahasiswa: Jurusan saya Manajemen. Judulnya belum ada.
Penyedia Jasa: Oke, perkiraan biayanya sekitar 5 juta.
Mahasiswa: Wah, bisa kurang gak ya? Saya lagi bokek.
Penyedia Jasa: Mungkin bisa dicicil pembayarannya.

79. Meminta Bantuan Saat Kehilangan Kartu ATM

A: Bro, aku lagi panik nih. Kartu ATM-ku hilang!
B: Hilang di mana?
A: Kayaknya tadi jatuh pas lagi di ATM.
B: Ya udah, segera blokir kartunya ya. Nanti aku bantu pinjamin uang buat sementara.

80. Negosiasi Harga Jasa Desain Grafis

Klien: Mas, saya mau pesan jasa desain grafis untuk logo perusahaan saya. Berapa biayanya?
Desainer Grafis: Biayanya tergantung konsep dan tingkat kerumitan desain.
Klien: Saya mau desain yang simpel tapi modern.
Desainer Grafis: Oke, perkiraan biayanya sekitar 2 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Desainer Grafis: Mungkin bisa disesuaikan jumlah revisinya.

81. Meminta Izin Menggunakan Alat Musik Teman

A: Bro, boleh pinjam gitarmu?
B: Buat apa?
A: Mau buat latihan sama teman-teman.
B: Kapan balikinnya?
A: Besok sore aku balikin.
B: Ya udah, boleh. Tapi, hati-hati ya. Jangan sampai lecet.

82. Negosiasi Harga Jasa Cuci Mobil

Pelanggan: Mas, saya mau cuci mobil. Berapa biayanya?
Penyedia Jasa: Biaya cuci mobil kami 50 ribu.
Pelanggan: Wah, bisa kurang gak ya?
Penyedia Jasa: Maaf, Mas. Itu sudah harga standar.
Pelanggan: Ya udah, saya cuci mobil sama motor, tapi harganya 75 ribu ya.
Penyedia Jasa: Oke deh, Mas. Boleh.

83. Meminta Bantuan Saat Sepeda Motor Rusak

A: Bro, aku lagi apes nih. Sepeda motorku rusak di jalan.
B: Di mana?
A: Di jalan Raya Bogor.
B: Ya udah, aku coba cari bengkel terdekat ya. Tunggu di situ.

84. Negosiasi Harga Jasa Pembuatan Website E-Commerce

Klien: Mas, saya mau pesan jasa pembuatan website e-commerce. Berapa biayanya?
Web Developer: Biayanya tergantung fitur dan desain yang Anda inginkan.
Klien: Saya mau website yang lengkap dengan fitur pembayaran online dan ongkos kirim.
Web Developer: Oke, perkiraan biayanya sekitar 10 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Web Developer: Mungkin bisa dicicil pembayarannya.

85. Meminta Izin Tidak Masuk Sekolah Karena Sakit

Siswa: Bu, maaf saya tidak bisa masuk sekolah hari ini.
Guru: Kenapa?
Siswa: Saya sedang sakit, Bu.
Guru: Sudah periksa ke dokter?
Siswa: Sudah, Bu. Ini surat dokternya.
Guru: Ya sudah, istirahat yang cukup ya.

86. Negosiasi Harga Jasa Fotografi Prewedding

Klien: Mas, saya mau pesan jasa fotografi prewedding. Berapa biayanya?
Fotografer: Biayanya tergantung paket yang Anda pilih.
Klien: Saya mau paket yang standar aja.
Fotografer: Oke, perkiraan biayanya sekitar 5 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Fotografer: Mungkin bisa disesuaikan lokasi fotonya.

87. Meminta Bantuan Saat Terjebak di Lift

A: Bro, aku lagi panik nih. Aku terjebak di lift!
B: Di mana?
A: Di gedung perkantoran Sudirman.
B: Ya udah, aku segera hubungi petugas keamanan gedung ya. Tenang, jangan panik.

88. Negosiasi Harga Jasa Pembuatan Aplikasi Android

Klien: Mas, saya mau pesan jasa pembuatan aplikasi Android untuk bisnis saya. Berapa biayanya?
Developer Aplikasi: Biayanya tergantung fitur dan tingkat kompleksitas aplikasi.
Klien: Saya mau aplikasi yang sederhana aja, tapi bisa untuk transaksi online dan notifikasi.
Developer Aplikasi: Oke, perkiraan biayanya sekitar 15 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Developer Aplikasi: Mungkin bisa disesuaikan dengan fitur yang paling penting dulu. Fitur yang kurang penting bisa ditambahkan nanti.

89. Meminta Izin Tidak Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler

Siswa: Bu, maaf saya tidak bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hari ini.
Guru: Kenapa?
Siswa: Saya ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.
Guru: Urusan apa?
Siswa: Nenek saya sakit dan harus diantar ke rumah sakit.
Guru: Ya sudah, tidak apa-apa. Tapi, pastikan kamu tetap mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

90. Negosiasi Harga Jasa Pemasaran Online

Klien: Mas, saya mau pesan jasa pemasaran online untuk meningkatkan penjualan produk saya. Berapa biayanya?
Ahli Pemasaran Online: Biayanya tergantung strategi pemasaran dan platform yang digunakan.
Klien: Saya mau fokus di media sosial aja.
Ahli Pemasaran Online: Oke, perkiraan biayanya sekitar 5 juta per bulan.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Ahli Pemasaran Online: Mungkin bisa disesuaikan target audiensnya.

91. Meminta Bantuan Saat Kehilangan Kendaraan

A: Bro, aku lagi sial banget nih. Sepeda motorku hilang!
B: Hilang di mana?
A: Di parkiran kampus.
B: Ya udah, segera lapor ke pihak keamanan kampus ya. Nanti aku bantu sebarkan informasi ke teman-teman.

92. Negosiasi Harga Jasa Terapi Wicara

Orang Tua: Mbak, saya mau pesan jasa terapi wicara untuk anak saya. Berapa biayanya?
Terapis Wicara: Biayanya tergantung tingkat kesulitan dan durasi terapi.
Orang Tua: Anak saya mengalami kesulitan dalam mengucapkan beberapa huruf.
Terapis Wicara: Oke, perkiraan biayanya sekitar 200 ribu per sesi.
Orang Tua: Wah, bisa kurang gak ya?
Terapis Wicara: Mungkin bisa diambil paket terapi yang lebih murah.

93. Meminta Bantuan Saat Terjadi Kebakaran

A: Bro, rumahku kebakaran!
B: Ya Allah! Di mana?
A: Di daerah Slipi.
B: Ya udah, aku segera hubungi pemadam kebakaran ya. Kamu dan keluarga segera keluar dari rumah!

94. Negosiasi Harga Jasa Konsultan Keuangan

Klien: Mas, saya mau pesan jasa konsultan keuangan untuk membantu mengatur keuangan bisnis saya. Berapa biayanya?
Konsultan Keuangan: Biayanya tergantung kompleksitas masalah dan durasi konsultasi.
Klien: Saya mau konsultasi tentang cara mengatur arus kas dan investasi.
Konsultan Keuangan: Oke, perkiraan biayanya sekitar 10 juta per bulan.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Konsultan Keuangan: Mungkin bisa disesuaikan dengan frekuensi konsultasi.

95. Meminta Izin Menikah

Anak: Ayah, Ibu, saya ingin menyampaikan sesuatu yang penting.
Ayah: Apa itu, Nak?
Anak: Saya ingin menikah dengan pacar saya.
Ibu: Wah, serius? Sudah lama pacaran?
Anak: Sudah, Bu. Kami sudah saling mengenal dengan baik.
Ayah: Bagaimana dengan pekerjaanmu? Sudah mapan?
Anak: Alhamdulillah, Yah. Saya sudah punya pekerjaan tetap dan penghasilan yang cukup.
Ibu: Ya sudah, kalau itu yang terbaik, Ibu dan Ayah merestui.

96. Negosiasi Harga Jasa Notaris

Klien: Mbak, saya mau pesan jasa notaris untuk pembuatan akta jual beli rumah. Berapa biayanya?
Notaris: Biayanya tergantung nilai transaksi dan jenis akta yang dibuat.
Klien: Nilai transaksinya 500 juta.
Notaris: Oke, perkiraan biayanya sekitar 5 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Notaris: Mungkin bisa disesuaikan dengan biaya-biaya tambahan lainnya.

97. Meminta Bantuan Saat Terjadi Gempa Bumi

A: Bro, di sini gempa bumi!
B: Ya Allah! Di mana?
A: Di daerah Jogja.
B: Ya udah, segera cari tempat yang aman ya. Hindari bangunan tinggi dan kabel listrik.

98. Negosiasi Harga Jasa Arsitek

Klien: Mas, saya mau pesan jasa arsitek untuk desain rumah impian saya. Berapa biayanya?
Arsitek: Biayanya tergantung luas bangunan dan tingkat kesulitan desain.
Klien: Saya mau rumah minimalis modern dengan luas bangunan sekitar 100 meter persegi.
Arsitek: Oke, perkiraan biayanya sekitar 20 juta.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Arsitek: Mungkin bisa disesuaikan dengan pemilihan material bangunan.

99. Meminta Izin Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang yang Lebih Tinggi

Anak: Ayah, Ibu, saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.
Ayah: Wah, bagus itu, Nak. Di mana rencananya?
Anak: Saya ingin kuliah di luar negeri, Yah.
Ibu: Kuliah di luar negeri? Biayanya pasti mahal sekali.
Anak: Saya sudah mencari beasiswa, Bu. Kalau dapat beasiswa, biayanya bisa lebih ringan.
Ayah: Ya sudah, kalau kamu sungguh-sungguh, Ayah dan Ibu mendukung.

100. Negosiasi Harga Jasa Penerjemah Tersumpah

Klien: Mbak, saya mau pesan jasa penerjemah tersumpah untuk menerjemahkan dokumen-dokumen penting perusahaan saya. Berapa biayanya?
Penerjemah Tersumpah: Biayanya tergantung jenis dokumen dan jumlah halaman.
Klien: Dokumennya berupa akta pendirian perusahaan dan laporan keuangan.
Penerjemah Tersumpah: Oke, perkiraan biayanya sekitar 1 juta per dokumen.
Klien: Wah, bisa kurang gak ya?
Penerjemah Tersumpah: Mungkin bisa dinegosiasikan jika jumlah dokumennya banyak.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id

Demikian penjelasan tentang pengertian teks negosiasi dan tujuan teks negosiasi serta unsur-unsur teks negosiasi hingga ciri-ciri teks negosiasi dan faktor penentu keberhasilan negosiasi serta struktur teks negosiasi termasuk jenis-jenis teks negosiasi dan 100 contoh teks negosiasi singkat tentang jual beli, negosiasi gaji, meminta izin orang tua, tawar menawar di pasar, meminjam uang ke teman, negosiasi harga kontrakan, meminta diskon, negosiasi jam lembur, meminta bantuan, menawar jasa, negosiasi tugas kelompok, meminta kelonggaran waktu, negosiasi jadwal pertemuan, membeli mobil bekas, negosiasi harga tiket, meminta izin menggunakan fasilitas, negosiasi pembagian warisan dan meminta bantuan saat terlambat masuk kerja serta negosiasi harga jasa perbaikan rumah .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.