Remaja Pebalap Liar di Kahatex Sumedang Sungkem ke Orang Tua, Ngaku Kapok dan Minta Maaf
January 19, 2026 09:11 PM

Laporan: Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Suasana berbeda terasa di Polsek Jatinangor, Sumedang, Senin (19/1/2026). Lima remaja yang diciduk polisi akibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut tampak tak lagi garang. 

Mereka duduk tertunduk. Satu per satu kemudian bersimpuh di hadapan orang tua mereka. Tangis pecah. Para remaja itu sungkem, mencium tangan ayah dan ibu mereka. 

Sesekali, mereka mengusap air mata yang jatuh. Di sudut ruangan, seorang ibu terlihat merangkul anaknya, lalu membisikkan nasihat dengan bibir mendekat ke telinga sang anak.

Momen haru itu menjadi penutup dari rangkaian penindakan balap liar yang dilakukan Polsek Jatinangor bersama Tim Resmob Polres Sumedang. 

Baca juga: Bupati Sumedang Teken Surat Edaran untuk Manfaatkan Taman Hutan Raya Sebagai "Ruang" Belajar Siswa

Sebelumnya, lima remaja tersebut diamankan terkait balap liar yang memblokade jalur nasional Bandung–Garut di kawasan PT Kahatex, Jatinangor, Minggu (18/1/2026) malam.

“Ya, merasa bersalah. Barusan berjanji ke mamah untuk tidak mengulangi lagi. Sudah kapok. Saya minta maaf,” kata AC (20), warga Dusun Warungkalde, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, dengan suara bergetar.

Permintaan maaf juga disampaikan kepada masyarakat pengguna jalan. “Mohon maaf sudah mengganggu perjalanan. Saya kapok,” ucapnya singkat.

Salah satu remaja lainnya yang juga diamankan, MD (20), mengaku menyesali perbuatannya. Mahasiswa Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang, itu menyampaikan penyesalan di hadapan orang tua dan petugas.

“Saya minta maaf dan tidak akan mengulang lagi. Fokus ke balap resmi saja, fokus kuliah juga,” ujar MD.

Warga Gunungmanik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, ini menegaskan tidak akan lagi turun ke jalan untuk balap liar.

MD mengaku momen sungkem kepada orang tua menjadi pukulan batin yang berat. “Sedih. Sungkem ke orang tua,” ucapnya lirih.

Baca juga: Ada yang Rp 500 Ribu, Pengakuan Pelaku Balap Liar Disertai Judi di Sumedang, Kini Diciduk Polisi

Ia juga memastikan sepeda motor yang sebelumnya dimodifikasi untuk balap liar akan dikembalikan ke kondisi standar. “Kalau nanti ikut event resmi, beda motor,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan aparat kepolisian.

“Saya sebagai pelaku balap minta maaf atas keresahan pengguna jalan, khususnya di jalur Bandung–Garut. Saya minta maaf kepada pihak kepolisian. Kami bukan menantang petugas,” katanya sambil terisak. 

BALAP LIAR KAHATEX - Gerombolan remaja memblokade jalan  Bandung-Garut, tepatnya di depan Gerbang 2 PT Kahatex, Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, untuk melakukan aksi balapan liar, Jumat (16/1/2026) dini hari, sekira pukul 02.45 WIB.
BALAP LIAR KAHATEX - Gerombolan remaja memblokade jalan Bandung-Garut, tepatnya di depan Gerbang 2 PT Kahatex, Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, untuk melakukan aksi balapan liar, Jumat (16/1/2026) dini hari, sekira pukul 02.45 WIB. (Tribun Jabar/dashcam mobil milik warga)

 

Tahap Pembinaan

Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, menegaskan, penanganan terhadap para remaja tersebut masih berada dalam tahap pembinaan.

“Kami sampaikan pesan-pesan kamtibmas agar tidak diulangi. Orang tuanya kami panggil, surat-surat kendaraan dilengkapi, dan onderdil racing harus diganti kembali ke standar,” ujar Rogers.

Ia menambahkan, peran keluarga dan lingkungan menjadi kunci pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Terlebih, satu dari lima remaja yang diamankan diketahui berstatus mahasiswa.

“Kami berharap bukan hanya orang tua, tetapi juga lingkungan kampus ikut berperan aktif. Ada satu pelaku balap liar dari kalangan mahasiswa, kampus kami harapkan membantu menyampaikan pesan agar tidak terlibat balap liar,” katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.