Refleksi Ringgo Agus Lewat Film 'Esok Tanpa Ibu', Tak Ingin Berjarak dengan Anaknya
January 19, 2026 09:33 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Membintangi film 'Esok Tanpa Ibu' ternyata membawa dampak emosional yang mendalam bagi aktor Ringgo Agus Rahman.

Perannya dalam film tersebut memicu refleksi pribadi mengenai hubungannya dengan sang ayah di masa lalu yang diakuinya terasa canggung saat ia beranjak dewasa.

Ringgo mengungkapkan, bagi banyak keluarga di Indonesia, mengungkapkan perasaan sayang secara verbal kepada orang tua sering kali menjadi hal yang janggal.

"Kalau lebaran cuma salim minta maaf. Kalau bule-bule kan keren ya, 'I love you, Dad'. Kalau saya kayak kagok (canggung) ya," ujar Ringgo Agus saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Baca juga: Sempat Pesimis, Ringgo Agus Rahman Menang Aktor Pria Terbaik FFI 2025, Menyesal Tak Ajak Istri

Pengalaman pribadi inilah yang membuat suami Sabai Morscheck tersebut bertekad untuk memutus rantai kecanggungan tersebut kepada anak-anaknya.

Ia menyadari bahwa perubahan sikap anak dari masa kecil ke remaja adalah fase krusial yang sering kali membuat jarak antara ayah dan anak semakin lebar.

"Anak dari kecil akan menjadi remaja, pasti akan berubah sikapnya. Saya tidak ingin hubungan dengan anak-anak nanti menjadi canggung seperti bapak-bapak pada umumnya," lanjutnya.

Peran Suami di Rumah 

Selain soal hubungan dengan anak, film 'Esok Tanpa Ibu' juga menyentil Ringgo soal pembagian tugas domestik.

Ia mengakui selama ini masih sangat mengandalkan sang istri dalam mengelola urusan rumah tangga dan komunikasi dengan anak-anak.

Ia mengkhawatirkan fenomena di mana seorang ayah terlalu "lepas tangan" karena merasa urusan rumah selalu beres di tangan istri.

"Kadang ada bapak yang terlalu percaya sama istri, percaya urusan rumah selalu beres. Masalahnya, kalau istri tidak ada, misalnya keluar kota atau sakit, nah sulit tidak si bapak menggantikannya?" tutur Ringgo merenung.

Ringgo mencoba membedah kesiapannya sendiri di rumah. Untuk anak pertamanya, Bjorka, ia merasa komunikasi sudah terjalin cukup baik. Namun, tantangan besar masih ia rasakan saat menghadapi anak keduanya yang masih kecil.

"Kalau sama anak pertama saya siap, tapi kalau yang kedua belum, karena masih sering tantrum. Kejadian ini membuat saya merenung, saya ingin jadi bapak seperti apa dan suami seperti apa ke depannya," pungkasnya.

(Tribunnews.com/ M Alivio Mubarak Junior)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.