Tergeletak Tak Sadarkan Diri, Sosok Cucu Konglomerat Terungkap Setelah Pemain Ski Temukan Korban
January 19, 2026 09:38 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Terungkapnya cucu konglomerat ternama Indonesia yang mengalami kecelakaan fatal saat bermain ski di Jepang setelah ditemukan pemain ski lain.

Rylan Henry Pribadi, cucu konglomerat Henry Pribadi mengalami kecelakaan tragis saat menghabiskan waktu liburan di Jepang.

Remaja berusia 17 tahun itu meninggal usai mengalami kecelakaan fatal ketika bermain ski di kawasan wisata Niseko, Hokkaido, destinasi yang dikenal sebagai surga bagi para pecinta olahraga musim dingin.

Saat kejadian, Rylan anak dari Reza Pribadi sekaligus cucu Pendiri Napan Group, Henry Pribadi diketahui bermain ski sendiri.

Baca juga: Detik-detik Cucu Konglomerat Henry Pribadi Terlilit Tali Pembatas saat Meluncur di Lereng Ski Jepang

Insiden fatal tersebut terjadi di area perbatasan antara Niseko Tokyu Grand Hirafu dan Hanazono Ski Resort, tepatnya di wilayah Kota Kutchan. 

Kejadian berlangsung pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.50 waktu setempat.

PENYELIDIKAN KORBAN KECELAKAAN - Polisi Hokkaido Stasiun Kutchan menyelidiki kecelakaan yang mengakibatkan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, anak pengusaha ternama asal Indonesia tewas dalam kecelakaan tragis saat bermain ski di kawasan Niseko, Hokkaido, Jepang.
PENYELIDIKAN KORBAN KECELAKAAN - Polisi Hokkaido Stasiun Kutchan menyelidiki kecelakaan yang mengakibatkan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, anak pengusaha ternama asal Indonesia tewas dalam kecelakaan tragis saat bermain ski di kawasan Niseko, Hokkaido, Jepang. (Istimewa/TV UHB Hokkaido)

Saat itu, Rylan tengah meluncur di lintasan ski. 

Namun secara tiba-tiba, ia mengalami kecelakaan fatal ketika lehernya terlilit tali pembatas lintasan atau boundary rope.

“Korban meninggal dunia setelah lehernya terlilit tali pembatas lintasan saat meluncur di lereng ski,” ujar sumber kepolisian setempat, dikutip dari Grid.ID, Sabtu (17/1/2026).

Peristiwa tersebut tidak langsung diketahui oleh pengunjung lain. 

Keberadaan Rylan baru terungkap setelah seorang pemain ski lain menemukan korban tergeletak tak sadarkan diri. 

Temuan itu segera dilaporkan kepada pengelola resort, yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian.

Korban sempat dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Profil dan Jejak Bisnis Henry Pribadi, Konglomerat yang Cucunya Meninggal saat Main Ski di Jepang

Namun, nyawa Rylan tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, di lokasi kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak sekitar 10 meter yang dihubungkan tali sebagai pembatas lintasan ski. 

Diduga kuat, saat meluncur, leher korban mengenai tali tersebut, menyebabkan terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Hasil autopsi yang dilakukan pada 9 Januari 2026 mengungkapkan bahwa Rylan meninggal dunia akibat asfiksia atau mati lemas yang disebabkan oleh tekanan pada leher.

Kalangan Ucapkan Belasungkawa

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian publik Tanah Air dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pribadi.

Rylan diketahui merupakan anak dari Reza Pribadi sekaligus cucu Pendiri Napan Group, Henry Pribadi.

Ungkapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai tokoh nasional. 

Salah satunya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi,” tulis Airlangga melalui akun Instagram pribadinya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Ucapan duka juga datang dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, serta sejumlah tokoh lainnya.

Kronologi Versi Kepolisian

Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, di lokasi kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak kurang lebih 10 meter satu sama lain.

Tiang-tiang tersebut dihubungkan oleh tali yang berfungsi sebagai penanda batas lintasan ski dan area yang tidak boleh dilewati pemain.

Saat meluncur di lereng, korban diduga tidak menyadari keberadaan tali pembatas tersebut.

Dalam kecepatan tertentu, leher korban mengenai tali, menyebabkan ia terjatuh keras dan kehilangan kesadaran di tempat kejadian.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti kecepatan korban saat meluncur maupun posisi tubuhnya sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa korban saat itu bermain ski seorang diri.

Korban Meninggal Akibat Asfiksia

Untuk memastikan penyebab kematian, pihak berwenang Jepang melakukan autopsi terhadap jenazah korban pada Jumat, 9 Januari 2026.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat asfiksia atau mati lemas.

“Asfiksia disebabkan oleh tekanan pada bagian leher akibat lilitan tali pembatas lintasan,” ujar pihak kepolisian.

Pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya luka lain di tubuh korban.

Tidak terdapat patah tulang maupun cedera berat lain yang mengindikasikan benturan keras di bagian tubuh selain leher.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian korban murni disebabkan oleh insiden lilitan tali pembatas, bukan akibat kecelakaan lain seperti tabrakan dengan pemain ski lain atau objek keras.

Bermain Ski Seorang Diri

Diketahui, remaja tersebut datang ke Niseko bersama sejumlah teman untuk menghabiskan liburan musim dingin.

Niseko sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi ski favorit wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia, karena kualitas saljunya yang disebut-sebut terbaik di dunia.

Baca juga: Sosok 3 Nama Panggilan Adit Trending Topic di Platform Media, Satunya Eks DPRD Babel Kini Tersangka

Namun, saat insiden terjadi, korban tidak sedang bermain ski bersama rombongan. 

Ia diketahui meluncur sendirian di lintasan ketika kecelakaan terjadi.

Pihak kepolisian masih mendalami alasan korban berada seorang diri, termasuk apakah ia terpisah dari rombongan atau sengaja memilih lintasan tertentu tanpa pendamping.

Sosok Rylan Henry Pribadi 

Rylan Henry Pribadi merupakan anak dari pengusaha ternama Reza Pribadi dan cucu konglomerat ternama dari Henry Pribadi. 

Kabar duka ini dibagikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie. 

UCAPAN BELASUNGKAWA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, mengucapkan belasungkawa meninggalnya cucu konglomerat Henry Pribadi lewat akun media sosial mereka.
UCAPAN BELASUNGKAWA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, mengucapkan belasungkawa meninggalnya cucu konglomerat Henry Pribadi lewat akun media sosial mereka. (Instagram@ Airlangga Hartarto)

Menko Airlangga serta Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya cucu konglomerat Henry Pribadi lewat akun media sosial mereka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut menyampaikan duka cita melalui unggahan di Instagram. 

Ia menyatakan belasungkawa yang mendalam untuk Reza Pribadi dan Henry Pribadi.

“Saya dan Ibu Yanti menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi. 

Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan almarhum Rylan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin YRA,” tulis Airlangga Hartarto.

Ucapan belasungkawa juga datang dari pengusaha dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie. 

Melalui akun Instagram pribadinya @anindyabakrie pada Jumat (16/1/2026), Anindya menyampaikan duka citanya.

"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi @rezpribadi. Rylan juga cucu dari mantan tetangga kami, Pak Henry Pribadi,” tulis Anindya sebagaimana dikutip Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan kedekatan pribadinya dengan keluarga almarhum. 

"Sebagai sahabat karib, saya juga turut merasakan kehilangan atas berpulangnya Rylan di usia yang masih sangat muda."

Anindya menyebut bahwa Rylan, yang berusia 17 tahun, merupakan sahabat dari putranya sendiri. 

Ia mengenang mendiang sebagai pribadi yang positif dan berbakat.

"Apalagi Rylan juga merupakan sahabat putra saya. Dari usia dini, Rylan melambangkan kepintaran, tata krama, spiritisme, kerja keras dan prestasi yang membanggakan," tuturnya.

Dalam ungkapannya, Anindya juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan. 

"Saya yakin Tuhan punya rencana indah di balik duka Reza dan keluarga. Semoga Reza dan keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amin. Selamat jalan Rylan. Rest in peace," tandasnya.

Sosok Sang Kakek Henry Pribadi

Konglomerat pendiri Napan Group itu tengah berduka setelah cucunya, Rylan Henry Pribadi, meninggal dunia akibat kecelakaan saat bermain ski di Jepang. 

Henry Pribadi merupakan salah satu pengusaha besar Indonesia yang dikenal luas pada era kejayaan konglomerasi nasional dekade 1980–1990-an. 

Ia lahir pada 1948 di Kudus, Jawa Tengah, dengan nama Tionghoa Liem Oen Hauw. 

PROFIL HENRY PRIBADI -- Profil Henry Setiawan Pribadi. Kini Henry Pribadi tengah berduka setelah cucunya, Rylan Henry Pribadi dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan saat bermain ski di Jepang.
PROFIL HENRY PRIBADI -- Profil Henry Setiawan Pribadi. Kini Henry Pribadi tengah berduka setelah cucunya, Rylan Henry Pribadi dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan saat bermain ski di Jepang. (Istimewa/Tangkapan Layar Youtube)

Bersama dua saudaranya, Andry Pribadi dan Wilson Pribadi, Henry merintis Napan Group sejak Maret 1972 dari usaha dagang keluarga. 

Dalam kehidupan keluarga, Henry Pribadi diketahui memiliki anak, salah satunya Reza Pribadi yang juga merupakan ayah Rylan Henry Pribadi.

Reza tercatat aktif di dunia usaha dan terlibat dalam sejumlah perusahaan swasta, termasuk di sektor investasi dan pertambangan, baik di dalam maupun luar negeri. 

Baca juga: Belum Pasang Bendera Kuning, Mukhsin Berharap Anak Sulungnya Deden Ditemukan Selamat

Meski tidak banyak menempatkan anggota keluarga di ruang publik, regenerasi bisnis Napan Group disebut tetap berjalan melalui struktur kepemilikan dan jaringan usaha keluarga. 

Duka Kehilangan Cucu di Jepang 

Di tengah sorotan terhadap perjalanan bisnisnya, Henry Pribadi kini menghadapi duka mendalam. 

Rylan Henry Pribadi, cucunya, dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan saat bermain ski di Niseko, Jepang, pada awal Januari 2026. 

"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi @rezpribadi. Rylan juga cucu dari mantan tetangga kami, Pak Henry Pribadi,"katanya di akun instagramnya 17 Januari 2026.

(Tribunnews.com/TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.