3,67 Juta Wisatawan Datangi Banyuwangi Pada 2025, Hasil Strategi Promosi dan Pengembangan Destinasi
January 19, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi mengukuhkan posisi sebagai kota wisata diperhitungkan di Jatim. Terbukti, kabupaten di ujung Timur Pulau Jawa itu masih menjadi pilihan utama para pelancong sepanjang tahun 2025.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi mencatatkan, total kunjungan wisatawan sebanyak 3,67 juta sepanjang 2025. Jumlah tersebut naik 7,25 persen dibanding tahun 2024.

Plt Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, mengaku bersyukur atas capaian kunjungan wisatawan 2025 itu. Capaian kunjungan wisatawan melampaui target yang ditetapkan, yakni 3,5 juta.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Meski angka menunjukkan kenaikan, kami akan terus berbenah dan memastikan Banyuwangi tetap memiliki daya tarik yang kuat untuk dikunjungi kembali tahun ini dan ke depan," ujar Taufik, Senin (19/1/2026).

Pihaknya memastikan, penguatan menyeluruh akan dilakukan kepada seluruh pengelola destinasi wisata di Banyuwangi untuk menunjang kepariwisataan ke depan.

Langkah ini dianggap penting karena pariwisata masih menjadi sektor ekonomi unggulan yang menopang kesejahteraan warga.

"Pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa strategi promosi dan pengembangan destinasi yang dijalankan pemerintah daerah berjalan di jalur yang tepat," terangnya.

Menurut Taufik, keberadaan destinasi-destinasi andalan tetap menjadi magnet utama yang menarik minat para pelancong. 

Sebut saja ikon-ikon wisata seperti Pantai Boom Marina, Pulau Merah, hutan eksotis De Djawatan, hingga keajaiban alam Kawah Ijen yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.

Diversifikasi Wisata dan B-Fest

Selain destinasi tersebut, tempat wisata buatan dan edukasi seperti Banyuwangi Park serta wisata alam lainnya seperti Pantai Gumuk Kantong dan Desa Wisata Tamansari juga turut menyumbang angka kunjungan yang besar. 

Begitu pula dengan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Cacalan, dan Grand Watudodol.

"Meski destinasi utama tetap mendominasi, destinasi-destinasi wisata lain di berbagai sudut Banyuwangi juga menyumbang jumlah wisatawan yang tidak sedikit. Diversifikasi objek wisata inilah yang membuat wisatawan memiliki banyak pilihan," tambah Taufik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tingginya kunjungan ini juga tidak lepas dari kesuksesan pagelaran berbagai event dan festival.

Sepanjang 2025, Banyuwangi sukses menggelar 80 event yang terangkum dalam kalender tahunan Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan skala nasional hingga internasional.

Dari puluhan event tersebut, dua di antaranya yakni Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), menjadi daya tarik spesial karena masuk dalam kalender pariwisata bergengsi Kharisma Event Nasional (KEN).  *****

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.