Hanya Tiga Bulan Terakhir, Kasus DBD Di Jakarta Barat Sudah Lewati 500 Pasien
January 20, 2026 12:08 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Barat tergolong tinggi.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, tepatnya dari Oktober 2025 sampai pertengahan Januari 2026 tercatat ada 503 kasus DBD.

“Pada Oktober tercatat 160 kasus, November 161 kasus, dan Desember meningkat menjadi 163 kasus,” ujar Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Sementara itu, pada awal Januari 2026, Sudinkes Jakarta Barat mencatat 19 kasus DBD hingga tanggal 15 Januari.

“Untuk periode 1 sampai 15 Januari 2026, kasus terbanyak berada di Kebon Jeruk dengan tujuh kasus, disusul Kembangan empat kasus,” katanya.

Adapun wilayah lainnya, lanjut Sahruna, yakni Kalideres tiga kasus, Tambora dua kasus, serta masing-masing satu kasus di Taman Sari, Grogol Petamburan, dan Cengkareng.

“Sementara Palmerah nihil kasus DBD,” kata dia.

Sahruna menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG, kondisi iklim pada Januari 2026 cukup mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

“Kelembaban udara diperkirakan mencapai 82 persen, masih dalam rentang optimal nyamuk, yaitu 71 hingga 83 persen, dengan suhu udara berkisar 24 sampai 31 derajat Celsius,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya pengendalian DBD melalui pemantauan jentik nyamuk serta mengoptimalkan peran serta masyarakat.

“Masyarakat kami imbau untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran DBD. 

PSN terus kami laksanakan di seluruh wilayah,” kata Sahruna.

Berita terkait

  • Baca juga: Wilayah RW 09 Sunter Jaya Lakukan Fogging Antisipasi Demam Berdarah
  • Baca juga: Fokus Arahan Rano Karno di Awal 2026, Tekankan Kewaspadaan DBD, Superflu, hingga Banjir Rob
  • Baca juga: Waspada DBD di Jakarta: Satu Keluarga di Sunter Dirawat, Dinkes Sebut Penurunan Kasus Masih Landai
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.