TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Momen libur Isra Miraj 2026 memberikan sinyal positif bagi pelaku dunia pariwisata di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Tercatat, selama 16-18 Januari 2026, kunjungan wisatawan hingga okupansi hotel di Kabupaten Bantul mengalami peningkatan.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi di Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi, menyebut, selama tiga hari itu ada sekitar 22.798 pengunjung yang memasuki seluruh pos retribusi wisata Bumi Projotamansari.
"Secara rinci, pada 16 Januari terdapat 7.897 wisatawan, 17 Januari terdapat 7.912 wisatawan, dan pada 18 Januari terdapat 6.989," katanya, kepada awak media, Senin (19/1/2026).
Disampaikannya, peningkatan kunjungan wisatawan itu mampu meraup pendapatan asli daerah mencapai Rp328.202.000. Namun ia tidak mengetahui secara pasti jumlah perputaran uang di tempat-tempat wisata selama momen libur tersebut.
Markus menyampaikan bahwa sejauh ini, pihaknya belum melakukan survei untuk mengetahui jumlah perputaran uang pada momen libur tiga hari terakhir tersebut. Akan tetapi, ia meyakini bahwa perputaran uang di Kabupaten Bantul saat momen libur cenderung bagus.
"Pasti ada (perputaran uang). Apalagi, di lokasi wisata itu pengunjung pasti jajan, bermain ATV, dokar/bendi, sampai jeep wisata. Cuma, untuk besarannya kami tidak lakukan survei," tutur dia.
Lebih lanjut, ia berharap kondisi momen liburan itu dapat dirasakan dengan baik oleh pelaku wisata. Ia turut berharap, pelaku wisata bisa menikmati perputaran ekonomi yang lebih besar.
Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo, berujar, selama momen libur tiga hari tersebut tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi hotel mencapai 70-72 persen.
"Memang okupansi hotel kemarin tidak terlalu tinggi. Tetapi, itu cukup lumayan lah karena selepas momen libur tahun baru masih ada tamu-tamu yang menginap," tutur Hendra.
Adapun momen keterisian kamar hotel tertinggi berlangsung pada 16-17 Januari 2026. Sementara itu, pada hari biasa tingkat keterisian kamar hotel pada hari biasa sekitar 60 persen.
"Pelanggan hotel pada momen libur kemarin, rata-rata masih didominasi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur," tandas Hendra.(nei)