Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Anggota Komisi IV DPRD NTT Simson Polin mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Rote Ndao agar menyiapkan tempat penampungan bahan bakar minyak (BBM) agar mengatasi kelangkaan yang kerap terjadi.
"Pemda menyiapkan tempat penampungan atau kita sebut jober. Karena kalau jober, bisa menampung kurang lebih untuk satu bulan," kata Simson, Senin, (19/1/2026) di kantornya.
Politikus PSI itu berkata, langkah itu merupakan harapan masyarakat. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina untuk melakukan survei.
Sebetulnya, kata dia, lokasi untuk pembangunan tempat penampung BBM itu sudah disiapkan di wilayah Kecamatan Pantai Baru. Dengan lima SPBU dan usulan penambahan, maka jober sangat diperlukan agar memitigasi kelangkaan BBM.
Simson menyebut satu-satunya akses utama penyaluran BBM ke Rote Ndao saat ini hanya menggunakan transportasi laut. Jika cuaca buruk, BBM di daerah itu akan terkendala. Sisi lain, hadirnya proyek besar di wilayah itu akan membutuhkan BBM.
"Dan kita tahu ada proyek strategis nasional (PSN) kawasan industri garam nasional, sehingga ini juga tentu membutuhkan BBM yang banyak," katanya.
Pada kelangkaan beberapa hari belakangan ini, menurut Simson, ia juga membantu berkoordinasi dengan para pihak agar penyaluran BBM ke Rote Ndao dipercepat. Alhasil, kapal pengangkut BBM berlayar ke Rote Ndao.
"Minyak yang sudah disiapkan, dapa ijin dari Syahbandar. Minyak sudah di Rote Ndao, itu sudah domain Pemerintah Daerah untuk distribusi dan sebagainya," ujarnya.
Baca juga: DPRD NTT Ingatkan Pemda NTT Waspadai Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Musim Hujan
Perhatian Serius
Kelangkaan BBM di Rote Ndao juga mendapat perhatian serius dari Bupati Paulus Henuk. Ia secara khusus bertemu Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hisnawa) NTT Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto untuk membahas penanganan dan solusi atas kondisi yang dialami warga Rote Ndao.
Paulus menegaskan, pemda mengawasi distribusi BBM secara ketat dan meminta aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi.
"Saya menegaskan kepada seluruh pihak agar tidak memanfaatkan situasi kelangkaan BBM ini untuk kepentingan pribadi," ujar Paulus Henuk, Sabtu (17/1/2026).
Ia meminta aparat hukum untuk menindak secara tegas praktik penimbunan serta penjualan BBM di atas harga yang ditetapkan, yang dinilai turut memperparah situasi pasokan di lapangan.
Adapun, rencana pembangunan jober itu juga telah diupayakan Paulus. Pada Oktober 2025, Paulus telah bertemu Direktur Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra di Jakarta. Pertemuan itu membahas rencana pembangunan jober.
Fasilitas ini, kata dia, diharapkan dapat memperkuat ketersediaan energi, menjamin distribusi BBM secara berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengamanan
Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Andri L Pah mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi pengamanan di area SPBU Longgo.
"BBM sudah mulai dilayani oleh operator SPBU untuk masyarakat, sehingga seluruh jajaran kami siagakan di lokasi," kata Ipda Andri, Senin (19/1/2026).
Ia mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk mengisi BBM guna mendukung mobilitas kendaraan bermotor berdampak pada antrean panjang, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam mengisi BBM.
Ia memastikan, stok BBM di Rote Ndao cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
"Saat ini, stok BBM cukup untuk kebutuhan masyarakat Rote Ndao. Yang perlu diperhatikan adalah menghindari penyalahgunaan distribusi BBM, seperti penimbunan BBM untuk dijual dengan harga tidak sesuai takaran dan harga eceran tertinggi (HET), yang dilakukan oleh oknum nakal untuk mencari keuntungan pribadi," kata AKBP Mardiono. (fan)