TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Anam memperlambat laju motornya saat melintasi jalan Pantura Soekarno Hatta Kendal, Selasa (20/1/2026).
Di lokasi itu, kini sedang dilakukan penambalan jalan yang berlubang seusai terendam banjir sekitar 5 hari.
Lubang cukup besar mulai terlihat menganga di beberapa titik. Sebagai langkah darurat, warga memasang penanda menggunakan alat seadanya.
"Kaget saya ternyata cukup banyak yang berlubang jalannya," kata Anam sembari istirahat di warung pinggir jalan.
Baca juga: Dewi Kecele, Kantor Samsat Kendal Masih Kebanjiran, Layanan Pajak 5 Tahunan Dialihkan
Anam pun sempat hampir terjatuh terkena aspal yang berlubang saat melewati jalur Pantura Kendal yang sempat banjir.
"Besar-besar lubangnya, pas banjir kan enggak kelihatan. Ini sudah surut baru kelihatan," tuturnya.
Warga sekitar, Nasirin mengatakan banjir melanda Pantura sejak 5 hari terakhir akibat hujan deras serta luapan Sungai Kendal.
Ia pun kerap melihat pemotor hampir terjatuh akibat menerjang genangan banjir dengan kondisi aspal yang telah berlubang.
"Kan kemarin enggak kelihatan, jadi banyak yang kejeglong," imbuhnya.
Nasirin mengatakan, banjir di jalur itu merupakan langganan setiap tahun, terutama saat memasuki musim penghujan.
"Langganan di sini banjir. Kalau sudah banjir pasti muncul banyak lubang jalannya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sudaryanto mengatakan penambalan jalan Pantura telah dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan imbas banjir.
"Betul, itu sudah mulai ditambal dari PPK 1.3 untuk yang nasional," terangnya.
Selain di jalan Pantura, pihaknya juga sudah melakukan penambalan di lokasi jalan lain yang menjadi akses strategis.
Dia pun meminta warga bersabar jika terdapat jalan rusak imbas banjir yang belum dilakukan perbaikan. Menurutnya, proses perbaikan akan dilakukan menunggu cuaca efektif.
"Kalau masih hujan seperti sekarang ini kan kurang bersahabat cuacanya. Nanti sama saja kan enggak efektif," tandasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq mengatakan persoalan banjir di Kabupaten Kendal diperlukan penanganan secara serius, termasuk normalisasi sungai.
Menurutnya, peningkatan kualitas sistem drainase dan pengelolaan tata air di wilayah rawan banjir harus menjadi prioritas ke depan.
Ia menilai, tanpa perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, banjir akan terus menjadi ancaman rutin bagi masyarakat Kendal.
“Kami akan berkomitmen untuk terus mengawal dan mendorong kebijakan penanganan banjir ini, baik melalui fungsi anggaran, pengawasan, maupun koordinasi lintas sektor," pungkasnya. (ags)