Pesan Terakhir Ferry Irawan Penumpang ATR 42-500, Sempat Titip Jaga Anak ke RT Sebelum Hilang Kontak
January 20, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pesan terakhir sempat disampaikan oleh Ferry Irawan, salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Warga Kompleks Perumahan Mina Bhakti, Bogor Selatan, Kota Bogor, mengenang komunikasi tersebut sebagai momen yang paling membekas sebelum musibah terjadi.

Ferry Irawan, yang merupakan pegawai di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sempat menjalin komunikasi dengan Ketua RT setempat mengenai kondisi fasilitas di lingkungan rumahnya.

Komunikasi tersebut berkaitan dengan masalah sepele namun menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan perumahan.

Ketua RT 06 Kompleks Mina Bhakti, Ari Fakhrizal, menceritakan bahwa interaksi terakhirnya dengan Ferry dipicu oleh insiden lampu lapangan badminton yang pecah akibat terkena bola saat anak-anak sedang bermain.

Ferry yang saat itu sedang berada di tengah kesibukan kerja, segera menghubungi Ari untuk meminta agar kondisi tersebut segera ditangani.

Dalam percakapan tersebut, Ferry menitipkan pesan singkat yang kini menjadi kenangan bagi warga. 

"Beliau kan sibuk, jadi itupesan ke saya, 'Pak Ustaz, jagain anak (saya) ya,'" ujar Ari mengenang ucapan Ferry.

Ferry merasa khawatir jika pecahan lampu tersebut tidak segera dibersihkan, maka akan membahayakan anak-anak yang sering menghabiskan waktu bermain di lapangan tersebut.

Bagi Ari, permintaan itu mencerminkan kepedulian Ferry terhadap keamanan warga sekitar meskipun ia sendiri jarang berada di rumah karena tuntutan tugas negara.

"Anaknya dua masih kecil, masih sekolah. Istrinya mengajar di sekolah perikanan, sementara Pak Ferry bekerja di pusat," tutur Ari.

Sejak bertugas sebagai pengawas di KKP, intensitas pertemuan Ferry dengan warga memang berkurang drastis.

Ia sering kali hanya pulang ke Bogor dalam waktu singkat sebelum kembali berangkat untuk menjalankan tugas berikutnya di luar daerah.

Ari menyebutkan bahwa setelah percakapan soal lampu lapangan tersebut, ia sudah jarang menjalin komunikasi lagi.

"Setelah itu, sudah tidak ada komunikasi lagi. Beliau memang sangat sibuk sejak kerja di kementerian," tambah Ari.

Baca juga: Nasib Teknisi ATR 42-500 yang Selamat dari Maut di Makassar, Padahal Namanya Ada dalam Manifes

Profil dan Peran Ferry Irawan di Lingkungan

Ferry Irawan dikenal sebagai warga yang aktif dan bertanggung jawab di Kompleks Mina Bhakti sebelum kesibukannya di kementerian meningkat.

Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) serta aktif menjadi panitia peringatan hari besar Islam, seperti Ramadhan dan Idul Adha.

Ari Fakhrizal mendeskripsikan Ferry sebagai sosok yang sangat disiplin dalam berorganisasi.

"Kalau sudah menunjuk beliau jadi ketua panitia, pasti beres. Tidak mau ada yang terlewat sedikit pun," ungkapnya.

Di mata tetangga, Ferry merupakan pribadi yang ramah dan rendah hati.

Meski memiliki risiko pekerjaan yang tinggi sebagai petugas pengawasan yang sering melakukan perjalanan udara, warga tidak menyangka musibah ini akan menimpa Ferry.

Hingga saat ini, pihak RT dan warga sekitar masih memantau perkembangan dari pihak keluarga dan kepolisian sebelum merencanakan kegiatan doa bersama di lingkungan kompleks.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.