- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan serangan terbaru di Iran bukan insiden spontan.
Melainkan bagian dari proyek terkoordinasi yang didukung intelijen Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mengutip Al Mayadeen pada (21/1), hal ini diutarakan oleh Araghchi dalam pernyataannya pada Selasa (20/1/2026).
Dalam pernyataanya, Araghchi menilai pelatihan, persenjataan, dan hasutan kekerasan menjadikan peristiwa tersebut sebagai intervensi terorganisir.
Di mana, yang menimbulkan tanggung jawab hukum dan politik bagi pihak pendukungnya.
Selain itu, Araghchi memperingatkan ancaman presiden AS terhadap Iran membawa konsekuensi hukum dan politik serius.
Serta menegaskan Teheran akan menuntut pertanggungjawaban internasional atas peran AS dalam apa yang disebutnya sebagai tindakan perang.
Araghchi menegaskan bahwa kementeriannya tidak akan membiarkan dukungan terhadap tindakan terorisme luput dari pertanggungjawaban dalam sistem internasional.
“Kementerian tidak akan membiarkan dukungan terhadap terorisme lolos tanpa hukuman dalam sistem internasional,” tambah Araghchi.
Dia juga menyatakan Iran tengah mendokumentasikan campur tangan asing dan telah menyiapkan langkah hukum untuk membawa kasus tersebut ke lembaga peradilan berwenang.