Harimau Tak Lagi Terpantau, BBKSDA Riau Siapkan Drone Termal di Teluk Meranti Pelalawan
January 21, 2026 02:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -Setelah kemunculan Harimau Sumatera di wilayah Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus melakukan pemantauan intensif di lapangan.

Hingga Selasa (20/1/2026) malam, tim patroli gabungan belum kembali menemukan keberadaan harimau di lokasi yang sebelumnya terekam kamera.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil patroli terbaru menunjukkan tidak ada lagi tanda visual kemunculan satwa dilindungi tersebut.

“Sampai tadi malam, hasil teman-teman patroli di lokasi ditemukan harimau sebelumnya, tidak ditemukan lagi,” ujar Supartono, Rabu (21/1/2026).

Meski demikian, upaya pemantauan tidak dihentikan. Hari ini, BBKSDA Riau berencana meningkatkan metode deteksi dengan menggunakan drone termal untuk memastikan keberadaan harimau di sekitar kawasan tersebut.

“Hari ini kita akan coba dengan menerbangkan drone termal untuk mendeteksi keberadaannya,” jelasnya.

Baca juga: 3 Ekor Harimau Lalu Lalang Dekat Pemukiman Warga di Pelalawan, Tim Gabungan Pasang 2 Kamera Trap

Dari hasil penelusuran awal, tim menemukan indikasi lebih dari satu individu. Harimau yang muncul diduga merupakan satu kelompok keluarga, terdiri dari seekor induk dan anaknya yang diperkirakan berusia sekitar 4 hingga 5 bulan.

Sejak itu, tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pihak Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), serta masyarakat setempat, terus melakukan patroli dan pemantauan.

KAMERA TRAP - Tim gabungan memasang 2 kamera trap di lokasi munculnya 3 ekor harimau sumatera di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Selasa (20/1/2026) lalu.
KAMERA TRAP - Tim gabungan memasang 2 kamera trap di lokasi munculnya 3 ekor harimau sumatera di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Selasa (20/1/2026) lalu. (Foto/Dok. Polsek Teluk Meranti)

 

Upaya yang dilakukan antara lain menggiring pergerakan harimau agar menjauh dari permukiman dan kembali ke kawasan hutan yang lebih aman.

BBKSDA Riau juga mengintensifkan sosialisasi kepada warga agar tetap waspada, tidak menyebarkan video keberadaan harimau, serta segera melapor jika menemukan jejak atau tanda-tanda kemunculan kembali.

“Seluruh langkah yang kami ambil mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus perlindungan Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi,” tegas Supartono.

Tim masih disiagakan di lokasi dan peralatan antisipasi, termasuk box trap di Kantor Resort Kerumutan, tetap dipersiapkan apabila sewaktu-waktu diperlukan.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.