Pusat Wisata Belanja Milik Disparbud Pangandaran Terbengkalai Rusak dan Berkarat
January 21, 2026 02:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Penampakan pusat belanja wisata di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, kian memprihatinkan, Rabu (21/1/2026).

Bangunan permanen yang dulu diresmikan dengan harapan besar, kini tampak roboh, berkarat, rusak, dan nyaris tanpa aktivitas. Sepinya pengunjung membuat mayoritas pedagang terpaksa gulung tikar.

Terdapat empat titik pusat belanja wisata yang tersebar di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur Pangandaran, yakni Nanjung Sari, Nanjung Endah, Nanjung Elok, dan Nanjung Asri. 

Bangunan tersebut terdiri dari ruko-ruko berukuran sekitar 3 x 2 meter yang dibangun sebagai lokasi relokasi pedagang.

Awalnya, kawasan ini diproyeksikan sebagai solusi penataan pedagang yang sejak 1986 berjualan menggunakan tenda biru di sepanjang bibir Pantai Pangandaran. 

Baca juga: Bansos BPNT dan PKH 2026 OTW ke ATM Sebelum Puasa, Segini Besarannya untuk Warga Pangandaran

Relokasi dilakukan demi mempercantik kawasan wisata. Pusat belanja permanen tersebut kemudian diresmikan pada 2017, pada masa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Namun, kejayaannya hanya bertahan beberapa tahun. Minimnya prospek penjualan membuat pedagang satu per satu meninggalkan ruko mereka. 

Banyak yang kembali berjualan di depan pantai, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 1.364 pedagang sempat direlokasi ke empat pusat belanja itu. Kini, suasana di lokasi terlihat lengang dan sunyi.

Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang yang masih bertahan umumnya hanya menempati bagian depan ruko. 

Bahkan, sebagian kembali memasang tenda biru di depan bangunan permanen agar dagangan mereka terlihat oleh wisatawan.

Struktur bangunan mulai lapuk dan berkarat. Di lantai dua, lorong-lorong dipenuhi sampah dan tercium bau pesing. Botol Miras berserakan di beberapa sudut. 

Rumput dan ilalang tumbuh tinggi menutupi dinding bertuliskan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Pangandaran Disparbud. 

Sementara di bagian atap, rangka baja ringan mulai terlihat akibat banyaknya genteng yang jebol.

Nanjung Sari, satu pusat belanja tersebut, menyimpan sejarah panjang. Lokasi ini dulunya merupakan hotel pertama di Pangandaran. Kini, tergantikan bangunan baru yang kumuh dan tak terawat.

Mantan pedagang pakaian pantai, Satimin (42) mengaku sudah menutup tokonya karena sepi pengunjung.

"Gimana mau ada pembeli, lorong ruko cuma satu meter. Suasananya gelap dan sempit," ujar Satimin kepada Tribun di Pangandaran, Rabu (21/1/2026) siang.

Menurutnya, bangunan yang bagus saja tidak cukup jika tidak mampu menarik wisatawan. Wisatawan, lebih nyaman berbelanja di ruko yang langsung menghadap ke jalan atau pantai. 

"Kalau lorong-lorong sempit di bagian dalam, banyak pengunjung yang enggan masuk dan berkeliling," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, membenarkan, pusat belanja tersebut merupakan aset milik Disparbud.

"Ke depan tentu harus berjalan supaya ada pemanfaatan," ucap Dadan.

Menurut Dadan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan kajian terkait konsep pengelolaan ke depan. 

Kajian tersebut meliputi pendataan pedagang yang masih bertahan serta kondisi bangunan kios yang ada.

"Jadi mau kita kaji dulu, mulai dari pendataan pedagang yang tersisa dan bangunan kios yang tersisa," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.