Wisata Durian di Kota Manado Dipadati Pengunjung, Turis Asing Ikut Menikmati
January 21, 2026 03:49 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Manado menjelma jadi kota wisata durian sepanjang Januari 2026.

Terlebih pada malam hari. Sejumlah lokasi jadi sentra penjualan buah durian. 

Antaranya di Jalan Walanda Maramis, Jalan Pierre Tendean, Boulevard Tuminting, Calaca dan lainnya. 

Itu yang jualannya berkelompok. Yang berjualan secara sporadis lebih banyak lagi.

Buah-buah durian ini diimpor dari Minahasa Utara dan Minsel, dua daerah yang terkenal sebagai penghasil buah durian.

Amatan TribunManado.co.id, Selasa (21/1/2026) malam, di pusat penjualan durian di Jalan Walanda Maramis di Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), suasana bak pasar. 

Para penjual menjajakan durian di lapak maupun mobil bak terbuka.

Pengunjung datang seperti air bah. Banyak dan tak terputus. 

Ini membuat para penjual super sibuk. Salah satunya Ikram. 

Dirinya sibuk mengatur lagi buah durian. Maklum sudah laku. 

Sebut dia, durian yang ia jual berasal dari Minahasa Utara. "Ini dari Talawaan," kata dia. 

Durian dijualnya dengan harga bervariasi. Dari Rp 100 ribu 5,4 hingga 3. "Harganya macam macam," kata dia.

Ia mulai berjualan sejak pukul 18.00 Wita. Selesai pukul 02.00 dini hari. 

Ungkap dia, jualannya hampir selalu ludes. "Pelanggan sangat banyak," katanya. 

WISATA DURIAN - Suasana di salah satu titik Kota Manado yang menjelma jadi lokasi wisata durian sepanjang Januari 2026. Dipadati pengunjung lokal hingga turis asing.
WISATA DURIAN - Suasana di salah satu titik Kota Manado yang menjelma jadi lokasi wisata durian sepanjang Januari 2026. Dipadati pengunjung lokal hingga turis asing. (Tribun Manado/Arthur_Rompis)

Benernya, di antara pelanggan yang sangat banyak itu, ada turis asing. 

Mereka berasal dari Cina. "Sering turis cina belanja di sini," katanya. 

Grace salah satu warga mengatakan, ia hobi makan durian.

Dirinya tak mau melewatkan musim durian di awal 2026 ini. 

"Bisa di Walanda Maramis atau jalan Pierre Tendean," katanya. 

Menurut dia, durian yang dihadirkan selalu fresh. 

Itu tanda para penjual menjaga betul betul kualitas buah tersebut. "Kualitasnya selalu baik," katanya. 

Geografis Kota Manado

Secara geografis, Kota Manado terletak antara 1 derajat 25' 88" - 1 derajat 39'50" LU dan 24 derajat 47'00" - 124 derajat 56' 00" Bujur Timur. 

Luas wilayahnya adalah 157,26 km2 yang terbagi dalam 11 kecamatan.

Kota Manado termasuk dalam zona Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Sementara batas wilayahnya berbatasan dengan Laut Sulwesi di sebelah barat dan Kabupaten Minahasa di sebelah utara, timur, serta selatan.

Budaya di Kota Manado

Musik Kolintang merupakan musik tradisional Kota Manado dan sekitarnya. Musik tradisional ini masih lestari hingga saat ini.

Pada zaman dahulu, musik kolintang digunakan dalam ritual adat yang berhubungan dengan pemujaan roh leluhur.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kolintang digunakan sebagai pengiring lagu atau pertunjukkan musik.

Alat musik kolintang terbuat dari kayu khusus yang disusun berjajar.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan mallet. (Art/Riz)

Baca juga: Namanya Disebut Calon Kuat Ketua Kadin Sulut, Jemmy Asiku Bagikan Momen Makan Durian Bareng Reynaldy

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.