Sosok Petinggi Demokrat yang Tegaskan SBY Tak Berkaitan dengan Tudingan Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi
January 21, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id – Partai Demokrat angkat bicara menanggapi berkembangnya isu yang mengaitkan pendiri partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Tuduhan tersebut dinilai sebagai informasi menyesatkan yang berpotensi merusak nama baik secara pribadi maupun institusional.

Kepala Badan Hukum dan Pengamanan (BHPP) DPP Partai Demokrat, Muhajir, menegaskan bahwa tidak ada hubungan apa pun antara SBY dengan langkah hukum yang dilakukan Roy Suryo dan pihak-pihak lain terkait isu tersebut.

“Perlu diketahui secara tegas Partai Demokrat dan Pak SBY tidak ada kaitannya dengan apa yang dilakukan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan,” kata Muhajir saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/1/2026), dilansir SURYA.co.id dari Kompas.com.

Roy Suryo Sudah Bukan Kader Demokrat Sejak 2020

Muhajir menjelaskan, meski Roy Suryo memang pernah tercatat sebagai kader Partai Demokrat, status tersebut telah berakhir sejak beberapa tahun lalu.

Roy Suryo disebut sudah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan maupun keanggotaan partai sejak 2020, jauh sebelum isu ijazah palsu mencuat ke ruang publik.

Menurut Demokrat, polemik dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi baru berkembang pada 2025, sehingga secara kronologis tidak relevan untuk mengaitkan persoalan tersebut dengan SBY maupun Partai Demokrat.

Baca juga: Sosok Agri Fanani yang Dipolisikan Demokrat karena Diduga Menuding SBY Dalangi Kasus Ijazah Jokowi

Namun demikian, belakangan muncul sejumlah konten di media sosial, khususnya YouTube dan TikTok, yang menarasikan seolah-olah SBY berada di balik langkah Roy Suryo cs.

Konten tersebut dinilai mengandung informasi bohong dan berpotensi menyesatkan publik.

Empat Akun Disomasi, Demokrat Tempuh Jalur Hukum

LAPOR -  Muhajir, Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat, pelapor 4 akun medsos yang tuding SBY dalangi kasus ijazah Jokowi.
LAPOR - Muhajir, Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat, pelapor 4 akun medsos yang tuding SBY dalangi kasus ijazah Jokowi. (Kompas TV/kolase instagram @muhajiradvokat)

Empat akun media sosial yang dilaporkan menyebarkan narasi tersebut adalah YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy, @Kajian Online, serta akun TikTok @sudirowibudhiusmp.

Partai Demokrat sebelumnya telah melayangkan somasi kepada para pemilik akun tersebut.

“Mereka diberikan waktu tiga hari sejak 31 Desember 2025 untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka,” ujar Muhajir.

“Kami beri waktu 3 x 24 jam untuk menyampaikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka baik itu kepada Pak SBY maupun kepada Partai Demokrat. Namun mereka tidak menggunakan haknya,” tutur Muhajir.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bahwa laporan tersebut telah diterima dan kini dalam tahap penyelidikan oleh Direktorat Reserse Siber.

Sosok Muhajir

Muhajir merupakan tokoh berlatar belakang hukum yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat untuk periode 2025–2030.

Ia dikenal sebagai advokat dengan pendidikan hukum lengkap, mulai dari Sarjana Hukum (S.H.), Magister Hukum (M.H.), hingga Doktor (Dr.), yang memperkuat perannya dalam menangani isu-isu hukum strategis di internal maupun eksternal partai.

Dalam struktur Partai Demokrat, BHPP berada di garda depan dalam urusan hukum, advokasi, serta pengamanan partai.

Sebagai kepala badan tersebut, Muhajir kerap tampil mewakili Partai Demokrat dalam berbagai persoalan hukum, termasuk mengambil langkah pelaporan ke aparat penegak hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan hoaks, fitnah, atau narasi provokatif yang merugikan partai dan tokoh-tokohnya, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dengan kombinasi pengalaman sebagai praktisi hukum dan posisinya di jajaran elite DPP Partai Demokrat, Muhajir berperan penting dalam menjaga marwah, kepastian hukum, dan stabilitas organisasi partai, terutama di tengah dinamika politik nasional yang kerap diwarnai konflik opini dan sengketa hukum.

Sosok Agri Fanani yang Dipolisikan Demokrat 

Agri Fanani yang memiliki akun youtube @Agri Fanani, dilaporkan bersama tiga akun media sosial lainnya, yakni channel youtube @Bang bOy dan @Kajian Online serta 
TikTok @sudirowibudhiusmp. 

Laporan itu menampilkan cuplikasi video akun @AGRI FANANI yang bertuliskan anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang Sejarah RI.

Terkait laporan ini, Agri Fanani justru mempertanyakan somasi yang tidak pernah diterimanya. 

Hal ini beralasan karena sebelumnya Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam mengaku sudah melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial terkait hal ini. 

"Sampai dengan hari ini somasi itu aku enggak terima," kata Agri Fanani dikutip dari tayangan youtube CNN Indonesia pada Rabu (7/1/2026). 

Agri mengaku sudah mengetahui akan disomasi oleh Partai Demokrat bersama dua konten kreator lainnya, yakni Zulfan Lindan dan akun Kajian Online. 

Sebenarnya dia sudah menunggu-nunggu somasi itu, namun tidak datang dan justru dia sudah dilaporkan ke polisi.

Dia tidak mempermasalahkan laporan itu, namun dia heran karena nama Zulfan Lindan justru hilang dan diganti dengan nama Boy. 

"I don't know. Mungkin waduh Yulfan Lindan rada berat ini kali e ngelawannya ganti boy aja lah. Enggak tahu, mungkin bisa dikonfirmasi ke beliau," kata Agri sambil menunjuk Khoirul Umam yang juga hadir di acara itu.

Dia meyakini hal itu 11 juta triliun persen. 

Dikatakan Agri, selama ini Youtuber Nusantara yang merupakan gabungan dari para youtuber sepakat untuk melawan hoax. 

"Youtuber Nusantara ini berawal dari teman-teman YouTuber yang memang tumbuh secara organik. Enggak diorganisir, enggak digerakkan, enggak disuruh, enggak diperintah siapapun," katanya. 

Selama ini, para youtuber Nusantara yang sudah eksis sejak 5 hingga 10 tahun itu konsisten membela Jokowi mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. 

Hal itu dilakukan karena dia melihat media sosial saat ini tidak sehat. 

"Nah, itulah kemudian e tugas kita, komitmen kita untuk melawan itu," katanya. 

Agri membantah apa yang dikerjakan itu sesuai dengan pesanan. Bahkan dia sukarela membela pemerintah dari serangan-serangan hoax seperti saat bencana di Aceh beberapa waktu lalu. 

"Nah, karena mungkin hari ini atau belakangan ini memang serangannya banyak ke Pak Jokowi, akhirnya banyak kita dituduh beraliansi dengan Pak Jokowi, ada hubungannya ke sana. Ya enggak apa-apa, enggak apa-apa," tegasnya. 

Dari dalam kanal youtube sendiri diketahui Agri Fanani merupakan ketua umum dari Youtuber Nusantara.

Lebih jauh informasi lainnya didapat jika Agri Fanani berasal dari Surakarta alias Solo.

Dirinya tinggal di Tangerang dan berprofesi sebagai vlogger.

Di facebook juga dicantumkan akun instagram pribadinya dengan nama yang sama di youtube.

Di instagram Agri Fanani kerap membagikan aktivitasnya.

Salah satu postingan cukup mencuri perhatian manakala Agri Fanani berfoto bersama wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.

Bersama anggota youtuber nusantara, Agri Fanani sempat berkunjung dan melakukan pertemuan dengan Gibran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.