TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 117.483 warga telah memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025.
Cek kesehatan gratis dari pemerintah adalah program preventif prioritas yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan BPJS Kesehatan, yang secara khusus mulai tahun 2025 diperluas melalui program Skrining Kesehatan Gratis pada Hari Ulang Tahun untuk seluruh warga negara Indonesia.
Layanan ini mencakup pemeriksaan deteksi dini terhadap 14 jenis penyakit yang disesuaikan dengan empat kategori siklus hidup yakni balita (skrining hipotiroid kongenital), remaja (obesitas dan anemia), dewasa (gula darah, kolesterol, dan risiko kanker), serta lansia (geriatri dan katarak).
Program ini dapat diakses di Puskesmas terdekat cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau melalui aplikasi Mobile JKN.
Program ini menyasar seluruh kelompok usia sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan preventif dan deteksi dini penyakit di masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, total sasaran CKG mencapai 641.022 jiwa. Dari jumlah tersebut, target pelayanan ditetapkan sebanyak 230.768 jiwa dengan realisasi pelayanan mencapai 50,91 persen.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Jambi, Rini Kartika, mengatakan Program Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis pencegahan.
“Cek Kesehatan Gratis ini tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga langsung menyasar masyarakat berbasis komunitas,” ujar Rini Kartika, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan CKG dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari puskesmas, sekolah, perguruan tinggi, hingga lingkungan permukiman warga melalui kegiatan komunitas di tingkat rukun tetangga (RT).
Berdasarkan data per kelompok usia, capaian tertinggi tercatat pada kelompok usia 7–18 tahun. Dari target sasaran 21.748 jiwa, jumlah warga yang telah mendapatkan layanan pemeriksaan mencapai 47.154 jiwa atau setara 216,82 persen dari target.
Menurut Rini, tingginya capaian tersebut dipengaruhi oleh pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin dan terjadwal di sekolah-sekolah.
“Anak-anak sekolah dan remaja menjadi sasaran utama kegiatan pemeriksaan kesehatan di satuan pendidikan,” katanya.
Sementara itu, pada kelompok usia di bawah 2 bulan, dari jumlah sasaran 10.679 jiwa, target pelayanan ditetapkan 6.941 jiwa. Hingga kini, realisasi pemeriksaan baru mencapai 1.475 jiwa atau 21,25 persen.
Untuk kelompok usia 1–6 tahun, dari target 30.279 jiwa, jumlah yang telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tercatat sebanyak 11.213 jiwa atau 37,03 persen.
Adapun kelompok usia produktif 18–59 tahun menjadi sasaran terbesar dengan jumlah 392.540 jiwa. Dari target pelayanan 137.389 jiwa, realisasi pemeriksaan mencapai 49.485 jiwa atau 36,02 persen.
Sedangkan pada kelompok lanjut usia 60 tahun ke atas, dari target 34.387 jiwa, sebanyak 8.156 jiwa telah dilayani atau 23,72 persen dari target yang ditetapkan.
Rini Kartika menambahkan, jenis pemeriksaan yang diberikan disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk remaja dan dewasa, pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, pemantauan risiko kardiovaskular, serta pemeriksaan fungsi paru untuk deteksi tuberkulosis dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan deteksi dini kanker, seperti kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus.
Sementara bagi kelompok lanjut usia, pemeriksaan dilakukan secara lebih komprehensif, meliputi pemeriksaan pendengaran, penglihatan, kesehatan jiwa, kesehatan hati, penilaian geriatri, hingga skrining penyakit kronis.
Ia menegaskan, setiap hasil pemeriksaan tidak berhenti pada tahap skrining awal, melainkan langsung ditindaklanjuti sesuai kondisi kesehatan warga.
“Hasil cek kesehatan akan ditindaklanjuti melalui pengobatan di puskesmas atau rujukan ke rumah sakit sesuai SOP yang berlaku,” tegasnya.
Untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile atau datang langsung ke puskesmas terdekat dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Dinas Kesehatan Kota Jambi berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta menekan angka penyakit tidak menular melalui deteksi sejak dini.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Kasus Dugaan Pengeroyokan Guru di SMKN 3 Berbak, PGRI Jambi Dorong Perlindungan Guru