Perahu Berbahan PVC Made In Lamongan Harga Mulai Rp 5,7 Juta Banjir Pesanan hingga Luar Pulau
January 21, 2026 06:35 PM

 

 


SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Pengrajin perahu kreatif di Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jawa Timur mampu meraih berkah di masa musim penghujan yang banyak menimbulkan banjir belakangan ini.

Adalah Suratno, yang kreatif membangun perahu, tidak lagi dari kayu, namun menggunakan bahan pipa PVC. 

Deretan pipa PVC berukuran besar tidak lagi hanya digunakan untuk saluran air, melainkan dirakit menjadi lambung perahu yang kokoh.

Suratno mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa titik di Lamongan dan sekitarnya mulai tergenang banjir. 

Itulah yang memicu meningkatnya pesanan perahu PVC hingga 50 persen dibandingkan hari biasanya.

​"Saat musim hujan seperti sekarang ini, pesanan yang datang sampai antre-antre," kata Suratno.

Baca juga: Kemacetan di Lamongan karena Banjir Rendam Jalan Nasional di Plosowahyu, Mengular hingga 8 Km

 

Banjir Pesanan di Musim Banjir

Pemesan tidak hanya datang dari Lamongan sendiri, namun juga dari luar kota seperti Tuban, Gresik, Jombang,  bahkan hingga Jawa Tengah, seperti Demak dan Pati.

Perahu PVC rakitan warga Lamongan ini telah dikenal bahkan mencapai luar pulau.

Suratno mengaku pernah mengirimkan unit perahu hingga ke Batam.

Selain warga sipil dan petani, pesanan juga datang dari instansi pemerintah serta relawan kemanusiaan sebagai armada evakuasi.

Beralihnya minat konsumen dari kayu ke PVC bukan tanpa alasan.

Faktor utama adalah kelangkaan bahan baku kayu berkualitas yang membuat harganya meroket tajam. 

" Kalau pipa PVC lebih ekonomis dan memiliki daya tahan yang lebih baik di air. Tidak lapuk," kata Suratno.

​Ia mendapati,  masyarakat atau petani lebih memilih perahu PVC karena bahan kayu rawan keropos dan lapuk. Perahu PVC  tahan benturan dan tidak akan mengalami pelapukan.

" Ya, meski terendam air dalam waktu yang sangat lama," tambahnya.

Baca juga: Banjir Ganggu Aktivitas Sekolah di Lamongan, Ratusan Siswa Madrasah Khozainul Ulum Berkubang 2 Km

 

Harga Mulai Rp 5,7 Juta


​Proses produksi, Suratno dibantu oleh tiga orang karyawan.

Satu unit perahu PVC biasanya dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga hari, tergantung pada tingkat kerumitan dan ukurannya.

Perahu produksi Suratno tidak dilepas polos ke konsumen, namun dihiasi goresan  cat dengan sejumlah warna yang menambah indahnya perahu.

​Soal harga, perahu inovatif ini  harganya bervariatif, dibanderol dengan harga yang cukup kompetitif, yakni mulai dari Rp 5,7 juta hingga puluhan juta rupiah. 

" Harga  ditentukan oleh ukuran perahu serta jenis spesifikasi pipa PVC," katanya.

Baca juga: Puting Beliung Porak Porandakan Puluhan Tenda Acara Semarak Tahun Baru Lamongan Megilan

 

Sudah Punya Pasar Tersendiri


​Melihat ketahanannya yang diklaim mampu bertahan hingga puluhan tahun, perahu PVC kini menjadi solusi transportasi air yang paling diminati.

Perahu ini bisa untuk memenuhi kebutuhan pertanian di lahan tambak maupun untuk mobilitas warga saat bencana banjir melanda.

Ia tidak memungkiri, warga sejumlah desa terdampak banjir Bengawan Jero di Lamongan juga banyak yang memakai perahu hasil kerajinan tangannya.

Mereka merasa sangat butuh alat transportasi perahu buatannya, karena merasakan banjir tahunan.

"Alhamdulillah pesanan terus mengalir," ungkapnya.

Selama ini pihaknya masih bisa memenuhi pesanan, baik dari dalam Lamongan maupun luar kabupaten.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.