Terhimpit Masalah Ekonomi, Suami di Sako Palembang Akui Cekik Istri Hingga Tewas
January 21, 2026 08:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Faktor ekonomi dan status pengangguran diduga kuat menjadi pemicu aksi penganiayaan maut yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya di Sako, Palembang. 

Dalam penyelidikan terbaru oleh Polsek Sako, Rabu (21/1/2026), terungkap pengakuan pelaku yang menyebut sempat mencekik korban saat terlibat cekcok sebelum akhirnya korban ditemukan tak bernyawa. 

Atas tindakan tersebut, polisi kini menjerat pelaku dengan pasal berlapis terkait penganiayaan berat dan Undang-Undang KDRT dengan ancaman hukuman maksimal.

"Suami korban diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Kapolsek Sako Kompol Makmun Nartawinata.

Baca juga: Breaking News : IRT di Palembang Ditemukan Tewas, Suami Diamankan Polisi

Dari keterangan pelaku, kata Makmun, motif terjadinya tindak penganiayaan itu karena faktor ekonomi. Sehingga terjadi cekcok yang berujung terjadinya tindak pidana tersebut.

"Dugaan motif dari keterangan pelaku, karena terkait dengan ekonomi dan pelaku tidak kerja sehingga akhir-akhir ini mereka sering cek-cok," katanya.

Lanjut Makmun kasus tersebut akan dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang.

"Saat ini kami lakikan proses penyelidikan dan kerjasama dengan unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Sementara ini polisi menerapkan pasal 468 KUHP ayat 3 tentang penganiayaan berat KUHP nomor 1 tahun 2022 atau pasal 44 ayat 4 UU KDRT.

Sebelumnya, penemuan jenazah seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Sri Wahyuningsih (33) menggegerkan warga Perumahan Karya Mandiri 5, Jalan Lebak Murni, Kecamatan Sako, Rabu (21/1/2026). 

Korban ditemukan tidak bernyawa dalam posisi terlentang dengan wajah tertutup sprei saat pihak keluarga dan ketua RT setempat membuka paksa pintu rumahnya. 

Meski tidak ditemukan luka fisik atau ceceran darah di lokasi kejadian, polisi telah memasang garis polisi dan mengamankan suami korban guna penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian tersebut.

Keluarga yang mulai berdatangan di lokasi nampak menangis sembari memberi kabar ke anggota keluarga lainnya. 

Jefri salah satu tetangga korban mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah orangtua korban bersama Ketua RT setempat membuka pintu rumah korban. 

"Sebelum kejadian tidak ada suara aneh-aneh, kami tau pas orangtua korban ke rumah. Supaya tahu ada orang atau tidak di rumah orangtuanya ngajak Ketua RT dan saya untuk membuka pintu rumah," kata Jefri.

Begitu pintu dibuka, posisi korban sudah terlentang dan tidak bernyawa dengan wajah tertutup sprei. Tidak ditemukan pula darah pada tubuh korban.

"Tidak ada darah yang terlihat," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.