Minimalisir Bencana Banjir, BPBD Kabupaten Bekasi Minta BNPB Modifikasi Cuaca
January 21, 2026 09:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pelaksanaan modifikasi cuaca.

Permintaan itu karena Intensitas hujan yang masih tinggi meskipun belakangan ini tidak setinggi beberapa hari sebelumnya.

Namun potensi hujan tetap ada dan perlu diantisipasi secara serius.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Kabupaten Bekasi masih didominasi hujan.

“Kalau kita lihat dari BMKG, kondisinya memang masih hujan, walaupun mungkin intensitasnya tidak setinggi yang kemarin,” ujar Muchlis pada Rabu (21/1/2026).

Kurangi Risiko Bertambahnya Banjir

Untuk mengurangi risiko bertambahnya beban bencana, BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pelaksanaan modifikasi cuaca.

Baca juga: Sudah 10 Hari Banjir Rendam Rumah Warga Pantai Harapanjaya Bekasi Akibat Luapan Sungai Ciherang

Baca juga: Bupati Asep Desak Perbaikan Permanen Tanggul Jebol Sungai Citarum di Muaragembong

Baca juga: Banjir Mulai Surut setelah Tanggul Jebol di Sungai Citarum Muaragembong Diperbaiki

Muchlis mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Deputi BNPB agar upaya tersebut segera dilakukan.

“Kemarin saya komunikasi langsung dengan Pak Deputi I BNPB untuk bisa dilakukan modifikasi cuaca. Dan insya Allah, dari BNPB akan terus melakukan modifikasi cuaca terkait dengan curah hujan yang ada di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Menurut Muchlis, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa modifikasi cuaca direncanakan berlangsung hingga 24 Januari 2026. Meski begitu, ia berharap pelaksanaannya dapat diperpanjang apabila potensi hujan masih tinggi.

“Saya sampaikan juga ke Pak Deputi, kalau bisa jangan hanya sampai tanggal 24. Sepanjang memang potensinya masih tinggi, agar terus dilakukan upaya-upaya modifikasi cuaca,” ungkapnya.

Upaya tersebut dinilai penting agar kondisi di lapangan tidak semakin berat, mengingat jumlah masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bekasi sudah cukup banyak.

Terkait efektivitas modifikasi cuaca, Muchlis menyebut hal tersebut merupakan bagian dari usaha pemerintah dalam mengurangi risiko bencana.

“Paling tidak itu adalah upaya-upaya yang kita lakukan. Untuk tingkat efektivitasnya, tentu yang mengetahui secara persis adalah BNPB sebagai pihak yang melaksanakan kegiatan modifikasi cuaca tersebut,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per 21 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, banjir tercatat berdampak pada 24 desa di 11 kecamatan. Sebanyak 16.561 kepala keluarga terdampak, dengan 195 kepala keluarga di antaranya masih mengungsi di tiga titik pengungsian yang telah disiapkan.

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi lahan pertanian dengan luas mencapai 2.807,55 hektare, yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 60 sentimeter, terutama di wilayah pesisir dan daerah bantaran sungai. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.