TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu, Herny Agus, meninjau langsung kegiatan pembersihan kanal di sejumlah titik di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Rabu (21/1/2026).
Tinjauan tersebut dilakukan menyusul dugaan bahwa kanal-kanal yang tersumbat menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir saat hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah perkotaan Pasangkayu dalam beberapa waktu terakhir.
Herny Agus didampingi oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Camat Pasangkayu dan Lurah Pasangkayu bersama aparat kelurahan dan unsur terkait lainnya.
Baca juga: Pemkab dan PKK Pasangkayu Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang
Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemkab Pasangkayu Bersihkan Titik Rawan, Turunkan 2 Excavator dan 4 Dump Truck
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Herny Agus tampak mengenakan rompi Palang Merah Indonesia (PMI) berwarna merah.
Ia terlihat menyusuri kanal yang tengah dibersihkan, sesekali berhenti untuk memperhatikan kondisi saluran air yang dipenuhi endapan lumpur, sampah plastik, ranting pohon, hingga rumput liar yang tumbuh lebat di sepanjang dinding kanal.
Beberapa petugas tampak menggunakan alat berat dan peralatan manual untuk mengangkat sampah serta sedimen yang menghambat aliran air.
Di sejumlah titik, aliran kanal terlihat menyempit akibat bangunan semi permanen yang berdiri tepat di atas jalur saluran air.
Usai kegiatan, Herny Agus mengatakan peninjauan ini tidak hanya bertujuan memastikan proses pembersihan berjalan maksimal, tetapi juga sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Tinjauan ini juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah secara sembarangan, apalagi ke saluran air,” ujar Herny Agus.
Ia menegaskan, penataan Kota Pasangkayu akan dilakukan secara bertahap demi meminimalkan potensi banjir di kemudian hari, khususnya saat hujan kembali turun.
“Kita tata sedikit demi sedikit Kota Pasangkayu demi menghindari banjir ketika hujan turun lagi,” katanya.
Selain persoalan sampah, Herny Agus juga mengingatkan masyarakat agar tidak menutup atau mengganggu saluran air saat membangun rumah atau bangunan lainnya.
“Jangan menutup saluran air ketika ingin membangun. Ini penting supaya aliran air tetap lancar,” tegasnya.
Menurut Herny, kegiatan pembersihan kanal dan penataan kota yang melibatkan lintas sektor ini diupayakan terus berlanjut secara berkesinambungan, bukan hanya dilakukan saat terjadi banjir.
“Kegiatan pembersihan Kota Pasangkayu lintas sektor ini kita usahakan terus berlanjut,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, pemerintah daerah perlu mempelajari secara menyeluruh sistem aliran air di wilayah perkotaan Pasangkayu, termasuk ke mana air akan dialirkan saat debit meningkat.
“Kita juga perlu pelajari, air ini nantinya akan dialirkan ke mana, supaya penanganannya lebih tepat,” jelas Herny.
Adapun kendala di lapangan, lanjut Herny Agus, masih banyak bangunan yang berdiri di lokasi yang tidak semestinya karena menutup atau mempersempit saluran air.
“Ini memang menjadi tantangan kita. Banyak bangunan yang berdiri di tempat yang tidak seharusnya karena menutup saluran air,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Herny Agus menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat agar penataan kota dapat berjalan tanpa menimbulkan konflik.
“Ini perlu pendekatan dan edukasi kepada masyarakat supaya sama-sama memahami pentingnya menjaga saluran air demi kepentingan bersama,” pungkasnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan