Daftar 6 Jenderal Serahkan Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 ke KNKT
January 22, 2026 02:05 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Enam jenderal hadir menyaksikan penyerahan Black box pesawat ATR 42-500 di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

Keenamnya yakni Kabasarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Wakil Menteri Perhubungan Komisaris Jenderal Polisi Suntana. Pangkatnya bintang tiga,

Jajaran bintang dua yakni Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Komandan Kodaeral VI Makassar Laksamana muda Andi Abdul Azis, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, dan Panglima Komando Operasi Udara (Pangkodau) II Marsda TNI Mochammad Untung Suropati.

Keenam jenderal itu duduk di kursi depan bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Tim SAR gabungan terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari TNI AD, TNI AU, TNI AL, Basarnas, relawan, dan sejumlah warga.

Black box pesawat ATR 42-500 ditemukan oleh pasukan gabungan pada Rabu (21/1/2026).

Kini black box resmi diserahkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Serah terima black box tersebut dilakukan di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).

Black box ditemukan tim SAR gabungan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada hari kelima pencarian, Rabu (21/1/2026) kemarin.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya Mohammad Syafii, mengatakan black box ditemukan pada hari kelima operasi SAR dan memastikan benda tersebut merupakan perangkat perekam penerbangan pesawat ATR 42-500.

“Yang di hadapan saya ini adalah black box,” ujarnya dalam konferensi pers.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian, yang didominasi unsur TNI dan Polri serta didukung berbagai unsur lainnya.

Menurutnya, personel TNI terlibat langsung di lapangan dan bekerja di bawah komando institusinya masing-masing.

Meski black box telah ditemukan, Syafii menegaskan prioritas utama operasi SAR tetap pada pencarian dan evakuasi korban.

“Operasi akan terus dilaksanakan dan nanti pada hari ke-7 akan dievaluasi. Keputusan apakah operasi diperpanjang akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media,” katanya.

Ia berharap penemuan black box dapat mempercepat proses asesmen dan evaluasi atas kecelakaan pesawat yang tidak diharapkan tersebut.

Sementara terkait identifikasi korban, Syafii menegaskan kewenangan sepenuhnya berada di tangan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Sementara itu, Ketua KNKT, Suryanto Cahyono, menyampaikan pihaknya akan bekerja sesuai tugas dan fungsi investigasi keselamatan transportasi.

“Black box ini untuk menjawab teka-teki penyebab kejadian,” ujarnya.

Suryanto menjelaskan, black box terdiri dari dua perangkat utama, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR).

“CVR merekam percakapan di dalam kokpit, baik antara pilot dan kru maupun komunikasi dengan menara pengawas. Satunya lagi adalah flight data recorder yang merekam sekitar 88 parameter data penerbangan. Keduanya inilah yang disebut sebagai black box,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski disebut black box, perangkat tersebut sebenarnya berwarna oranye agar mudah ditemukan di lokasi kecelakaan.

“Warnanya memang oranye supaya mudah dicari,” katanya.

Menurut Suryanto, identifikasi dan analisis black box bertujuan sebagai pembelajaran agar kecelakaan serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Hasil investigasi KNKT nantinya berupa rekomendasi. Jika dipandang perlu, rekomendasi keselamatan akan dikeluarkan segera,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa investigasi KNKT dilakukan berdasarkan data yang akurat, bukan berdasarkan perkiraan.

“Kami bekerja berdasarkan data yang akurat,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.