Ada Pengibaran "BK" saat Kunjungan Presiden Prabowo di Inggris, Ali Kabiay: Sudah Tidak Relevan 
January 22, 2026 02:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia Papua, Ali Kabiay, menilai aksi pengibaran bendera kultur Bintang Kejora (BK) tidak lagi relevan dengan kondisi dunia saat ini.

Dikatakan Ali, menyikapi aksi sekelompok warga yang membentangkan bendera kultur saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto  di London, Inggris pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat.

Menurut Ali, kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris merupakan agenda diplomatik untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.

“Isu-isu dekolonisasi, referendum, maupun separatisme sudah tidak relevan di luar negeri pada zaman sekarang,” jelas Ali melalui siaran pers kepada Tribunpapuabarat.com di Fakfak.

Ali menuturkan, masyarakat global saat ini lebih fokus pada isu-isu strategis seperti ekonomi, perang dagang, hingga dinamika geopolitik.

Selain itu, perhatian dunia juga tertuju pada persaingan dagang Amerika–China.

Baca juga: Tak Ada Gejolak Tolak Transmigrasi Lokal, Ali Kabiay: Satu Pulau Papua Harus Contohi Fakfak

Tokoh muda Papua itu menegaskan, aksi pengibaran BK oleh kelompok dimaksud tidak akan memengaruhi sikap Inggris yang tetap mengakui kedaulatan Indonesia dari Aceh hingga Papua, serta dari Pulau Rote sampai Miangas.

“Gerakan yang dibangun oleh kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Free West Papua Campaign di luar negeri sudah sangat tidak relevan dengan kebutuhan dunia saat ini,” tegasnya.

Ali menambahkan, dinamika politik global menunjukkan setiap negara kini lebih berfokus pada kesejahteraan rakyatnya dibanding mengganggu kedaulatan negara lain.

Ia pun menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa Papua di luar negeri agar tetap berpegang teguh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami berharap mahasiswa Papua yang berkuliah di luar negeri fokus menuntut ilmu. Kalian punya potensi besar untuk membangun Papua dan Indonesia,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.