TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Fakfak, Papua Barat, melatih anggota Pramuka Saka Wana Bakti soal penyelamatan dasar manusia.
"Kami bekerja sama dengan Pramuka Saka Wana Bakti menggelar perkemahan selama dua hari di halaman Kantor Basarnas Fakfak," ujar Kepala Pos SAR Fakfak, Abdi Takamokan, kepada TribunPapuaBarat.com di Kabupaten Fakfak, Kamis (22/1/2026).
Andi menjelaskan, pelatihan langsung teknik penyelamatan dan pertolongan dasar tersebut bertujuan membekali anggota Pramuka dengan keterampilan dan wawasan dasar mengenai penanganan kondisi darurat.
"Materi yang diberikan disesuaikan dengan standar pertolongan yang dilakukan dalam operasi SAR (search and rescue)," katanya.
Peserta mendapatkan pelatihan bantuan hidup dasar (basic life support/BLS) dan resusitasi jantung paru (RJP), yaitu teknik yang sangat penting dalam upaya penyelamatan korban henti napas atau henti jantung.
"Latihan dilakukan secara praktik agar mudah diaplikasikan di lapangan," katanya.
Baca juga: Basarnas Fakfak Ajar Murid TK Islam Baitul Makmur Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini
Ia yang menjadi salah satu instruktur dalam kegiatan ini, menyampaikan pentingnya edukasi dini kepada generasi muda.
"Pelatihan bertujuan agar adik-adik Pramuka dapat mengenali kondisi gawat darurat dan tahu apa yang harus dilakukan secara cepat dan tepat," katanya.
Ia juga menambahkan pemahaman tentang SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut.
Para anggota Pramuka diajarkan teknik tali temali, simpul, dan penggunaan anchor hingga teknik evakuasi medan vertikal dengan sistem ascending dan descending.
"Materi-materi yang kami ajarkan ini dirancang untuk membentuk kesiapsiagaan mental dan fisik para peserta dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan," kata Abdi Takamokan.
Pelatihan ini juga, ucapnya, menjadi ajang pembentukan karakter dan disiplin melalui metode edukatif yang aplikatif.
Basarnas Fakfak berkomitmen terus mendukung kegiatan generasi muda yang bersifat edukatif dan berdampak positif.
"Kegiatan seperti ini kami harapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya keselamatan, kesiapsiagaan, dan tindakan penyelamatan yang tepat dalam situasi darurat," ujar Abdi Takamokan.