TRIBUNKALTARA.COM,TARAKAN-Sebanyak 9 jemaah Tarakan Kalimantan Utara dipastikan tidak dapat berangkat pada musim haji tahun 2026. Hal ini dikarenakan tidak lolos pemeriksaan istithaah kesehatan.
“Ada 9 jemaah yang tidak bisa berangkat haji karena hasil istithaah kesehatan tidak lolos. Umumnya karena penyakit kronis seperti diabetes dengan kadar gula tinggi, juga hipertensi dan jantung,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tarakan, Asmawan.
Asmawan menyebutkan, 9 jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan tersebut dipastikan tidak bisa berangkat tidak dapat digantikan keluarga.
“Kalau tidak istithaah, tidak bisa diberangkatkan dan juga tidak bisa digantikan. Pelimpahan (pengganti) hanya berlaku jika jemaah meninggal dunia,” tegas Asmawan.
Baca juga: Pembinaan Jemaah Haji Reguler Tahap II di Nunukan Tekankan Kesiapan Kesehatan dan Manasik Mandiri
Meski gagal berangkat haji tahun ini, jemaah yang tidak lolos istithaah kesehatan tetap berada dalam daftar tunggu prioritas agar bisa berangkat untuk musim haji berikutnya.
“Mereka tetap masuk daftar tunggu dan posisinya paling atas. Kita harapkan bisa menjaga kesehatan dan rutin berobat agar dapat berangkat pada tahun 2027,” jelas Asmawan.
Asmawan menjelaskan, kuota haji Tarakan tahun 2026 sebanyak 200 jemaah haji. Namun karena 9 orang jemaah tidak lolos istithaah kesehatan jadi ada 191 jemaah yang bisa berangkat haji tahun ini. Dari jumlah ini yang sudah melunasi biaya haji sampai hari ini tercatat 189 jemaah.
"Masih kita harapkan 2 orang bisa melunasi hari ini, berarti jemaah kita 191 orang," bebernya.
Diketahui hari terakhir masa pelunasan tambahan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). hari ini, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Pembekalan Ibadah Menuju Haji Mabrur, 43 Calon Jemaah Ikuti Manasik Haji 2026 di Sebatik Timur
Asmawan menambahkan, untuk tahapan penyelenggaraan haji saat ini telah memasuki fase akhir pelunasan dan pemeriksaan kesehatan, sebelum dilanjutkan ke tahap pembinaan jemaah.
Tahap berikutnya adalah persiapan administrasi dan pelaksanaan manasik haji. Sesuai arahan Menteri, manasik akan dilaksanakan sebelum bulan Ramadan.
“Setelah ini, fokus kita adalah pembinaan jemaah melalui manasik agar jemaah siap secara fisik, mental, dan ibadah,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah