AS Akan Kendalikan Sebagian Greenland Sebagai Pangkalan Militer
January 23, 2026 12:38 AM

POS-KUPANG.COM - Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencaplok Greenland berbuah kesepakatan yang menandai babak baru tonggak keamanan di wilayah Arktik.     

Dalam kesepakatan terbaru antara Trump dan Sekjen NATO Mark Rutte, AS akan mengendalikan sebagian Greenland dengan menetapkannya sebagai wilayah pangkalan militer berdaulat. 

Laporan The Telegraph pada Rabu malam menyebut draf perjanjian antara Presiden AS Donald Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte telah disepakati di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Para pejabat Eropa memandang kesepakatan itu sebagai cara menghindari ancaman Trump mencaplok seluruh pulau Arktik dari Denmark. 

Baik Trump maupun Rutte mengatakan detailnya belum diselesaikan.

Kerangka kerja draf tersebut akan memungkinkan Washington membangun pangkalan di Greenland yang akan dianggap sebagai wilayah AS di kawasan Arktik, menurut The Telegraph.

Pengaturan tersebut dilaporkan akan mirip dengan perjanjian yang mengizinkan Inggris mempertahankan dua "wilayah pangkalan berdaulat" di Siprus.

AS saat ini mengoperasikan pangkalan udara di pantai barat laut Greenland berdasarkan perjanjian tahun 1951.

Menurut Axios, proposal tersebut mencakup ketentuan tentang perluasan sistem pertahanan rudal Golden Dome AS ke Greenland.

Kesepakatan itu juga dilaporkan akan memungkinkan AS menambang mineral langka di sebagian Greenland tanpa harus meminta izin.

“Ini adalah kesepakatan yang langsung disambut baik, benar-benar fantastis bagi AS, mendapatkan semua yang kita inginkan, termasuk terutama keamanan nasional dan keamanan internasional,” ungkap Trump kepada wartawan pada hari Rabu.

Rutte mengatakan kepada Bret Baier dari Fox News bahwa pertemuannya dengan Trump adalah titik awal yang baik, menambahkan ia fokus pada kerja sama dengan AS untuk melindungi pulau itu dengan lebih baik dari ancaman luar.

Tak lama setelah bertemu dengan Rutte, Trump mengumumkan ia mencabut ancamannya untuk mengenakan tarif baru pada negara-negara Eropa yang menentang klaimnya atas Greenland. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.